Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Thursday, January 10, 2019

Paradigma Pendidikan Tinggi di Zaman Milenial

Baca Juga



Pendidikan tinggi di Indonesia sangat beragam, seperti universitas, institut, dan politeknik. Pendidikan tinggi sendiri berguna dalam peningkatan akademis serta pengalaman profesional. Namun, apakah di zaman milenial masih memikirkan hal itu atau karena alasan suatu materi?

Dalam UU RI Nomor 2 Tahun 1989 Pasal 16 ayat (1), perguruan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/ atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian.

Namun, masih ada sejumlah anak milenial memilih pendidikan tinggi karena iming-iming gaji tinggi atau dalam hal materi. Memang, banyak lowongan kerja yang ditawarkan oleh perusahaan dengan syarat pendidikan minimal sarjana. Dengan penawaran bagian atau divisi yang tinggi ini tentunya gajinya pun terbilang tak kecil. Hal itu membuat sebagian mahasiswa akan tergiur.

Alasan ini memanglah tak bisa dielakkan dan tak bisa pula disalahkan. Siapa pun itu pasti ingin mendapatkan pekerjaan layak dengan pendapatan yang baik. Namun, sebagian mahasiswa entah lupa entah pura-pura lupa jika sebenarnya ada hal utama yang harus mereka terapkan, yakni tentang pola pikir.

Terdengarnya sepele, tetapi pola pikir inilah yang sangat penting. Dengan menempuh pendidikan tinggi maka seharusnya pertama kali mereka jalani ialah cara berpikir yang lebih berkembang. Memang, materi itu tak ada secara tertulis, tetapi banyak dosen yang menyelinginya di mata perkuliahan. 

Disadari atau tidak, mahasiswa akan belajar bagaimana cara meningkatkan pola pikir, menerapkan rasa kritis terhadap suatu masalah, serta memberikan solusi konkret. Mengapa itu sangat penting? Hal itu dikarenakan agar mahasiswa tetap terus menjadi jembatan penyampaian atas keluhan rakyat kepada pemerintah. 

Selain itu, dengan pola pikir yang kritis dan lebih berkembang ini juga yang membawa mahasiswa bisa terampil dalam bidang sesuai passion masing-masing. Dengan meningkatnya bakat inilah yang bisa mencuri perhatian perusahaan untuk merekrut di bagian kerja yang menjanjikan. 

Hal itu juga terucap dalam sebuah laman www.worldbank.org oleh Ekonom Utama Bank Dunia Emanuela di Gropello, “Perusahaan manufaktur maupun jasa mencari pekerjaan yang memiliki keterampilan untuk menyelesaikan masalah, keterampilan berkomunikasi, keterampilan manajemen, dan keterampilan lain yang akan mendukung peningkatan produktivitas.” 

Oleh sebab itu, semua ini kembali lagi pada penerapan pola pikir. Dengan mengutamakan pola pikir dan bisa mengembangkan passion di perkuliahan akan membawa ke karier yang cemerlang dengan pendapatan atau gaji sesuai impian.

Vivi Noer Febdra
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: www.silabus.org

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman