mindis.id
Latest News
Friday, August 10, 2018

Review Film : Iron Jawed Angels

Baca Juga






Genre  : Drama, Historical, Politik 

Sutradara : Katja Von Garnier 

Rilis  : 16 Januari 2004 

Durasi  : 125 Menit 


Pemeran : 

Hillary Swank sebagai Alice Paul

Frances O'Connor sebagai Lucy Burns 

Julia Ormond sebagai Inez Milholland 

Anjelica Huston sebagai Carrie Chapman 


Sinopsis 

Iron Jawed Angles adalah sebuah film besutan Katja Von Garnier yang berdasar pada kisah nyata di Amerika sekitar awal abad-20. Film ini menceritakan tentang upaya keras para perempuan Amerika untuk memperjuangkan kewarganegaraan mereka. Bermula dari niatan dua aktivis muda Alice Paul dan Lucy Burns untuk merubah keadan perempuan Amerika pada masa itu. Mereka berdua telah mengambil dan menyelesaikan studinya di Inggris, kemudian mereka kembali ke Amerika untuk melangsungkan niat mereka memperjuangkan hak kaum perempuan.

Pada masa itu, perempuan tidak memiliki hak kewarganegaraan penuh sebagaimana laki-laki. Dengan begitu, mereka tidak memiliki Hak Pilih dalam ajang Pemilihan Umum (Pemilu). Dengan tidak memiliki Hak Pilih,n artinya tidak memiliki perwakilan yang artinya pula kepentingan dan kebutuhan mereka serta aspirasi perempuan secara umum tidak akan sampai ke parlemen. sehingga, tidak jarang, kebijakan pemerintah terasa tidak berpihak pada kepentingan perempuan.

Tetapi, ternyata tidak semua perempuan saat itu telah memiliki kesadaran yang sama. Maka, para aktivis menyadari bahwa penting sekali untuk meningkatkan kesadaran itu dulu . Sebelum kedatangan Alice Paul dan Lusy Burns untuk memperjuangkan hak perempuan, di Amerika telah ada sebuah organisasi yang mewadahi kepentingan perempuan untuk memperjuangkan haknya ini, yaitu NAWSA (National Women Suffrage Association). yang dipimpin oleh Carrie Cat dan Anna Shaw.

Alice dan Lusy datang menemui Carrie dan Anna untuk menawarkan diri bergabung dgn NAWSA. Alice dan Lusy sebenarnya membawa misi gugatan “Amandemen Konstitusi” thd Presiden Amerika (Woodrow Wilson). mereka akan menuntut Amandemen konstitusi yang mengatur mengenai hak kewarganegaraan – agar perempuan juga bisa diberi hak pilih dalam pemilu berikutnya.
Misi ini awalnya diragukan oleh Carrie dan Anna, tetapi setelah Alice mengajukan konsepnya, akhirnya mereka menyetujui.

Langkah demi langkah mereka lakukan. Dan waktupun semakin mendekati masa Pemilu lagi. Jumlah anggota mereka telah bertambah, dan upaya pencerdasan dan peningkatan kesadarn pun telah dilangsungkan. Tetapi karena kucuran dana yang mereka terima melebihi dana kas NAWSA, sehingga Alice dan Lusy (serta para anggotanya) mendapat tekanan dari pimpinan NAWSA sendiri. pada saat itu mereka pun juga masih bergabung dengan NAWSA. Lusy menyarankan pada Alice untuk memisahkan diri dari NAWSA, tetapi Alice tidak mau – dengan dasar bahwa ia tidak mau kaum perempuan sendiri mengalami perpecahan, terutama di mata publik.

Lusy mencoba meyakinkan Alice bahwa agenda yang telah mereka buat tidak akan berjalan mulus dengan adanya tekanan dari NAWSA. akhirnya Alice pun menyetujui untuk memisahkan diri dari NAWSA. Pergerakan mereka pun semakin maju, sedangkan NAWSA akhirnya menarik dukungannya dari mereka.

Berbagai macam rintangan mereka lalui, sampai pada akhirnya mereka harus menanggung akibat mendekam di penjara sebagai tahanan politik. berbagai penyiksaan dialami Alice dan teman2nya. tapi itu semua tidak mematahkan semangat mereka.

Review : 

Dari film Iron Jawed Angels ini penulis melihat tentang sebuah gerakan sosial efektif yang dilakukan oleh Alice, NAWSA dan NWP. Berdasarkan teori gerakan sosial Doug McAdam, John D McCarthy, dan Mayer N.Zald dalam Comparative Politic on Social Movement dijelaskan bahwa terdapat 3 aspek penting dalam efektifitas sebuah gerakan sosial. 

Pertama adalah political opportunity. Diawal film, dijelaskan bahwa belum terciptanya kesempatan politik yang memadai sehingga Alice Paul bersama NAWSA nya belum berhasil membuat pemerintah mengamandemen undang – undangnya. Barulah ketika dianiyaya dalam penjara, kesempatan itu kembali terbuka lebar. Rakyat menjadi simpati kepada Alice Paul dan tujuan peregerakannya. Rakyat mulai mempelajari apa yang mereka perjuangan dan seberapa penting perjuangan tersebut. 

Kedua adalah Structure Mobilization atau mobilisasi struktur. Mobilisasi struktur adalah bagaimana gerakan sosial ini melibatkan banyak pihak, mulai dari aktor di dalam pemerintah, simpatisan, hingga kelompok penekan. Hal ini dilakukan Alice Paul pertama kali dengan mengambil alih NAWSA. Namun, Alice Paul lanjut dengan membentuk NWP agar dampak yang ditimbulkan lebih besar. 

Ketiga adalah culture framing, sebuah tindakan untuk mem-branding pergerakan, mengkonstruk ulang peristiwa,  sehingga dapat menimbulkan simpati dan keberpihakan seseorang akan gerakan sosial tersebut. Ini dilakukan Alice beberapa kali, yaitu ketika melakukan parade lalu bahkan Alice Paul membuat media massa sendiri untuk melakukan culture framing dan mencari massa dan simpatisan sebanyak – banyaknya. Ketiga adalah peran media massa yang mempublikasikan tentang aksi mogok makan Alice Paul di dalam penjara. 

Analisis penulis, Alice Paul bersama rekan – rekannya telah melakukan ketiga hal ini sehingga gerakan sosial yang mereka lakukan berhasil, yaitu amandemen undang – undang untuk pemilih perempuan. Sebuah gerakan sosial memang selalu memakan waktu hingga berhasil, mengeluarkan banyak pengorbanan, namun hasil yang sesuai jika tercapai.          


Ahmad Hidayah 
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia 


Sumber gambar : kapanlagi.com 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 comments:

Item Reviewed: Review Film : Iron Jawed Angels Rating: 5 Reviewed By: mindis.id