mindis.id
Latest News
Thursday, August 16, 2018

Beda Kelas, Tim Basket Putri Indonesia Harus Takluk Dari Korea Bersatu

Baca Juga

    Cristine Aldora Tjundawan berusaha melewati pemain Korea Bersatu. Indonesia harus kalah 108 - 40. Sumber : Liputan6.com - bola.com/ Helmy Firiansyah) 


MINDIS.ID – Korea Selatan memang menjadi salah satu negara favorit juara untuk cabang olahraga bola basket, baik putra maupun putri. Setelah sehari sebelumnya timnas bola basket putra Indonesia kalah dari Korea Selatan, kini menyusul tim basket putri yang kalah dari Korea bersatu, dengan skor 108 – 40. 

Disebut sebagai tim Korea Bersatu sebab tim basket putri ini tidak hanya dari Korea Selatan melainkan juga Korea Utara. Menurut pelatih tim basket putri Korea bersatu, Lee Moon Kyu seperti dilansir sportdetik.com, bahwa Korea Selatan dan Korea Utara sejatinya masih satu negara dan satu keluarga, sehingga mereka dapat akur dalam Asian Games. 

Cristine Aldora Tjundawan berusaha merebut bola dari pemain Korea Bersatu. Indonesia harus kalah 108 - 40. Sumber : Liputan6.com - bola.com/ Helmy Firiansyah) 

Walaupun proses penggabungan kedua tim ini dinilai tidak memiliki cukup waktu, namun pelatih Lee tetap menargetkan medali emas. Berbanding terbalik dengan Indonesia yang tidak memiliki target khusus dan hanya diharapkan bermain dengan baik saja. 

Dari pertandingan kemarin, penulis mencoba menganalisis beberapa catatan penting : 

1. Otak serangan Korea bersatu ada pada Park Hye Jin 

Park Hye Jin menjadi otak dari setiap serangan Korea bersatu. Ia berhasil memainkan ritme satu sentuhan, permainan tanpa driblle, dan menginstruksikan pemain lainnya untuk membuka ruang. Setiap poin yang dihasilkan oleh Korea adalah simple basketball atau poin dengan pemain tanpa 
penjagaan, baik lemparan dari luar maupun dalam. 

Berbeda dengan Indonesia. Motor penggeraknya hanya pada Debby sebagai playmaker. Debby pun sering menerobos sendiri dan menghasilkan poin. Namun, Debby terkesan main sendiri dan tidak bermain secara tim. Ini sangat berbeda dengan Korea, Park Hye Jin berhasil membuat Korea bermain sangat kolektif. 

  Park Hye Jin, sang motor serangan Korea Bersatu. sumber : Sport.detik.com 

Berbeda dengan Korea yang bermain sangat sabar, Indonesia justru terkesan kebingungan. Debby memang memiliki skill dribble yang baik, namun ini tidak dibarengi dengan teman setimnya. Sehingga, sering kali tembakannya pun dianggap sangat memaksa. 

2. Setiap pemain bisa mencetak angka 

Berbeda apa yang ditampilkan Korea bersatu dengan indonesia. Korea memainkan simple basketball, yaitu membuka ruang lalu menembak ketika ruang terbuka. Pick and roll yang diterapkan berhasil membuat setiap pemain jadi bebas menembak. Dan menariknya, hampir dipastikan setiap pemain bisa menembak dengan sempurna. Ini berbanding terbalik dengan Indonesia. Indonesia sulit membuat ruang, dan kalaupun ada ruang, jarang ada yang masuk. Mungkin perlu adanya peningkatan akurasi tembakan. 

3. Defence yang kacau 

Timnas Indonesia berusaha menggunakan 3 taktik bertahan, zone 2-3, Halfcourt defence, dan fullcourt defence yang dibarengi dengan man – to – man marking. Namun sayang, tidak ada satupun defence yang berhasil dijalankan dengan baik. Pada zone defence 2-3, sisi samping lapangan selalu kosong dan dibiarkan menembak sehingga sering kali kecolongan tembakan 3 angka. Lalu pada saat halfcourt, dengan sedikit pick and roll pemain Korea dengan mudah lepas. Lalu saat fullcourt, pemain 4 dan 5 dibagian belakang selalu terlambat intercept sehingga dengan mudah pemain Korea berhasil mencetak angka. 
  

Ahmad Hidayah 
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia 

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Beda Kelas, Tim Basket Putri Indonesia Harus Takluk Dari Korea Bersatu Rating: 5 Reviewed By: mindis.id