mindis.id
Latest News
Thursday, December 14, 2017

Rayakan “Banjir” Diskon Tahunan dengan Harbolnas

Baca Juga

tren belanja online


Di era serba digital seperti sekarang ini, membawa banyak perubahan dalam gaya hidup masyarakat yang lebih sering berinteraksi di dunia maya. Bahkan untuk berbelanja, orang sekarang lebih menyukai belanja daring (online) karena lebih praktis, menghemat waktu dan dapat melakukan perbandingan harga dengan cepat.

Perkembangan masyarakat dalam berbelanja melalui internet, akhirnya melahirkan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), yang sekarang dirayakan setiap tahunnya.

Mengenal Harbolnas
Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional adalah kegiatan tahunan yang digelar kolektif oleh berbagai e-commerce di Indonesia. Harbolnas bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk mengenal kemudahan berbelanja daring yang aman, nyaman, dan tentunya bisa dilakukan kapan saja. Tidak hanya itu saja, kegiatan yang digelar selama 24 jam ini juga memiliki misi untuk memajukan industri e-commerce di Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan pengguna internet cukup tinggi.

Pertama kali dilaksanakan pada 12 Desember 2012, yang pada awalnya diambil karena bertepatan dengan angka cantik, yaitu 12.12.12. Setelah itu, tahun selanjutnya Harbolnas tetap dilaksanakan pada tanggal yang sama.

Harbolnas dicetuskan pertama kali oleh perusahaan-perusahaan e-commerce di Indonesia yang bergabung di Asosiasi Ecommerce Indonesia (IdeA), yaitu Lazada, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka, and Bukalapak.

Konsepnya sendiri ialah dengan menawarkan diskon besar-besaran dalam satu hari. Pembeli bisa mendapat penawaran diskon terbesar selama setahun untuk produk-produk menarik yang dijual melalui situs belanja online. Meski dirayakan pada 12 Desember, namun ada banyak yang sudah memberikan diskon sebelum hingga sesudah acara inti. Yang ditawarkan pun sangat beragam, diskon bisa mencapai 90%, harga serba Rp12.000, harga spesial, dan lainnya.

Kegiatan belanja daring ini bisa sukses karena dukungan dari  banyak pihak, mulai dari industri telekomunikasi, perbankan, logistik, hingga media. Bahkan di 2017 ini, kegiatan ini mulai bergerak menjangkau UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia untuk ikut ambil peran. #BelanjaOnlineBersama menjadi tagline tahun ini dengan alasan ingin mendorong lebih banyak UMKM untuk go-online dan merasakan dampak bisnis dari Harbolnas, yang berdampingan dengan pemain e-commerce besar lainnya.

Dari tahun ke tahun, peserta Harbolnas mempunyai peningkatan yang pesat. Tahun pertama yang hanya diikuti oleh enam perusahaan e-commerce, menjadi 22 partisipan pada 2013, 78 di 2014, lalu menjadi 140 pada 2015, terjadi peningkatan pesat pada 2016 menjadi 211 partisipan, dan pada 2017 ini diikuti oleh 254 partisipan.

Terinspirasi dari Perayaan di Luar Negeri 
Kegiatan Harbolnas tidak bisa kita lepaskan dari kegiatan Cyber Monday di negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Jepang, dan juga kegiatan Black Friday yang ada di Amerika Serikat.

Cyber Monday sebenarnya merupakan sebuah istilah yang cukup baru. Istilah ini bermula dari sebuah laporan oleh shop.org pada 2004 yang menyebutkan bahwa para pemilik toko online di Amerika Serikat mengalami peningkatan penjualan pada Senin setelah Thanksgiving.

Mereka percaya bahwa hal itu terjadi karena orang-orang melakukan pembelian secara online lewat komputer mereka di tempat kerja, karena akses internet lebih cepat dan anak-anak mereka tidak dapat mengintip hadiah mereka.

Ellen Davis adalah orang pertama yang memakai istilah Cyber Monday dalam sebuah press release berjudul “Cyber Monday Quickly Becoming One of the Biggest Online Shopping Days of the Year” yang dipublikasikan di shop.org pada 28 November 2005. Hampir 77% pedagang online diklaim mengalami peningkatan penjualannya secara substansial pada momen belanja tersebut.

Sedangkan, Black Friday merupakan istilah yang pertama kali muncul pada 1960-an, hal ini sebenarnya untuk menggambarkan keadaan saat banyak sekali orang-orang dan kemacetan di mana-mana akibat toko-toko yang memberikan berbagai penawaran atau diskon. Setelah 20 tahun berselang, akhirnya “Black Friday” mulai populer untuk menyebut kegiatan belanja setelah Thanksgiving.

Ada pula yang menyebutkan istilah ini merujuk pada neraca perdagangan, di mana rata-rata toko mencatatkan kerugian (tinta merah) pada Januari–November. Namun, ketika musim belanja Natal dan tahun baru tiba, para retailer ini akhirnya mendapat keuntungan (tinta hitam).

Di Amerika Serikat, barang-barang yang paling banyak terjual saat Cyber Monday biasanya berupa pakaian maupun sepatu. Sementara, barang-barang lainnya tidak begitu banyak terjual, karena penawaran saat Black Friday biasanya lebih menggiurkan.

Karena suksesnya perayaan hari belanja online di luar negeri, penyelenggaraan Harbolnas di Indonesia pun diharapkan mempunyai kesuksesan yang sama seiring dengan masyarakat Indonesia yang mulai “melek” akan perkembangan teknologi. Harapan ini juga semakin besar karena dilihat dari perkembangan kegiatan dari tahun ke tahun.


Syifa Hoirunnisa
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: tangandiatas.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Rayakan “Banjir” Diskon Tahunan dengan Harbolnas Rating: 5 Reviewed By: mindis.id