Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Wednesday, January 9, 2019

Giatkan Gerakan Mengurangi Penggunaan Plastik

Baca Juga

    

Di tahun 2018 ini, kita telah melihat begitu banyaknya aksi dan upaya publik untuk menghapuskan penggunaan sedotan plastik. Beberapa perusahaan raksasa seperti McDonald dan Starbucks, misalnya, telah melarang sedotan di beberapa gerai mereka. Selain itu, maskapai penerbangan, jaringan hotel dan restoran juga beramai-ramai meninggalkan tren pemakaian sedotan plastik.

Gerakan #MulaiTanpaSedotan dari McDonald tersebut dibentuk dengan tujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli, sekaligus membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan, dengan berhenti menggunakan sedotan plastik. Seperti kita ketahui, sampah plastik selalu memasuki peringkat atas dalam masalah lingkungan di berbagai negara. 

Di Indonesia sendiri, tingkat kesadaran masyarakat terhadap sampah masih rendah. Sekiranya hanya 19% masyarakat Indonesia yang peduli terhadap sampah. Dan perlu dicatat, bentuk sampah paling banyak adalah plastik karena sulit sekali terurai.  

Gerakan Mengurangi plastik menjadi viral karena munculnya berita tentang beberapa hewan laut yang terkena dampak akibat sampah plastik tersebut. Contohnya berita terdapat bangkai paus di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Di ketahui ternyata isi perut paus tersebut adalah berbagai sampah plastik.

Tidak hanya membuang sampah di laut yang mengancam ekosistem laut. Berita tentang banjir karena sampah menyumbat perairan sudah menjadi hal membosankan yang kita dengar. Akan tetapi  masih banyak warga yang masih membuang sampah di tanah yang juga akan berpengaruh pada tingkat kesuburan tanah dan menjadi sumber penyakit dibiarkan.

Sejauh ini, beberapa kelompok mulai sadar dan gencar dalam melakukan gerakan Go Green, walaupun belum semua warga di Indonesia berpartisipasi. Selain itu, sebenarnya pemerintah juga mulai menaruh perhatian terkait isu plastik, dengan mengeluarkan kebijakan plastik berbayar. Namun, nampaknya kebijakan ini belum cukup efektif dan tidak ada keberlanjutan. 

Untuk itu, perlu dipahami bersama bahwa masyarakat dan pemerintah harus sama – sama memiliki perspektif yang sama yaitu mengurangi penggunaan plastik. Selain itu, pemerintah juga perlu merumuskan kebijakan yang tepat gua mengurangi penggunaan plastik. 

Merry Christine 
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta


Sumber gambar : http://subuk-saja.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman