Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

27 August 2019

Diklat dan Uji Kompetensi Sektor Pariwisata LSP Cakra Wisata Indonesia

Baca Juga

Para peserta diklat dan uji kompetensi berfoto bersama Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Cakra Wisata Indonesia Suyadi (tengah, batik cokelat) saat pembukaan, Sabtu (24/8).

BEKASI - Sabtu (24/8), Lembaga Sertifikasi Profesi Cakra Wisata Indonesia (LSP CWI) mengadakan one day refreshment bagi pelaku industri pariwisata yang akan mengikuti uji kompetensi di bidang pariwisata. Pada kesempatan tersebut disampaikan hal-hal penting terkait syarat untuk mengikuti uji kompetensi. Mulai dari kompetensi kemampuan hingga berkas portofolio.

Uji kompetensi ini dilakukan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Pemberlakuan Wajib Sertifikasi Kompetensi di Bidang Pariwisata. LSP CWI, didukung Perkumpulan Pegiat Pariwisata Perhotelan Mice Travel dan Restoran Indonesia (P4MTRI), berusaha mewujudkan sumber daya manusia yang kompeten terutama di bidang pariwisata. Dengan adanya one day refreshment ini, diharapkan dapat membantu para pegiat pariwisata dalam memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Dalam kesempatan ini, materi disampaikan oleh dua orang ahli. Materi pertama disampaikan Arief Supriyadi yang menjelaskan seluk-beluk dunia pariwisata pada skema pemandu wisata berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selanjutnya, materi disampaikan oleh Dadan M Suhada pada skema MICE. 

"Merujuk data statistik BPS 2019 bahwa tren jumlah wisatawan mancanegara (wisman) setiap tahunnya meningkat. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi seluruh bisnis jasa terkait pariwisata yaitu objek wisata, perhotelan, penerbangan atau transportasi laut dan darat, serta bisnis restoran bahkan bisnis oleh-oleh makanan dan cenderamata. Maka kompetensi SDM di seluruh lini tersebut harus mampu memenuhi standar kompetensi nasional yang dikeluarkan BNSP agar wisman merasa nyaman dilayani oleh SDM yang unggul atau kompeten," ujar Arief Supriyadi.

"Untuk itu, LSP Cakra Wisata Indonesia (CWI) turut mendorong para pegiat pariwisata di seluruh bidang bisnis tersebut, agar menyiapkan SDM menjadi kompeten dengan bukti sertifikat kompetensi dari BNSP yang dilaksanakan oleh LSP, salah satunya oleh CWI," tambahnya.

Uji kompetensi dilakukan pada hari berikutnya, Minggu (25/8). Terdapat tiga skema pariwisata yang diujikan dalam kesempatan ini. Skema tersebut ialah skema pemandu wisata, skema marketing communication MICE, serta skema administrasi pendaftaran acara MICE. Sebanyak 26 orang pegiat pariwisata yang diuji oleh LSP CWI.

“Uji kompetensi ini merupakan sebuah pembuktian yang dilakukan bahwa kita, sebagai pegiat pariwisata, memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Kompetensi yang kita miliki dan telah teruji ini, nantinya akan diakui dalam bentuk sertifikasi bereputasi nasional yang dikeluarkan oleh LSP CWI. LSP CWI ini merupakan lembaga sertifikasi profesi yang sudah dilisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di bidang pariwisata,” ucap Suyadi selaku Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Cakra Wisata Indonesia.

Suyadi berharap, dengan adanya uji kompetensi ini Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang pariwisata, sejalan dengan Program SDM Unggul yang dicetuskan oleh Presiden RI. Apalagi, saat ini, sektor pariwisata di Indonesia tengah berkembang pesat di mata dunia. 

“Bagi para pelaku industri pariwisata yang belum memiliki sertifikat kompetensi, segeralah mengurusnya. LSP CWI yang berpusat di Graha Cempaka, Kranggan, Bekasi, mampu melaksanakan uji kompetensi bidang pariwisata dengan asesor yang sudah tersebar di Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Jabodetabek,” tandas Suyadi. (red)

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman