mindis.id
Latest News
Thursday, November 15, 2018

Unggahlah Sesuai Kebenaran

Baca Juga



Media sosial memang selalu menjadi omongan. Apa yang diunggah ke sana, akan menjadi viral dalam waktu singkat. Apalagi jika membahas isu-isu yang sedang hangat di kalangan masyarakat.

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia pernah dihebohkan dengan kasus LGBT, di mana ada sisi pro dan kontra. Namun, yang menjadi pembahasan yang viral bukan masalah pro dan kontra terhadap LGBT secara umum. Kasus ini kembali menjadi perbincangan akibat unggahan pengguna Facebook yang bernama Sri Mulyani. 

Akun Facebook Sri Mulyani mengunggah video pengalamannya melabrak dua pria yang berboncengan motor dan terlihat berpelukan saat lampu merah. Video ini viral karena cap "LGBT" yang diberikan kepada dua pria itu.

Tanpa waktu yang lama, video ini tersebar, bahkan menjadi berita di media online. Apalagi dengan caption dari pengunggah yang terkesan masih "menduga-duga" namun dengan kalimat menantang.

Usai viral, tentunya dua pria itu menjadi bahan omongan warganet, bahkan mereka dicemooh dan dihujat. Namun, kemudian terungkap fakta bahwa kedua pria tersebut ternyata kakak-adik yang sudah empat tahun tidak bertemu. Mereka berpelukan karena saling melepas rindu. Dalam unggahannya, pengguna Twitter dengan akun @Runnizy mengabarkan kebeneran fakta tersebut.  

Viralnya video ini, membuat mereka mendapatkan konsekuensi sosial. Selain sudah tercap "LGBT", kini si adik dilaporkan mengalami trauma, sementara ibu mereka jatuh sakit.

Biasakan Cari Kebenaran Fakta
Media sosial membuat banyak orang lupa akan resiko yang didapat jika mengunggah atau memberitakan sesuatu. Terkadang, untuk mencari sensasi atau sekadar hanya ingin mendapat cap populer, banyak hal yang diunggah tanpa tahu bagaimana konsekuensi yang didapat.

Jika yang diunggah menyangkut diri sendiri, pasti hanya ia yang mengalami konsekuensi sosial. Namun, jika mengunggah apa yang diperbuat orang lain, otomatis orang tersebut juga akan mendapatkan konsekuensinya.

Terlebih jika yang diunggah merupakan konten yang sensitif dan banyak diperbincangkan masyarakat. Warganet pasti akan banyak berkomentar. Bukan hanya komentar positif dan mendukung, namun bisa jadi mendapatkan komentar negatif yang justrunya akan menjatuhkan hingga mencemooh.

Yang paling fatal, jika yang diunggah belum terbukti kebenaran faktanya. Apalagi jika yang diunggah sudah melewati batas privasi orang lain. Seperti mengunggah kehidupan buruk orang lain, lalu mencap sesuai dengan yang dilihat. Tanpa adanya klarifikasi dengan orang yang berkaitan.

Memang ada kebebasan seseorang untuk mengunggah apa pun ke media sosialnya, tapi harus ada batasan dan tanpa menyentuh privasi seseorang lebih dalam. Yang paling penting, sebelum mengunggah, pastikan apa yang ada di dalamnya sudah sesuai dengan fakta yang ada. Sebelum si pengunggah menyesal karena telah membuat nama orang lain tercemar. 

Dampak buruknya, selain pencemaran nama baik, setelah diungkap fakta yang sesungguhnya, cemoohan bisa saja datang kepada pengunggah jika tidak adanya permintaan maaf.

Jadi, tanamkan pada diri sendiri untuk  berhati-hati dan mengunggah apapun ke media sosial. Unggahan seharusnya ada proses verifikasi dan proses klarifikasi agar tidak membahayakan pihak manapun.

Syifa Hoirunnisa
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: dotwriter.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Unggahlah Sesuai Kebenaran Rating: 5 Reviewed By: mindis.id