mindis.id
Latest News
Wednesday, August 15, 2018

Review Film : Sebelum Iblis Menjemput

Baca Juga


Genre : Horor 
Sutradara : Timo Tjahyanto 
Produser : Sukdev Singh 
Rilis : 9 Agustus 2018 
Durasi : 110 Menit 

Pemeran : 

Chelsea Islan sebagai Alfie

Pevita Pearce sebagai Maya 

Samo Rafael sebagai Ruben 

Karina Suwandi sebagai Laksmi 

Ray Sahetapy sebagai Lesmana 


   Chelsea Island dan Pevita Pearce cukup apik dalam memerankan tokoh masing - masing. sumber : uzone.di

Sinopsis 

bercerita tentang Alfie yang diperankan oleh Chelsea Islan, seorang perempuan muda yang dihantui oleh masa lalunya yang kelam. Ia tinggal sebatang kara sejak ibunya wafat secara misterius. Ayah Alfie sendiri masih hidup namun memutuskan untuk menikah lagi dengan Laksmi (Karina Suwandi).
Ayah Alfie adalah seorang pengusaha sukses sebelum akhirnya ia jatuh miskin karena bangkrut. Setelah sakit-sakitan, ayah Alfie meninggal dunia dengan tidak wajar. Ingin mengetahui penyebabnya, Alfie justru mendatangi vila yang kerap ditinggali ayahnya.

Di vila tersebut, Alfie ternyata tak sendiri. Ia bertemu dengan ibu tirinya, Laksmi serta anaknya Maya (Pevita Pearce). Ketegangan semakin menjadi saat Alfie mengetahui maksud lain dari keluarga Laksmi di vila tersebut. Datang ke vila peninggalan ayahnya sepertinya jadi langkah yang salah. Alfie harus menghadapi berbagai teror mengerikan dari iblis bersama keluarga tirinya. Perlahan tapi pasti, rahasia sang ayah terkuak di vila tersebut.

Review 

Kesan pertama saya ketika awal film, langsung terbesit film besutan Joko Anwar “Pengabdi Setan”. Mulai dari font pada judul, musik lagu lawas yang ditampilkan, gaya sang “hantu” atau “dukun” di awal film, lalu latar yang bukan tahun saat ini, benar – benar seperti mengcopy – paste. Namun  itu hanya sekilas saja, film terus berjalan dan kengerian – kengerian yang ditampilkan sangat terasa berbeda dengan apa yang ditampilkan pada pengabdi setan. 

Umumnya, film seperti pengabdi setan atau film – film setan hollywood seperti karya James Wan, menampilkan efek kengerian dari suara. Film ini pun sama, namun bedanya pengambilan gambarnya saja. Kalau James Wan dan Joko Anwar tertarik dengan pengambilan Wide Shot, atau mulanya terfokus pada pemeran lalu muncul sekilas sang hantu dibelakang, film ini tidak terlalu menampilkan hal seperti itu, walaupun ada beberapa adegan yang menggunakan teknik tersebut. Setan langsung masuk ke frame dengan sound efek yang mencekam dan sukses membuat penonton teriak ketakutan. 

   Lesmana saat melakukan pesugihan. sumber : https://sinekdoks.files.wordpress.com/

Film ini sebenarnya tidak seperti film – film horor pada umumnya. Film ini lebih terkesan seperti zombie. Banyak darah yang ditampilkan. Apalagi, saat adegan sang ibu tiri mulai kerasukan setan. Benar – benar seperti zombie dan bukan setan. Selain itu, make up luka dan nanah yang ditampilkan Lesmana (Ray Sahetapi) pun cukum memukau dan sangat menjijikan. Namun, make up para setan benar – benar menyeramkan dan ini yang membuat film ini terus membuat penonton menutup mata ketakutan. 

Untuk alur cerita, saya harus mengatakan film ini anti klimaks. Nilai awal film tentang konflik keluarga terlalu dipaksakan sampai akhir sehingga film menjadi tidak terlalu jelas dan masuk akal. Padahal, dasar dari film ini cukup kuat, yaitu pesugihan. Saya katakan tidak jelas adalah saat Maya (Pevita Pearce) tiba – tiba menjadi jahat setelah membunuh ibunya yang kerasukan. Sebagai penonton, saya sempat berpikir, “ada apa dengan maya?” dan barulah sadar bahwa setan berpindah dari ibunya ke badan Maya. 

Cerita yang dibangun pun hampir tidak jelas diakhir film setelah Maya kerasukan. Sudah jelas bahwa Maya kerasukan, tapi sang adik masih tidak bisa membedakan hal tersebut dan tidak merasa ada yang aneh. Selanjutnya, Ruben pun tidak bertanya saat Maya kembali kerumah “Mengapa yang semula tangannya terluka tiba – tiba sudah sembuh saat kembali?” dan “mengapa dalam situasi mencekam seperti ini bisa – bisanya Maya berganti pakaian?” bukankah ini bukti seharusnya Ruben mempertanyakan hal – hal aneh tersebut. Banyak logika dan detail yang salah diakhir film.

   Maya (Pevita Pearce) bercucuran darah. sumber : Imdb.com

Selain itu, ada pula alur yang tidak jelas ketika Maya menemukan sebuah kliping tentang keluarganya dari dalam tas Alfie. Lalu Maya pun marah dan bertanya “lo mata – matain keluarga gue?”. Ini yang menjadi salah. Dalam kondisi mencekam dimana ada setan berkeliaran yang siap untuk membunuh mereka, dan dalam keadaan hujan, Maya justru meninggikan ego nya dan meninggalkan Alfie hanya karena sebuah kliping. Ini salah satu logika yang salah dan tidak masuk akal. 

Yang membuat saya tertarik untuk menonton film ini adalah pemeran utamanya, yaitu Pevita Pearce dan Chelsea Islan. Kedua pemeran utama ini sangat baik memerankan tokoh masing – masing. Pevita Pearce sangat baik memerankan sebagai seseorang yang sangat membenci ayahnya, namun dilubuk hatinya ia ingin memafkan. Dan Alfie pun sukses menampilkan kebencian tersebut terhadap ibu tirinya namun tidak pada saudara tirinya. Sama hal nya dengan Maya, Pevita Pearce juga sukses memerankan bahwa ia tidak membenci Alfie dan justru bersimpati. Namun, ia harus benci ketika sang ibu dihina oleh saudara tirinya tersebut. 

Jadi, secara garis besar film ini mulai dari sound efek, visual, pengambilan gambar sudah sangat baik. Para pemerannya pun bermain sangat baik. Namun, hanya saja alur cerita atau plot yang dibuat masih terasa minus logika dan perlu banyak memperhatikan detail, sehingga penonton bisa menikmati sajian film horor yang terbaik. 

Nilai : 8,0 


Ahmad Hidayah 
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia 


Sumber gambar : Youtube Screenplay Film 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 comments:

  1. Ada miss juga saat Alfie dipatahkan kaki kirinya, di ending yang pincang kaki kanannya.

    ReplyDelete

Item Reviewed: Review Film : Sebelum Iblis Menjemput Rating: 5 Reviewed By: mindis.id