mindis.id
Latest News
Thursday, August 23, 2018

Partner For Justice, Memburu Pelaku Kriminal dari Hasil Otopsi Forensik

Baca Juga


Genre : Kriminal, misteri 
Episode : 32 
Distributor : MBC 
Sutradara : No DO Cheoul 

Pemeran : 

Jung Jae Yong sebagai Baek Boom
Jeong Yu mi sebagai Jaksa Eun Sol 
Lee Yi Kyung sebagai detektif Cha
Stephanie Lee sebagai Stella Hwang 

Sinopsis 

Sesosok mayat pelajar perempuan ditemukan di sebuah bukit pada suatu malam. Mayat tersebut lantas dibawa ke Badan Forensik Nasional untuk ditangani Baek Boom (diperankan oleh Jung Jae Young), seorang dokter forensik andal yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun. Baek Boom terkenal dengan sikapnya yang perfeksionis dan pemarah. Ia tidak akan segan-segan mendamprat anak buahnya yang bekerja asal-asalan dan ceroboh. Saking kerasnya dalam bekerja sampai ada yang mengatakan bahwa jika ingin diperlakukan baik oleh Baek Boom, maka orang itu harus mati dahulu. Bahkan Detektif Cha Soo Hoo (diperankan Lee Yi Kyung) yang menangani kasus tersebut tak luput dari cecaran Baek Boom. Pasalnya Detektif Cha berkeras bahwa mayat pelajar perempuan tersebut adalah korban pemerkosaan dan pembunuhan.

Baek Boom kemudian memperlihatkan tanda-tanda memar di tubuh korban. Hasil dari autopsinya menunjukkan bahwa korban tidak memilki ciri-ciri akibat tindak pemerkosaan, melainkan murni sebuah kecelakaan mobil namun disamarkan sebagai kasus pemerkosaan. Bagi Baek Boom, bukti fisik pada tubuh korban lebih berarti ketimbang sekadar asumsi kepolisian.

    Detective Cha (kiri) bersama dengan Jaksa Eun Sol (kanan) sedang melakukan analisis terhadap suatu kasus. sumber : Dramabanget.com 

Eun Sol, seorang jaksa baru (diperankan oleh Jeong Yu Mi) di Divisi Kriminal Delapan, menjadi korban amukan Baek Boom selanjutnya. Saat itu Eun Sol sedang ditugasi menyelidiki kasus tewasnya seorang wanita yang diduga dibunuh oleh suaminya sendiri. Wanita tersebut ditemukan pramuwisma dalam keadaan menggeletak miring di atas karpet rumahnya sendiri. Diketahui suami sang wanita yang menjadi tersangka utama adalah putra konglemerat yang memilki ayah seorang anggota parlemen dan kakek mantan Ketua MA. Seperti kata atasan Eun Sol di Kantor Kejaksaan, suami si korban adalah cucu konglemerat yang dimanjakan. Menurut keterangan Detektif Cha, pasangan suami-istri ini dilaporkan sering bertengkar.

Sial bagi Eun Sol, kasus pertama yang ditanganinya itu mempertemukannya dengan Baek Boom. Ia merasa seperti sedang diplonco sebagai tradisi karyawan baru. Namun Eun Sol tidak menyangkal sudah melakukan kecerobohan. Tanpa memakai sarung tangan dan sarung sepatu, Eun Sol secara ceroboh membalik tubuh korban yang mengakibatkan rusaknya TKP. Pembelaan Detektif Cha bahwa ini adalah hari pertama Eun Sol bekerja justru semakin membuat Baek Boom mengamuk.

Kekacauan di TKP tersebut tentunya membuat Eun Sol terguncang. Namun semangatnya dalam bekerja tidak surut. Sampai jauh malam ia memeriksa foto-foto TKP di rumahnya. Sementara itu Baek Boom menemukan kejanggalan dalam tubuh korban saat melakukan otopsi. Rupanya si korban sedang dalam tahap awal kehamilan.

Apa sebetulnya yang terjadi di balik misteri tewasnya wanita tersebut? Benarkah ini sebuah kasus pembuhan dan suami korban memang pelakunya? Dapatkah Jaksa Eun Sol memecahkan kasus pertamanya tersebut dengan memuaskan? Dan dapatkah ia bekerja sama dengan Baek Boom, si dokter forensik yang sangat eksentrik tersebut?

Review 

Drama korea memang selalu memunculkan salah satu profesi sebagai landasaran ceritanya, dan kali ini adalah profesi dokter bedah forensik yang melalukan otopsi pada mayat. Film ini secara garis besar ingin memperlihatkan bahwa dalam sebuah kasus, khususnya pembunuhan, banyak pihak – pihak yang terkait, yaitu kepolisian, jaksa, dan dokter forensik. Kepolisian dan jaksa dapat bergerak berdasarkan petunjuk yang diperoleh dari forensik, misalnya seperti sidik jari, alat untuk membunuh, waktu kematian, serta bagaimana hingga terbunuh. Untuk itu, film ini menekankan bagaimana pentingnya otopsi pada mayat yang dilakukan oleh doktor forensik. 

Ada kata – kata yang bagus menurut penulis, diantarnya adalah orang meninggal juga pernah mekar pada saat dia hidup. Untuk itu perlakukannya orang yang sudah meninggal seperti manusia hidup. Selain itu, film ini juga menjelaskan bahwa kematian adalah cerita terakhir seseorang yang perlu dipahami. 

Film ini memiliki detail yang sangat baik, yaitu setiap kasusnya berdasarkan istilah kedokteran yang rumit namun dapat dijelaskan dalam hal yang mudah untuk dimengerti oleh setiap orang sehingga proses kematian bisa dimengerti oleh penonton. Namun, saking terlalu fokus akan detail, dasar dari cerita ini jadi tidak kuat. Yaitu kasus kematian Yong, sahabat Baek Bom dan kecelakan yang menimpanya kurang dieksplore lebih dalam lagi. Padahal, ini adalah inti dari cerita. 

   Kejaksaan, Kepolisian bersama dengan dokter forensik berusaha untuk menemukan petunjuk dari korban pembunuhan. sumber : ohk.tv 

Selain itu, akhir dari cerita ini juga menggantung. Ditengah – tengah kasus yang sedang dihadapi oleh kejaksaan bersama dengan forensik, namun ini tidak dilanjutkan lagi pada episode 32. Padahal, terdapat tulisan to be continued. Entah apa yang menyebabkan film ini berakhir dengan gantung seperti itu. 

Untuk tokoh, Jung Jae Yong sebagai Baek Boom berperan sangat baik. Namun, masih terasa kurang di eksplor. Misalnya mengapa ia mengoleksi banyak senjata dirumahnya. Lalu untuk Jaksa Eun Sol yang diperankan oleh Jeong Yu mi juga kurang dieksplor. Padahal, ada konflik keluarga diawal cerita dimana orang tuanya tidak mengizinkan ia untuk menjadi jaksa. Setelah diperlihatkan di awal, konflik tersebut sampai akhir drama tidak diangkat. Sehingga pandangan penonton orang tua Eun Sol memang sudah tidak peduli. Padahal, jika konflik ini dikembangkan akan menjadi cerita yang lebih menarik. 

Selain itu, tokoh pemeran pembantu dalam film ini cukup baik. Sebut saja Lee Yi Kyung yang berperan sebagai detektif Cha, lalu ada Stephanie Lee yang berperan sebagai Stella Hwang, seorang ahli zat kimia terbaik di Korea. Tokoh – tokoh pembantu dalam film ini justru membuat film ini jadi lebih menarik karena secara tidak langsung menggambarkan bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam mengungkap sebuah kasus. 


Nilai : 8,0 

Ahmad Hidayah 
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia 


Sumber gambar : https://celebrity.okezone.com

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Partner For Justice, Memburu Pelaku Kriminal dari Hasil Otopsi Forensik Rating: 5 Reviewed By: mindis.id