Latest News
Saturday, December 16, 2017

Melawan Kanker bersama Pita Kuning

Baca Juga


pita kuning

Kanker dikenal sebagai salah satu penyakit ganas yang menyerang siapa pun. Kanker dapat menimpa semua orang, di setiap bagian tubuh, dan semua golongan umur. Tidak mudah untuk melawan kanker bagi penderitanya. Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus mendapatkan perhatian di Indonesia. Dapat kita lihat, jumlah penderita kanker di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para penderita kanker, Pandji Pragiwaksono dan Steny Agustaf, mendirikan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (YPKAI). Pita Kuning berawal dari sebuah inisiasi komunitas volunteer muda untuk membantu adik-adik pasien kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais pada Ramadan 2006 melalui sebuah program siaran radio di Hardrock FM Jakarta. Dari inisiatif tersebut, kemudian lahirlah sebuah komunitas Community for Children with Cancer (C3). Pada 2007, komunitas ini berubah bentuk menjadi sebuah yayasan.

Pita Kuning memberikan bantuan kepada anak-anak penderita kanker secara materi melalui program penyaluran dana. Berdasarkan website resminya, Pita Kuning saat ini memiliki 2.154 donatur.  Selain bantuan secara materi, Pita Kuning juga memberikan bantuan secara moral. Pita Kuning memiliki ribuan volunteer untuk mendampingi anak-anak penderita kanker.

Kegiatan Penyaluran Jasa Pendampingan adalah kegiatan pendampingan yang diformulasikan atas dasar ilmu psikologi klinis, anak dan keluarga, pendidikan, serta tim relawan yang telah dibekali khusus bagi kebutuhan pasien kanker anak. Kegiatan pendampingan ini dilakukan satu minggu sekali dan dilaporkan ke internal Pita Kuning, sehingga mereka tahu bagaimana keadaan pasien dan orang tuanya.

Sebelum terjun menjadi pendamping, para volunteer akan mendapatkan pelatihan paliatif kanker terlebih dahulu. Mereka akan diajarkan bagaimana cara menghadapi pasien yang sedang merasa down karena efek pengobatan. Tidak hanya mendampingi pasien, tetapi para volunteer juga menjadi guru untuk anak-anak yang tidak dapat sekolah, agar anak-anak tersebut tetap merasakan sekolah. Pelajaran juga disesuaikan dengan apa yang sang anak ingin pelajari.



Sumber: @pita_kuning

Para volunteer juga menjadi wadah berkeluh-kesah para orang tua yang marah atau sedih karena tidak tahu harus bagaimana. Para orang tua biasanya menceritakan bagaimana perkembangan kemoterapi, bagaimana kesehatan anaknya, serta apa yang mereka butuhkan. Tujuan dari kegiatan volunteer ini adalah meningkatkan kualitas hidup para pasien, menjadi teman berbagi, serta memberikan mereka semangat dan agar mereka tidak merasa sendirian. Bergabung dalam kegiatan ini, memberikan para volunteer banyak pelajaran tentang betapa berharganya hidup ini.

Selain itu, Pita Kuning juga memiliki beberapa program, di antaranya Program Anak Pita Kuning, Ulang Tahun Anak Pita Kuning, Piknik Edukatif Anak Pita Kuning, Piknik Saudara Kandung Anak Pita Kuning, Teenager Day Out, Group Support Orang Tua Anak Pita Kuning, Group Support Orang Tua Pasien Anak Dengan Kanker (Umum), serta Program Hari Raya.

Sebagai anak muda, tidak semua dari kita dapat membantu adik-adik penderita kanker secara materi, tetapi kita dapat membantu mereka secara moral, memberikan mereka semangat melalui kegiatan sosial seperti Pita Kuning. Karena dengan terjun dalam kegiatan sosial ini, kita dapat menyalurkan hasrat untuk membantu sesama. Kita tidak hanya dapat memenuhi kebahagiaan batin sendiri, tetapi juga dapat membantu dan membahagiakan orang lain.

Bunda Teresa, peraih Nobel Perdamaian pada 1979, pernah mengatakan, “It’s not about what we give, but how much love we put into giving,” – Ini bukan tentang apa yang kita berikan, tapi seberapa banyak cinta yang kita berikan.


Nurimah Kurniasih
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: instagram.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Melawan Kanker bersama Pita Kuning Rating: 5 Reviewed By: mindis.id