mindis.id
Latest News
Tuesday, August 7, 2018

Membandingkan Respons Pemerintah Indonesia dengan Singapura Terkait Imigran Rohingya

Baca Juga




MINDIS.ID - Beberapa waktu silam, kasus etnis Rohingya menjadi isu hangat di dunia internasional. Masalah yang disebabkan oleh pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar berdampak bagi negara – negara disekitarnya. Posisi etnis Rohingya yang kian terjepit  membuat mereka mulai meninggalkan Rakhine State dan menuju daerah – daerah di sekitarnya untuk mendapatkan suaka. Namun, negara –negara disekitarnya memiliki respon yang beragam, dan tak sedikit yang menolak.

Sejak 2016 silam, Rakhine State memang sudah memanas. Kejadian awal ketika kelompok militan yang diduga merupakan etnis Rohingya menyerang pos polisi. Setelah itu, terjadi balasan penyerangan yang diduga pembakaran rumah – rumah warga yang oleh militer Myanmar. Pemerintah dan militer Myanmar berdalih bahwa penyerangan ini merupakan serangan balasan dan militan 
Rohingya dianggap sebagai sebuah gerakan terorisme. 

Banyak opini yang muncul terkait isu ini. Mulai dari yang pro terhadap pemerintah dan militer Myanmar, ada pula yang mengecam tindakan yang dianggap PBB sebagai pembasmian etnis Rohingya. Namun, faktanya adalah kasus internal negara Myanmar ini telah menjadi perhatian publik internasional dan menjadi sebuah permasalahan kawasan dikarenakan banyaknya etnis Rohingya yang melarikan diri dari wilayah konflik dan menuju negara – negara di sekitarnya.

Respons Pemerintah Indonesia 

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang dengan tegas mengecam tindakan keras militer Myanmar terhadap etnis Rohingya. Dalam Pertemuan Organization of Islamic Cooperation Contact Group on Rohingya  di sela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) ke-72 PBB di New York, Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menjelaskan bahwa Indonesia akan terus memberikan kontribusi bagi penyelesaian masalah di Rakhine State. 

Dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyampaikan proposal Formula 4+1 untuk membantu menyelesaikan masalah di Rakhine State. Formula tersebut terdiri dari empat elemen, yaitu mengembalikan stabilitas dan keamanan, menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan, perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State tanpa memandang suku dan agama, dan pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan keamanan.


    Demonstrasi terkait Muslim Rohingya di Medan, Sumatera Utara. Sumber foto : mudanews.com

Pemerintah Indonesia memandang isu Rohingya telah menjadi permasalahan internal yang berimbas bagi menjadi sebuah masalah kawasan. Sebab, permasalahan internal yaitu antara etnis Rohingya dengan pemerintah menyebabkan begitu banyaknya gelombang imigran yang mencari suaka – suaka di negara sekitarnya. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa akar masalahnya ada pada permasalahan internal sehingga internal yang harus menyelesaikan sehingga permasalahan kawasan juga dapat terselesaikan. 

Namun, posisi Indonesia juga tidak terlalu bisa ikut campur urusan dalam negeri karena berpegang teguh dengan aturan non-intervensi sesama anggota ASEAN.  Kunjungan Menteri Retno Marsudi ke PBB serta Myanmar hanya sebatas memberikan saran agar konflik cepat mereda.

Selain itu, Indonesia juga mematuhi hukum yaitu asas non-refoulement yang memberi kebijakan untuk menerima para pengungsi dan memberikan tempat untuk proses pengembalian ke negara ketiga. Dalam hal ini, Indonesia bekerja sama dengan UNHCR dan lembaga-lembaga internasional. Artinya, posisi Indonesia adalah hanya sebagai tempat singgah dan bukan menyediakan suaka bagi etnis Rohingya.  

Respons Pemerintah Singapura 

Berbeda dengan Indonesia, Singapura adalah negara yang tidak membuka pintu negaranya untuk para pengungsi dari Rohingya. Dilansir dari Straits Times, Menteri Luar Negeri Singapura Balaji Sadasivan.  Menurutnya bahwa Singapura tidak memiliki cukup lahan untuk menampung para imigran ini. Ia juga menambahkan bahwa walaupun tidak membantu untuk membukakan pintu negaranya untuk para imigran, Singapura akan membantu dalam menyediakan tenaga medis, makanan dan obat – obatan. 

Respon Singapura terhadap imigran ini cukup realistis mengingat Singapura merupakan negara kecil dan tidak memiliki cukup lahan untuk menampung parapengungsi. Posisi pemerintah Singapura saat ini adalah lebih mementingkan kepentingan dalam negerinya dibandingkan luar negeri. Singapura juga melihat bahwa adanya imigran yang masuk ke Singapura nantinya dapat berdampak pada konflik horizontal antar masyarakat. 

Penolakan Singapura terhadap para imigran ini juga tergolong masuk akal melihat sejarah Singapura pada tahun 1970an yang pernah menampung imigran dari Vietnam. Saat itu, kebijakan luar negeri Singapura adalah membuka pintu bagi para imigran Vietnam dan menyediakan tempat selama 90 hari sampai pengungsi tersebut mendapat tempat tujuan.  Dalam hal ini pemerintah Singapura bekerja ama dengan UNHCR, sebuah organisasi milik PBB yang terkonsentrasi mengenai imigran. 

Pada kenyataannya, UNHCR dan pemerintah Singapura tidak berhasil untuk mencarikan negara yang akan menampung para pengungsi tersebut. Sampai akhirnya, pada tahun 1996 pemerintah Singapura menutup tempat penampungan tersebut dan menutup pula pintu negaranya untuk para imigran

Berbanding Terbalik 

Respon pemerintah Indonesia sangat jelas yaitu membuka pintu sebesar – besarnya bagi para imigran dari Rohingya. Namun, Kebijakan pemerintah Indonesia adalah tidak memberikan suaka, dan hanya memberikan tempat sementara untuk para pengungsi yang akan dicarikan negara yang siap menampung dan memberikan suaka untuk para pengungsi tersebut. 

Berbeda dengan Indonesia, dengan alasan tidak memiliki cukup lahan, pemerintah Singapura dengan tegas menutup pintu negaranya untuk para pengungsi. Hal ini menjadi masuk akal mengingat sejarah Singapura yang tidak terlalu baik menyangkut soal para imigran.  



Ahmad Hidayah 
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia 


Sumber Foto : Global Living Foundation 

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Membandingkan Respons Pemerintah Indonesia dengan Singapura Terkait Imigran Rohingya Rating: 5 Reviewed By: mindis.id