mindis.id
Latest News
Tuesday, December 4, 2018

Ketika Guru Mulai Tidak Dihargai

Baca Juga



MINDIS.ID — Dunia pendidikan di Provinsi Jawa Tengah dihebohkan dengan video berdurasi 25 detik tersebar luas di media sosial. Kasus ini terjadi pada saat seorang guru bernama Joko sedang mengajar di salah satu kelas dan mendapatkan perilaku yang tidak hormat dari anak didiknya.

Seseorang telah merekam kejadian yang berada di kelas tersebut antara bapak Joko dengan P dan teman-temannya. Menurut P, Pak Joko adalah guru yang suka bercanda. Menurut salah satu siswa, P, peristiwa tersebut berawal dari saling lempar kertas antar siswa di dalam kelas.

Salah satu kertas yang dilempar siswa mengenai guru kelas, yakni Pak Joko. Guru Gambar Teknik Otomotif ini lalu bertanya siapa yang melempar kertas. Para siswa hanya terdiam dan tidak ada yang mengaku. Lalu, dengan nada bercanda P mengaku dirinya yang sudah melempar kertas tersebut.

Saat itu, P tidak sendirian. Dirinya maju ke kelas bersama S, A dan A, teman kelasnya. Entah bagaimana, antara guru dan anak didiknya bercanda lakyaknya pak guru sedang “dipermainkan” oleh para anak didiknya. P bersama S, A dan A ditarik dari kegiatan belajar di kelas sebagai sanksi yang ia dapatkan.  

Video yang di unggah itu pada 8 November 2018 berisi, Joko seolah dikepung para siswa dan saling tendang hingga sebelah sepatunya lepas. Namun pihak sekolah memberikan keterangan hal itu hanya bercanda. Perundungan yang dilakukan oleh para siswa tersbut kepada gurunya mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak karena menganggap tidak sepantasnya seorang siswa melakukan candaan yang sangat berlebihan kepada  gurunya sendiri.

Setelah rekaman tersebut tersebar luas, Pak Joko langsung dipertemukan dengan Bupati Kendal, Mirna Anissa dan Perwakilan Dinas Pendidikan Jateng di salah satu ruang kelas, dan membuat surat perjanjian untuk anak didiknya agar tidak mengulang kesalahan yang  sama.

Pak Joko sebenarnya sering mendapatkan perilaku yang tidak terhormat dari anak didiknya, dengan rekaman yang sudah tersebar membuat banyak orang yang empati dan menjadi geram atas sikap yang membuat guru yang sudah mendidik, tetapi tidak dihormati. Meski begitu Pak Joko bersifat bijak dan memaafkan anak didiknya.

Murid Sering Kali Tak Tahu Batasan 

Dahulu, pada zaman orde baru, sistem pendidikan sangatlah keras. Guru diperbolehkan melakukan kekerasan fisik demi muridnya menjadi pintar. Namun, banyak pengamat pendidikan yang menganggap kekerasan fisik tidak perlu dilakukan. Metode pengajaran pun berubah, dari keras menjadi lebih lunak tanpa adanya kekerasan. 

Hasil dari metode baru yang menerapankan cara pengajaran yang longgar ini justru sering kali terlewat batas oleh para murid. Guru dianggap teman sehingga sering kali gaya bercandanya pun kelewat batas, seperti apa yang terjadi dengan pak Joko di Jawa Tengah. Ironinya lagi, jika hal ini berlaku terbalik, yaitu sedikit saja guru keras terhadap murid, guru bisa terkena masalah pelanggaran etika mengajar jika orang tua murid melapor.  

Oleh karena itu, perlu adanya regulasi baru yang lebih tegas mengatur batasan – batasan antara guru, murid, dan orang tua murid. Sampai sejauh mana guru boleh bertindak kepada anak didiknya. Terkadang, dengan cara lembut tidak akan berhasil. Sedikit keras, namun tetap sewajarnya justru terkadang menghasilkan hasil yang lebih baik. 

Maka dari  itu, kasus antara guru dengan murid karena guyonan harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, namun masyarakat yang masih dijenjang pendidikan harus lebih menghargai guru karena tanpa guru tidak akan menjadi orang besar. Untuk itu, menghormati guru sama saja menghormati orang tua sendiri dan jadilah pelajar yang berpendidikkan. 


Alifia Suci Ananda 
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta 


Sumber gambar : https://elshinta.com/
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Ketika Guru Mulai Tidak Dihargai Rating: 5 Reviewed By: mindis.id