mindis.id
Latest News
Thursday, November 15, 2018

Sudah Lunturkah Musyawarah di Negeri Kita?

Baca Juga



Musyawarah seperti menjadi kata sakral bagi Indonesia yang wajib dijalani ketika dihadapkan masalah. Sayangnya, di beberapa tempat dan kejadian, musyawarah tidak menjadi jembatan yang baik dalam mendapatkan kata mufakat. Apakah fungsi musyawarah di Indonesia sendiri sudah luntur?

Contohnya, terjadi di Citayam. Pembangunan salah satu masjid di sana rupanya menuai pro dan kontra. Hal itu terjadi karena masih ada beberapa jamaah yang kekeh tak setuju pengalihan tempat wudu berpindah ke luar masjid, tepatnya di depan masjid, searah kiblat. Mereka berpendapat, seakan-akan salat dengan kiblat tempat wudu.

Namun, para jamaah yang pro mencoba memberikan penjelasan kembali. Lahan terbatas dan jumlah jamaah yang semakin banyak inilah yang membuat tempat wudu beralih ke lahan yang masih tersisa, yakni di luar masjid. Mereka pun menganggap sah saja karena ini bukan berarti para jamaahnya salat dengan kiblat tempat wudu. Hal itulah yang membuat rumah ibadah itu sempat menuai ketegangan.

Ini adalah salah satu bentuk musyawarah yang dianggap gagal. Masih banyak kejadian lain yang juga menunjukkan bahwa musyawarah di Indonesia seperti sudah luntur. Mengapa itu bisa terjadi?

Lagi dan lagi karena rasa egois dari sifat manusia itu sendiri. Perasaan egois ini memanglah manusiawi. Akan tetapi, sebagai manusia akan lebih sempurna lagi jika bisa mengendalikan egois demi kepentingan semua pihak. 

Wajar, jika dalam musyawarah masih menuai pro dan kontra. Mulai dari rakyat kecil hingga kalangan atas pasti menghadapi situasi itu. Ketika bermusyawarah, tentunya masing-masing orang menginginkan pendapatnya disetujui oleh semua pihak. Namun, karena keegoisan yang besar membuat mereka lupa diri bahwa semua penyelesaian dan solusi harus berujung pada kata "sepakat". 

Jadi, siapa pun harus bisa berlapang dada jika pendapat tak disetujui oleh semua pihak. Hal itu dikarenakan dari banyaknya pendapat tentu ada satu yang memberikan solusi terbaik bagi semua kalangan. 

Tak hanya itu, masih ada beberapa musyawarah yang akhirnya memilih voting. Voting memang tak ada salahnya. Akan tetapi, lebih baik lagi jika dirundingkan dahulu agar solusi bisa diterima oleh semua pihak. Jika seandainya musyawarah tak juga mendapat kata mufakat, barulah voting yang berperan.

Dengan sikap lapang dada, tidak mengedepankan egois, serta mencoba terlebih dahulu untuk bermusyawarah sebelum memutuskan voting maka musyawarah dapat dijalani dengan semestinya. Hal ini yang membuat musyawarah "tak akan luntur". Karena sejatinya, musyawarah yang selalu terpampang dalam sila keempat Pancasila ini, harus dijalani dengan sebaik-baiknya.


Vivi Noer Febdra
Program Studi Jurnalistik
Politeknik Negeri Jakarta


Sumber gambar: www.gurupendidikan.co.id
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Sudah Lunturkah Musyawarah di Negeri Kita? Rating: 5 Reviewed By: mindis.id