mindis.id
Latest News
Monday, December 18, 2017

Menikah Muda? Ya Atau Tidak?

Baca Juga

nikah muda


Menikah adalah sebuah momen yang paling dinanti banyak orang. Menikah berarti mau berbagi secara sukarela separuh dari kehidupan kita kepada pasangan. Menikah bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, tidak semua sifat pasangan dapat diterima dengan mudah. 

Menikah adalah salah satu keputusan besar dalam kehidupan. Memutuskan untuk menikah memerlukan pertimbangan panjang dan keyakinan kuat. Bagaimana tidak? Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang yang saling mencintai, melainkan juga dua keluarga yang tidak saling mengenal sebelumnya. Perlu kematangan secara emosi dan fisik dalam sebuah pernikahan. Lalu, bagaimana dengan nikah muda di usia 18-21 tahun yang saat ini tengah populer?

Tentu tidak ada yang salah dari menikah muda. Banyak orang tua yang dulunya menikah di usia muda, terutama saat masa penjajahan. Menikah di usia muda memberikan beberapa keuntungan, terutama untuk kondisi kesuburan yang tinggi. Menikah muda juga dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti zina. Menikah muda juga dapat berkaitan dengan masa depan anak. Jarak usia antara orang tua dan anak yang tidak terlalu jauh akan membuat anak merasa lebih dekat kepada orang tuanya.

Namun, karena usia yang masih muda, sering kali emosi seseorang yang belum matang dan stabil dapat menimbulkan keputusan fatal yang berujung perceraian. Selain itu, usia muda adalah masa seseorang menemukan jati dirinya serta mencapai mimpi, saat sudah memiliki keluarga di usia muda tentu akan sulit untuk membagi waktu antara keluarga dan kehidupan di luar rumah. Menikah muda membuat wanita memiliki waktu yang tidak banyak untuk mengenal dirinya sendiri dan orang lain, sehingga kemungkinan bersama "pria yang salah" akan semakin besar. Pengalaman di usia 20-an tahun akan membentuk wanita untuk lebih dewasa dan lebih tahu mana yang paling baik untuk dirinya.

Saat ini, berdasarkan Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, batas usia menikah bagi perempuan ialah 16 tahun dan pria 19 tahun. Beberapa waktu lalu, Yayasan Kesehatan Perempuan dan Yayasan Pemantauan Hak Anak mengajukan gugatan untuk menaikkan batasan umur untuk menikah. Namun, MK menolaknya dan menyatakan tidak ada jaminan bahwa jika batas usia minimal menikah dinaikkan maka angka perceraian akan berkurang. Lebih jauh, menurut MK, tidak ada aturan dalam agama Islam yang menjelaskan batas usia.

Menikah muda menjadi solusi bagi beberapa kalangan agar anak-anak muda tidak terjebak pada perzinaan dan pergaulan bebas sehingga dibutuhkan panduan. Akan tetapi, di sisi lain tentu menuai konsekuensi mengingat angka perceraian keluarga pada usia 20 tahun (pernikahan muda) juga tinggi. Untuk itu, sebelum memutuskan menikah pada usia muda hendaknya masing-masing orang dan keluarga memikirkan lebih dalam bagaimana dampaknya dan efeknya yang terjadi setelah menikah.

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan juga disiapkan sebelum seseorang hendak menikah muda, di antaranya:
-    Niat 
Niat adalah hal yang paling penting untuk menjalankan sesuatu. Begitu pun ketika akan menjalankan pernikahan, meluruskan dan memastikan niat kita untuk ibadah adalah hal yang harus dilakukan. Niat yang kuat maka akan menghasilkan usaha yang kuat, niat yang buruk menghasilkan usaha yang buruk. Begitu pun dengan niat kebaikan yang akan menghasilkan kebaikan pula.

Banyak orang-orang, khususnya yang menikah di usia muda hanya karena dorongan dan niat kebutuhan biologis. Padahal menikah atau berkeluarga lebih dari itu. Menikah membutuhkan komitmen serta tanggung jawab dari masing-masing peran suami istri. Maka dari itu, keberhasilan rumah tangga berasal dari niat yang ada di dalam masing-masing pasangan.

-    Kesiapan Karier
Karier adalah hal yang penting. Karier tidak melulu soal jabatan atau status atau pekerjaan. Pada intinya karier adalah peran yang kita laksanakan sebagai kontribusi kita untuk orang-orang berbasis kepada ilmu dan kemampuan yang kita miliki.

Tentu saja, ketika akan menikah bukan berarti karier kita harus matang atau sukses terlebih dahulu. Akan tetapi, setidaknya kita memiliki kesiapan dalam berkarier, memiliki arah dan orientasi yang jelas, serta goal yang ingin dituju. Sehingga sebelum menikah, pasangan mengetahui apa arah hidup kita, dan bagaimana masing-masing bisa menyesuaikan.

-    Kematangan Diri dan Kedewasaan
Kematangan diri dan kedewasaan adalah hal yang paling penting untuk dimiliki sebelum melaksanakan pernikahan. Kematangan diri dan kedewasaan tentu bukan sesuatu yang instan untuk didapatkan. Kedewasaan dan kematangan ini membutuhkan proses dan pembelajaran yang terus-menerus. Untuk itu, minimal sebelum menikah, karakter, kematangan diri, kemantapan diri, pengalaman memecahkan masalah, dan kesabaran menghadapi berbagai dinamika kehidupan bisa dihadapi. Bukan berarti ketika menikah kebahagiaan pasti akan terus didapatkan, justru akan selalu ada ujian dan tantangan yang akan didapatkan.


Nurimah Kurniasih
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: thesetonian.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Menikah Muda? Ya Atau Tidak? Rating: 5 Reviewed By: mindis.id