Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

29 January 2019

Bahaya Depresi dalam Jangka Panjang

Baca Juga




Siapa saja bisa mengalami depresi, salah satunya anak remaja. Mereka pun masih terbilang labil, apa yang harus diprioritaskan, antara pendidikan, cinta, mengasah bakat, atau bersosial dengan teman. Hal itulah yang justru membuat anak remaja sangat rentan akan depresi. Bahayanya, bisa berefek buruk jika depresi tak dapat ditangani secara cepat, bahkan dalam jangka panjang.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013), gangguan mental dengan gejala depresi dan kecemasan usia 15 tahun ke atas mencapai 6% dari penduduk Indonesia. Berikut adalah bahaya depresi bagi anak remaja dalam jangka panjang.
1. Menimbulkan Berbagai Penyakit Serius
Banyaknya masalah yang dialami anak remaja ini biasanya bukan termasuk masalah yang berat seperti orang dewasa pada umumnya. Akan tetapi, mereka justru mudah depresi akibat batinnya yang belum terbiasa menangani hal itu. Oleh sebab itu, bisa berdampak pada kesehatan yang menimbulkan berbagai penyakit serius, seperti gangguan pencernaan akibat pola makan yang tidak baik.

2. Memicu Rasa Antisosial
Akibat depresi yang begitu berat, mereka pun malu menceritakan permasalahan kepada orang terdekatnya. Hal itulah yang membuat sebagian anak remaja memilih untuk menyendiri. Dengan sikap menyendiri, disadari atau tidak, anak remaja sulit dan tak mau bersosial kembali dengan lingkungannya.

3. Mengambil Keputusan yang Tidak Tepat
Hal ini yang paling bahaya jika anak remaja benar-benar tidak bisa menghilangkan depresinya. Biasanya, banyak anak remaja melakukan hal yang tidak wajar, seperti pergi jauh tanpa pamit untuk menyendiri, menyakiti diri sendiri, bahkan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Karena tak bisa berpikir jernih, membuat anak remaja langsung mengambil keputusan yang terbilang nekat.

Itulah segelintir bahaya atau efek yang timbul jika masih berlarut-larut dalam depresi. Sudah saatnya anak remaja bisa mencegahnya sejak dini, seperti membuat catatan kecil apa kiranya yang harus mereka prioritaskan. Selain itu, jika menghadapi sebuah masalah, cobalah untuk menceritakannya kepada orang tua atau teman terdekat untuk mendapatkan solusi. Setidaknya itu akan membuat perasaan lebih lega dan rasa depresi pun semakin teratasi.


Vivi Noer Febdra
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: beritagar.id

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman