mindis.id
Latest News
Monday, July 23, 2018

Doula, Sahabat Ibu Sebelum hingga Setelah Persalinan

Baca Juga

doula

 
Calon Ibu terlihat sudah memiliki waktu sembilan bulan untuk mempersiapkan segala proses persalinan, namun ketika waktu persalinan mendekat, tetap saja mereka merasa panik dan cemas. Rasa takut dan cemas ini bisa datang dari berbagai sumber, sehingga banyak wanita hamil yang merasa takut melahirkan. Terkadang calon ibu tak mengetahui cara mengantisipasi dan menangani rasa panik dan cemasnya, bahkan para suami yang seharusnya menjadi penenang, tetap tak bisa mengurangi rasa paniknya.

Dalam mengatasi rasa panik dan cemasnya, ada beberapa diantara calon ibu milenial yang menggunakan jasa doula (dibaca: doo-la), untuk mendampingi masa sebelum hingga setelah persalinan.

Kata doula berasal dari bahasa Yunani, artinya women's servant atau seorang wanita yang melayani atau hamba. Menurut DONA (Doulas of North America), organisasi doula tertua, doula adalah seorang profesional yang terlatih dalam proses persalinan dan memberikan dukungan terus menerus untuk ibu sebelum, selama, dan setelah kelahiran.

Istilah doula sendiri pertama kali dipakai dalam studi filsafat manusia oleh Dana Raphael di tahun 1969. Ia berpendapat, seorang perempuan akan merasa nyaman saat didampingi oleh perempuan lain. Dalam masyarakat tradisional, peran ini bisa dilakukan oleh keluarga atau teman.

Keberadaan doula ini sebenarnya sudah cukup lama, tapi memang belum terkenal dan jasanya belum banyak dipakai di Indonesia. Doula sendiri baru masuk di Indonesia pada tahun 2010. Padahal, sebuah jurnal yang diterbitkan American Association of Critical-Care Nurses (AACN) menjelaskan penggunaan jasa doula sebenarnya telah ada sejak tahun 1980-an. Sejak itu, praktik jasa doula mulai berkembang di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Prancis, Belgia, Afrika Selatan, dan Finlandia.

Ada dua jenis doula, birth doula dan post-partum doula. Namun, yang jasanya sering dipakai di Indonesia hanya birth doula saja. Birth doula bertugas mendampingi ibu hamil mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan, hingga membantu pada proses kelahiran. Sedangkan, post-partum doula, tugasnya ialah membantu ibu baru untuk menyesuaikan diri dalam tanggung jawabnya sebagai orangtua.

Untuk menjadi seorang doula, harus terlebih dahulu menjalani pelatihan yang dilakukan oleh DONA Internasional dan juga tambahan beberapa lembaga lain seperti Amani Birth (lembaga doula muslim). Sebagai bukti pelatihan, akan diberikan sertifikat bagi doula tersebut.

Kehadiran doula nyatanya memberi banyak dampak positif dalam persalinan. DONA juga telah menerbitkan hasil studi bahwa doula punya berbagai dampak positif bagi Ibu yang akan melahirkan, seperti mempercepat proses persalinan, mengurangi kelahiran dengan operasi sesar, mengurangi penggunaan obat nyeri, serta membuat Ibu lebih percaya diri saat bersalin.

Untuk itu, satu hal utama yang perlu di pertimbangkan ialah pastikan doula yang akan dipilih cocok dengan kepribadian calon ibu tersebut dan dapat dipercaya dalam kondisi apa pun. Tentunya butuh proses cukup panjang untuk mendapatkan chemistry yang cocok antara Ibu dan doula. Karena itu, sangat dianjurkan hubungan antara keduanya harus dipupuk jauh-jauh hari pada masa awal mengandung.

Jika punya segudang pertanyaan seputar masa kehamilan, doula dengan senang hati akan menjadi teman dan tentunya membantu mencari informasi tentang berbagai metode melahirkan. Namun, tetap saja doula tak punya hak untuk mengambil keputusan atas bagaimana metode yang dipilih. Setiap pilihan tetap Ibu dan pasangan yang menentukan.

Tugas doula tak hanya sampai saat persalinan. Jika membutuhkan sahabat dan pendamping pasca-melahirkan, Ibu juga bisa menggunakan jasa post-partum doula. Di sini ia dapat membantu dan mendampingi Ibu mencari informasi-informasi yang dibutuhkan pasca-melahirkan.

Meski tengah menjadi tren di kalangan milenial, profesi doula ternyata belum diakui resmi di Indonesia. Doula masih belum bisa dicantumkan sebagai profesi resmi untuk lapor pajak atau dituliskan di kolom pekerjaan kartu identitas. Tak hanya itu, dalam lingkup medis pun belum banyak dokter yang menyambut hangat adanya doula di ruang persalinan.


Syifa HoirunnisaPoliteknik Negeri Jakarta


Sumber gambar: buildingvillages.org

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Doula, Sahabat Ibu Sebelum hingga Setelah Persalinan Rating: 5 Reviewed By: mindis.id