Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Tuesday, January 29, 2019

Adegan yang Keliru dari Maze Runner: The Death Cure

Baca Juga




Sutradara : 
Wess Ball

Penulis : 
T. S. Nowlin (screenplay) dan James Dashner (novel)

Produser
Wes Ball, Marty Bowen, Lorenzo di Bonaventura, Eddie Gamarra, Wyck Godfrey, Ellen Goldsmith-Vein, Joe Hartwick Jr., T.S. Nowlin, Patrick B. O’Brien, Daniel M. Stillman, Lee Stollman, Lindsay Williams, dan Adam Friedlander.

Pemain : 
Dylan O’Brien, Ki Hong Lee, Kaya Scodelario, Thomas Brodie-Sangster, Dexter Darden, Will Poulter, Rosa Salazar, Giancarlo Esposito, Patricia Clarkson, Aidan Gillen, Barry Pepper, Jacob Lofland, Nathalie Emmanuel, Katherine McNamara, dan Walton Goggins.

Distributor : 
20th Century Fox

Rilis : 
24 Januari 2018 (Indonesia)

Sinopsis
Film Maze Runner: The Death Cure merupakan sekuel dari film The Maze Runner dan Maze Runner: Scorch Trials yang sebelumnya sukses menarik perhatian para penggemarnya. Film ini menceritakan perjuangan Thomas (Dylan O’Brien) bersama kawan-kawannya mengambil salah satu sahabatnya, yakni Minho (Ki Hong Lee) yang telah tertangkap WCKD (World in Catastrophe Killzone Department) di film sebelumnya.

Di awal cerita para penonton akan merasakan konflik menegangkan ketika Thomas dengan kawan-kawannya merebut salah satu gerbong kereta milik WCKD. Kereta tersebut berencana menuju markas besar WCKD atau disebut “The Last City”. Sayangnya, usaha Thomas gagal karena tak ada Minho di dalam gerbong yang sudah diambilnya.

Namun, kuatnya rasa persahabatan membuat Thomas bersama Newt (Thomas Brodie-Sangster), Frypan (Dexter Darden), Brenda (Rosa Salazar), dan Jorge (Giancarlo Esposito) pantang menyerah untuk mengambil Minho. 

Hingga tiba di The Last City, para penonton akan dikejutkan dengan hadirnya kembali Gally (Will Poulter) yang di film pertamanya ia telah tertombak oleh Minho. Dari sinilah Thomas bersama kawan-kawannya beraksi mengambil Minho dan 28 orang lainnya. Berbagai konflik membuat penonton seolah tak bisa bernapas lega. Namun, mereka berhasil mengambil kembali Minho dan 28 orang dari WCKD.

Sayangnya, virus Flare semakin merajalela. Tak hanya lewat gigitan para crank (orang yang terkena virus Flare dan tingkahnya seperti zombie), tetapi juga virus tersebut sudah merambat melalui udara. Newt pun menjadi salah satu yang terkena virus itu melalui udara. 

Karena usaha Thomas yang terlambat mengetahui darahnya mampu mematikan virus itu, membuat ia kehilangan salah satu sahabatnya, yakni Newt. Hal itulah membuat para penonton, terutama penggemar Newt, akan terpukul dengan tewasnya Newt.

Adegan yang Sulit Dicerna
Konflik yang terus bermunculan, adegan cerita tak mudah ditebak, beberapa aksi menegangkan, efek suara yang mendukung, serta latar tempat yang memukau ini menjadi kelebihan yang memanjakan para penonton. Akan tetapi, banyak sekali adegan yang sulit dicerna atau diterima secara logika. 

Salah satu contohnya, yaitu di akhir cerita ketika Janson (Aidan Gillen) ingin menembak Teresa (Kaya Scodelario). Thomas pun berusaha melindungi Teresa dan mereka pun berlari ke sebuah ruangan agar terhindar dari kejaran Janson. Namun, rupanya Thomas yang justru terkena tembakan tersebut.

Ini yang menjadi sedikit terasa ganjal melihat akting Thomas tersebut. Seharusnya, ada sedikit gerakan refleks tubuhnya begitu terkena tembakan, tetapi tak terlihat di adegan itu. Tak sampai di situ saja, tembakan tersebut rupanya mengenai perut Thomas, padahal ia berusaha membelakangi Janson. Semestinya, secara logika pun peluru tersebut tak terkena perut Thomas. 

Namun, Dylan O’Brien berhasil memerani sosok Thomas yang karakternya terus berkembang di setiap filmnya. Karakter Thomas yang peduli terhadap sesama juga menyentuh perhatian para penonton. Inilah yang setidaknya membuat para penonton bisa mengambil pesan dari sisi lain film tersebut.

Vivi Noer Febdra
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: thesouthafrican.com

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman