mindis.id
Latest News
Thursday, December 7, 2017

Waspada Difteri!

Baca Juga

Corynebacterium diptheriae

Difteri kembali mewabah di Indonesia. Kementerian Kesehatan bahkan sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) karena penyakit mematikan yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae ini telah memakan puluhan korban jiwa setidaknya di 20 provinsi.

Pada kurun waktu Oktober hingga November 2017, ada 11 Provinsi yang melaporkan terjadinya KLB difteri, antara lain di Sumatra Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Umumnya, difteri menyerang anak-anak di bawah 10 tahun yang belum pernah mendapatkan imunisasi. Di Indonesia, Koesmedi, Kepala Dinas DKI Jakarta, menyebutkan orang dewasa berusia 45–54 tahun juga menjadi korban infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan. Saat ini pemerintah masih mencari tahu kenapa orang dewasa juga bisa terserang.

Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Bakteri ini dapat menular melalui percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk, ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum. Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk. Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita, penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Beberapa gejala awal difteri yang perlu diwaspadai, yaitu demam sekitar 38 derajat Celcius, rasa lemas dan lelah yang berlebihan, munculnya selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan, dan mudah berdarah jika dilepaskan, sakit saat menelan, terkadang disertai pembesaran kelenjar getah bening dan pembengkakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck, serta timbulnya sesak napas.

Dari banyaknya kasus yang ditemukan, sebagian besar penderita belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali. Imunisasi difetri termasuk imunisasi wajib. Seorang bayi berusia enam bulan harus sudah mendapat imunisasi difetri dan diulang kembali saat SD. Vaksin untuk imunisasi difetri ada tiga jenis, yaitu vaksin DPT-HB-HiB, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda.  Imunisasi difteri diberikan melalui imunisasi dasar pada bayi di bawah satu tahun sebanyak tiga dosis vaksin DPT-HB-HiB dengan jarak satu bulan.

Selanjutnya diberikan imunisasi lanjutan dilakukan saat anak berusia 18 bulan diberikan satu dosis vaksin DPT-HB-HiB, pada anak kelas 1 SD diberikan satu dosis vaksin DT, lalu saat anak kelas 2 dan 5 SD diberikan satu dosis vaksin Td.

Meskipun umumnya menyerang anak kecil, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang dewasa terserang difteri, misalnya daya tahan tubuhnya menurun. Selain itu, difteri juga dapat terjadi kapan saja, tidak terpengaruh oleh musim kemarau maupun penghujan. Jika gejala mulai muncul, segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan awal.


Nurimah Kurniasih
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: dovemed.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Waspada Difteri! Rating: 5 Reviewed By: mindis.id