Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Thursday, January 10, 2019

Maraknya Haters di Sosial Media

Baca Juga




Masyarakat modern kini tak bisa terlepas dari penggunaan teknologi internet.  Pada kesehariannya.  Seiring berkembangnya internet berkembang juga berbagai macam platform, sistem operasi dan aplikasi yang menjadi prasarana penunjang kegiatan surfing internet. Aplikasi merupakan sebuah program komputer yang menjalankan berbagai macam fungsi. Seiring perkembangan zaman, aplikasi tidak hanya di gunakan di komputer saja, bahkan bisa digunakan di smartphone dan tablet. 

Aplikasi instagram salah satu banyak penggunanya. Instagram merupakan aplikasi media sosial yang pertama kali diluncurkan pada 2010. Instagram ini memiliki banyak fitur unggulan seperti, mengunggah single foto dan video, mengunggah multiple foto dan video, instagram stories dan live video. Dalam aplikasi instagram banyak disalahgunakan oleh manusia, untuk membenci satu sama lain. Termasuk kalangan artis banyak sekali fenomena bermunculan haters dengan menggunakan fake account (akun palsu).

Apa itu hatersHaters  adalah orang yang membenci orang, grup, tokoh masyarakat dan idola. Biasanya haters mewujudkan kebenciannya untuk menjatuhkan apa yang dibenci. Bisa dengan sebuah tindakan kasar, fitnah, dan ejekan atau bisa dibilang celotehan khususnya di media sosial. Bagi seorang artis media sosial bisa digunakan untuk sarana berinteraksi dengan para idolanya. Dengan media sosial juga, segala aktivitasnya bisa memperlihatkan kelebihan dengan begitu mudahnya. Meski ia mengunggah di akun pribadinya, maka harus siap dengan  berbagai macam komentar, baik memuji atau pun mencela. 

Mereka yang menuliskan di kolom komentar, itulah yang disebut idola dan haters. Karena kedua belah pihak kubu biasanya saling bertentangan untuk eksistensi seorang artis. Khusus para haters, ada yang mengatakan mereka penggemar yang tertutup, mereka juga yang cenderung eksis. Haters biasanya lebih tahu soal gosip terkini dari artis, atau pun selebgram yang mereka benci. Bahkan, dengan memancing emosi banyak orang. Mereka tak tanggung-tanggung  menjadi orang yang berkomentar negatif setiap kali artis mem-posting sesuatu di media sosial.

Sebagai imbasnya, maraknya fenomena idola dan haters semakin bermunculan akun, grup, dan komunitas yang mengatasnamakan idola dari seorang artis. Mereka juga kerap kali membagikan isu berita terbaru dari seputar artis. Memang tak semua komentar bermunculan berasal dari kalangan idola dan haters, namun yang dikhawatirkan banyaknya komentar kotor yang sudah digunakan idola dan haters akan membuat mereka rentan terbawa arus perdebatan yang memuakkan.

Idola dan haters yang kian mudah berinteraksi di mana merupakan dampak dari perkembangan teknologi komunikasi masa kini. Salah satunya selebriti Indonesia yang menjadi korban haters. Ussy Sulistiawaty merupakan seorang selebriti Indonesia yang terhitung memiliki banyak haters. hal ini terbukti dari banyaknya akun haters sebanyak 10 akun di instagram yang telah merundung putrinya. Wanita asal Pemalang itu lalu menjelaskan isi komentar kebencian yang ditulisnya melalui kolom komentarnya. Dari pengakuannya, ini merupakan pertama kali dirinya ikut berkomentar di akun Instagram istri Andhika Pratama tersebut. 

Sang haters bernama Viandra, ternyata pernah mengalami pengalaman kurang mengenakan serupa di masa lalu. Anaknya jadi korban cyber-bullying. Namun entah bagaimana ceritanya, ia malah ikut-ikutan mem-bully putri Ussy. Dari pengakuannya Viandra telah berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara terbuka. Ia juga udah siap dengan konsekuensi yang harus diterima atas tindakannya masuk dalam UU ITE tersebut. 

Dalam menanggapi haters yang berkomentar negatif kita tidak perlu melakukan serangan balik terhadap si komentator. Cukup mengungkapkan bagaimana perasaan Anda saat itu. Akhiri dengan senyuman. Memang, memberikan senyuman berupa emoticon  bisa saja membantu meredakan suasana yang panas akibat komentar negatif.  Tidak hanya hal itu saja. Berpikir terbuka, menerima semua pendapat yang masuk, baik yang positif maupun negatif. Pikiran terbukalah membuat kita mendapatkan sudut pandang baru dalam melihat suatu permasalahan tersebut. Lebih bagusnya lagi kita tidak perlu melihat dan mendengar. Untuk para haters, tidak ada gunanya juga untuk menjelek-jelekan orang lain. Jadilah seorang idola berakhlak baik dan berbudi pekerti. 



Dewi Ardianti
Politeknik Negeri Jakarta


Sumber gambar : propertyobserver.id

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman