mindis.id
Latest News
Monday, August 20, 2018

The Darkest Mind, Ketakutan Manusia Akan Mahluk yang Lebih Kuat

Baca Juga




Genre : Sci Fiction 
Sutradara : Jennifer Yuh Nelson 
Rumah Produksi : 20th Century Fox

Pemain : 

Amandla Stenberg sebagai Ruby Daly 
Mandy Moore sebagai Cate 
Harris Dikinson sebagai Liam 
Miya Cech sebagai Zu 
Skylan Brooks sebagai Chubs  

Sinopsi 

Ruby Daly (Amandla Stenberg) sudah terbiasa hidup di kamp pengasingan. Terpisah dari orang tuanya sejak kecil, karena ia mengidap Idiopathic Adolescent Acute Neurodegeneration, yaitu Degenerasi Saraf Akut Remaja Idiopatik (IAAN). Hingga pada suatu waktu, Ruby mengetahui ia adalah “golongan oranye”, golongan paling berbahaya yaitu kekuatan pikiran yang dapat menggerakkan orang lain dan harus dibunuh ditempat. Untuk itu,  Ruby Dale sebisa mungkin lolos dari pengawasan serta menyembunyikan identitasnya. 

Beruntung, Cate (Mandy Moore) lebih mengetahui identitas Ruby terlebih dahulu. Cate berhasil mengetahui kalau Ruby adalah “golongan oranye” dan membantu remaja ini melarikan diri dari kamp mengerikan. Namun, di tengah perjalanan Ruby menemukan hal yang aneh. Sampai pada satu titik ia bertemu dengan Liam (Harris Dikinson), Chubs (Skylan Brooks) dan Zu (Miya Cech). Empat remaja yang hidup luntang-lantung di jalanan menggunakan sebuah mobil mini bus tua.

    Ruby Dale, saat berada di kamp pengasingan. Sumber : https://www.advocate.com/

Keempatnya kemudian bertualang menemukan sosok misterius yang mampu menampung semua golongan. Termasuk, Chubs (golongan hijau), Liam (golongan biru) dan Zu (golongan kuning). Perjalanan mereka tidak mudah. Seorang pembunuh bayaran bernama Lady Jane yang siap menghabisi mereka. Namun, untuk sementara waktu rintangan ini berhasil diatasi. Ruby dan kawan-kawannya bertemu dengan sosok misterius.

Mereka berempat berusaha untuk bertemu dengan slip kid, atau pimpinan dari anak – anak yang memiliki kekuatan super. Mereka berharap dapat hidup lebih baik jika dibandingkan dengan hidup di dalam kamp pengasingan. Namun, ternyata keadaan berbanding terbalik. Slip Kid yang merupakan anak dari Presiden ternyata adalah musuh sebenarnya. Ruby dan teman – temannya pun berusaha meloloskan dari Slip Kid yang juga merupakan golongan “Orange” 

Review Film 

Ketika melihat sinopsis film ini sebelum menontonnya, terbesit pikiran bahwa akan mirip jadinya seperti Divergent series, Hunger Games, ataupun Maze Runner. Namun, setelah menonton film ini, justru lebih kental dengan unsur X-Men, yaitu ketika manusia berevolusi dan berada di atas rata – rata. 

Dasar dari film ini memperlihatkan bahwa adanya ketakutan manusia jika ada manusia atau mahluk yang lebih superior dari dirinya. Seperti yang telah penulis jelaskan diatas, bahwa ini juga telah menjadi dasar beberapa film sebelumnya, seperti Divergent series yang ternyata ada kelompok “non-faksi” yang memiliki kecenderungan semua faksi, lalu ada X-Men dimana manusia berevolusi dan manusia menjadi paranoid karena menganggap tidak bisa hidup berdampingan. 

Jika membahasnya dengan sebuah teori, maka yang terbesit dipikiran penulis adalah teori dari Herbert Spencer, yaitu Survival of the Fittest. Inti dari teori ini adalah yang kuat yang akan bertahan hidup atau yang sekarang disebut dengan seleksi alam. Karena merasa mahluknya lebih lemah, maka manusia memiliki kecenderungan untuk takut atas manusia atau mahluk lain yang dianggap lebih kuat. 

   Ruby Daly dengan kekuatannya menghapus ingatan. Sumber : https://i.kinja-img.com

Film ini sebenarnya adalah sekuel, dimana ada 4 film lanjutan yaitu  “Never Fade”, “In The Afterlight”, “Throught The Dark” dan “Beyond The Night”. Sebagai film pengantar, film ini sukses menampilkan dasar yang kuat, memperkenalkan golongan evolusi dari warna seperti hijau, kuning, biru, merah dan oranye. Selanjutnya, film ini juga menampilkan siapa lawan siapa musuh. 
Namun, kritikan untuk film ini adalah kurang adanya kejutan – kejutan yang menarik layaknya film Sci-Fic lainnya. Justru, unsur drama lebih terasa kental ketika ada gejolak asmara antara Ruby Dale dan Liam. Namun, film ini cukup sukses mengantarkan konflik yang akan dibahas dalam film – film selanjutnya. 

Untuk pemeran utama, kembali sosok perempuan yang ditampilkan. Sosok perempuan yang spesial dan membawa harapan perubahan dari kehancuran yang ada saat ini. Namun, jika kita membandingkan tokoh utama perempuan seperti Shailene Woodley yang menjadi Tris dalam Divergent Series ataupun Jennifer Lawrance yang memerankan Katnis dalam Hunger Games, tokoh ini dirasa masih kurang. Amanda Stenberg sebagai tokoh utama perlu memperkuat ketokohannya dimana ia sebagai seorang yang akan melakukan perubahan dan orang – orang akan berdiri bersamanya. 

Justru, yang menonjol ada pada Liam. Liam sebagai sosok yang telah sukses melakukan revolusi pada League karena menurut Liam League sedang membuat sebuah pasukan. Sosok Liam lebih menjadi idola dibandingkan sosok Ruby. 

Jika menelusuri dari novelnya, maka dapat dipastikan bahwa banyak kejutan – kejutan yang menarik dalam lanjutan film ini. Dan pastinya, lebih banyak adegan action yang menegangkan jika dibandingkan dengan film pertamanya.   
  

Nilai : 7,5 


Ahmad Hidayah 
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia 


Sumber Gambar : http://hdqwalls.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: The Darkest Mind, Ketakutan Manusia Akan Mahluk yang Lebih Kuat Rating: 5 Reviewed By: mindis.id