Latest News
Monday, December 4, 2017

Mengenal Siklon Cempaka dan Dampaknya

Baca Juga

siklon cempaka

Badan Meteorologi Klimatolotgi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan adanya pergerakan bibit siklon 95S ke arah selatan Jawa Tengah pada Senin (27/11/2017) pagi. Bibit siklon itu berada di perairan selatan Jawa Tengah, sekitar 100 kilometer sebelah selatan tenggara Cilacap, pada titik 8,6 Lintang Selatan dan 110,8 Bujur Timur. BMKG menambahkan, siklon bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 9 kilometer per jam, dengan tekanan terendah 999 Mb. Pada Senin petang, BMKG mengonfirmasi bahwa bibit siklon tersebut telah lahir menjadi siklon tropis yang kemudian diberi nama Cempaka.

Badan meteorologi Indonesia dan di seluruh dunia memang telah punya kesepakatan dalam pemberian nama siklon. Diberikan nama siklon Cempaka bukan tanpa sebab. Sebelumnya pihak BMKG akan menamai dengan menggunakan nama-nama wayang, namun diubah menjadi nama bunga agar netral.

Menurut WMO (World Meteorilogical Organization), penamaan ini memiliki tujuan membantu orang mengingat nama siklon dan memudahkan wartawan yang menulis berita. Untuk penamaan siklon tropis yang terjadi di wilayah Indonesia, BMKG menyiapkan nama sesuai dengan urutan abjad.

Nama siklon yang sudah dipakai dianggap pensiun, dan nama penggantinya akan ditempatkan sesuai urutan abjad. “Cempaka” dipilih karena merupakan siklon tropis ketiga yang terjadi di Indonesia.

Menurut keterangan Ketua Program Studi Meteorologi ITB Armi Susandi, siklon Cempaka merupakan siklon terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Sebelumnya siklon-siklon serupa juga terjadi namun di perairan luar wilayah Indonesia. Salah satu penyebab munculnya siklon besar ini didorong oleh gejala pemanasan global yang menyebabkan desakan alam.

Siklon ini berdampak terhadap 21 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali, khususnya yang berada di pesisir selatan, seperti Kabupaten Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, dan Pacitan.

Keistimewaan siklon tropis Cempaka adalah tempat lahirnya yang berjarak paling dekat dengan daratan dibanding siklon tropis lainnya. Meski demikian, siklon ini diyakinkan tidak akan bergerak ke daratan.

Dampak dari Siklon Cempaka
Masyarakat diminta agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan siklon Cempaka, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, gelombang besar laut, hujan sangat lebat, sungai meluap, dan banjir bandang yang menyebabkan terjadi puluhan korban jiwa. Aktivitas penerbangan di beberapa bandara di Pulau Jawa  juga berpotensi terpengaruh akibat hujan dan angin kencang. Siklon ini juga bersamaan dengan meletusnya Gunung Agung di Bali, sehingga turut mempengaruhi perubahan sebaran abu Gunung Agung.  

Wilayah yang paling terdampak siklon adalah Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Serang, Sukabumi, Purworejo, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman, Bantul, Kudus, dan Sukoharjo.

Sejak tiga hari adanya Siklon Cempaka, dampak yang sudah terjadi ialah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di selatan Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Lombok. Berdampak juga pada terjadinya angin kencang hingga lebih dari 20 knot di wilayah selatan Jawa

Siklon ini juga berpengaruh atas membesarnya gelombang laut dengan tinggi 1,25–2,5 meter di perairan selatan Jawa Timur hingga selatan NTB, Samudera Hindia di selatan Bali dan selatan NTB dan gelombang laut dengan tinggi 2,5–4 meter di perairan selatan Banten hingga selatan Jawa Tengah, Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa. BMKG juga mengumumkan agar kapal-kapal yang melintas dan masyarakat pesisir di perairan selatan Yogyakarta dan Jawa Tengah agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang pasang.

Syifa Hoirunnisa
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: netralnews.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Mengenal Siklon Cempaka dan Dampaknya Rating: 5 Reviewed By: mindis.id