mindis.id
Latest News
Tuesday, December 4, 2018

Sparta, Pasukan Para Dewa

Baca Juga


Sutradara
Zack Snyder
Produser
Gianni Nunnari, Mark Canton, Bernie Goldmann, Jeffrey Silver
Genre 
Action
Pemain
Gerard Butler sebagai Raja Leonidas
Lena Headey sebagai Ratu Gorgo
David Wenham sebagai Dilios
Rodrigo Santoro sebagai Raja Xerxes
Andrew Tiernan sebagai Ephialtes

Sinopsis

Pada 479 SM, satu tahun setelah pertempuran terkenal di Thermopylae, Dilios, sebuah hoplite di Angkatan Darat Sparta, memulai kisahnya dengan menggambarkan kehidupan Leonidas I dari kecil ke kerajaan melalui doktrin Spartan. Cerita Dilios terus dan utusan Persia tiba di gerbang Sparta dan menuntut "bumi dan air" sebagai tanda penyerahan ke Raja Xerxes; Sparta membalas dengan membunuh dan menendang para utusan ke dalam sumur. 

Pertempuran dimulai segera setelah penolakan tentara Sparta untuk meletakkan senjata mereka. Tentara Sparta membunuh tentara Persia yang maju. Selama jeda dalam pertempuran, Xerxes secara pribadi bertemu dengan Leonidas dan membujuknya untuk menyerah, menawarkan kekayaan dan kekuasaan dalam pertukaran untuk kesetiaannya; Leonidas mengolok-olok Xerxes. Meskipun beberapa tentara Sparta dibunuh, mereka secara heroik mengalahkan Dewa (dengan bantuan sedikit dari Arcadians). 

Pasukan Persia selanjutnya mengepung tentara Sparta. Jenderal Xerxes kemudian menuntut penyerahan diri mereka. Leonidas kemudian melepaskan helmnya, menjatuhkan perisai dan tombaknya, dan berlutut, membuatnya terlihat seolah-olah ia telah menyerah, sebelum Leonidas meneriaki nama Stelios yang melompat di atasnya dan membunuh jenderal Xerxes. Xerxes menjadi marah dan memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Leonidas naik dan melemparkan tombaknya ke arah Xerxes; hampir tidak mengenainya, tombak tersebut melukai wajahnya. Leonidas dan tentara Sparta yang tersisa tetap berjuang sampai mereka akhirnya menyerah pada serangan panah.

Dilios, setelah kembali ke Sparta, menyimpulkan kisah di depan Dewan. Terinspirasi oleh pengorbanan raja mereka, Persia sekarang akan menghadapi tentara Yunani yang lebih besar, 40.000 tentara, yang dipimpin oleh 10.000 tentara Sparta. Setelah satu pidato terakhirnya memperingati 300, Dilios, sekarang kepala Angkatan Darat Sparta, membawa mereka ke dalam pertempuran melawan Persia di bidang Plataea.

Diadaptasi dari Komik 

Film ini mengadaptasi cerita dari komik "300", bukan sejarah Sparta yang asli di Thermopylae. Jalan cerita mudah diingat karena ada narator yang terus menerus berkata kata soal kehebatan Sparta. Namun, di dalam film ini adapula yang menggambarkan budaya Yunani pada saat itu. Yunani pada saat itu terbagi dua antara Athena dan Sparta, yang sebelum peristiwa ini saling berperang satu sama lain. Athena lebih mengedepankan konsep demokrasi, karena memang demokrasi berasal dari masa ini. Sedangkan Sparta adalah otoriter dimana setiap laki - lakinya harus bisa berperang.  

Di dalam film ini terdapat terlalu banyak efek visual termasuk pada latar tempatnya yang cukup menjadi nilai minus dan mengakibatkan film ini terlihat mengada-ada. Padahal film ini merupakan film kolosal yang menuntut bentuk nyata dan detail yang rinci agar penonton dapat menikmati film ini. Sepanjang film terlihat seperti komik yang menggunakan pemain manusia asli agar terlihat nyata, bukan film kolosal yang menegangkan. Namun, efek visual yang ditampilkan patut diacungi jempol jika dibandingkan dengan kemampuan teknologi pada tahun itu.  

Kejadian aksi di film ini terlihat sangat dilebih-lebihkan, namun tidak begitu mengecewakan dan cukup membuat penikmati film ini terpukau. Dan mungkin adegan yang paling memorable adalah fenomena "Spartan Kick" oleh Leonidas sambil berteriak "THIS IS SPARTA". Gerard Butler memerankan tokoh Leonidas di film ini sungguh epik! Namun, tidak karena kemampuan aktingnya atau kata-katanya, melainkan karena ekspresi wajah yang ia buat selama film berlangsung, terbukti dari guyon internet yang sering menggunakan wajahnya ketika berperan menjadi Leonidas.



Nilai : 7,5  dari 10 

Diandra Permata Himawan 
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta 
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Sparta, Pasukan Para Dewa Rating: 5 Reviewed By: mindis.id