Latest News
Monday, December 18, 2017

Ketika Film Adaptasi Tak Semenarik Novelnya

Baca Juga

adaptasi film


Akhir-akhir ini, masyarakat sedang disuguhkan oleh banyak film yang menarik perhatian, baik karena ceritanya ataupun karena para pemainnya yang sudah familier. Selain itu, beberapa film juga menjadi perbincangan karena mengadaptasi cerita dari novel. Cerita yang menarik dan antusiasme pembaca menjadi alasan banyak novel yang dijadikan film layar lebar. Akan tetapi, selalu muncul pro dan kontra tentang film yang diadaptasi dari novel ini.

Yang sedang menjadi perbincangan ialah film yang diadaptasi dari novel best seller karya Pidi Baiq, Dilan 1990. Film garapan Max Picture ini rencananya akan tayang pada 25 Januari 2018. Trailer film ini sendiri resmi dirilis melalui kanal YouTube rumah produksi Falcon Pictures pada 13 Desember lalu. Pada Video berdurasi 2 menit 11 detik itu membocorkan bagaimana sosok Iqbaal dan Vanesha Prescilla dalam memerankan dua karakter utama, yakni Dilan dan Milea.

Diadaptasi dari novel, maka banyak dialog antara tokoh Dilan dan Milea yang diungkapkan dalam bentuk verbal. Beberapa ungkapan khas Dilan muncul dalam trailer ini, seperti, "Kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore, tunggu aja,” atau kalimat yang sangat populer seperti, "Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti orang itu akan hilang.” Selain itu, ungkapan rayuan lainnya, "Jangan rindu, rindu itu berat, kamu enggak akan kuat, biar aku saja.

Penampilan Iqbaal pun disulap menyerupai Dilan yang dituturkan dalam cerita novel. Ia memakai jaket jeans, baju seragam yang tak pernah dimasukkan ke dalam celana, dan motornya yang sangat ikonis, Honda CB100.

Beberapa penggemar novel Dilan 1990 tentunya sudah tidak sabar menantikan film ini secara utuh. Banyak yang penasaran bagaimana kisah cinta Dilan dan Milea dalam versi visual. Namun, tak sedikit pula penonton yang merasa bahwa hasilnya tak sesuai dengan eskpetasi mereka, yang mungkin sangat tinggi. Banyak yang mengkritik dari segi penokohan. Apalagi, penggemar setia Dilan yang mempunyai imajinasi sendiri tentang bagaimana sosok Dilan yang dianggap tak cocok diperankan oleh Iqbaal jika dilihat dari trailer tersebut.

Sering kali masyarakat banyak yang merasa film yang diadaptasi dari novel tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Baik dari segi penokohan, jalan cerita yang berbeda, ataupun situasi yang tergambarkan dalam novel tersebut. Jika diangkat menjadi film, terkadang mereka merasa imajinasi mereka dibatasi. Bisa dari tokoh yang sudah ditentukan, atau juga karena adegan sudah dikemas sesederhana mungkin dan tidak sedetil yang diceritakan dalam novel.

Sederhananya, film hasil adaptasi novel bisa memunculkan berbagai respons. Pertama, mereka merasa senang karena dapat melihat cerita yang mereka baca dalam bentuk visual, dan tentunya menerima berbagai perubahan. Kedua, merasa tidak senang karena perubahan yang terlihat antara novel dan film. Terakhir, netral dan tak bisa berkomentar banyak karena hanya menonton filmnya tanpa membaca novelnya.

Perbedaan Film Adaptasi dengan Novelnya
Sutradara film adaptasi pasti akan berusaha keras untuk membuat film yang menarik dan sesuai dengan novelnya. Akan tetapi, pasti ada banyak faktor yang membuat film tak bisa dibuat menjadi sepenuhnya sama dan semenarik novelnya.

Dilihat dari segi pemilihan tokoh, mungkin di mata beberapa orang, ada aktris/aktor yang menurut mereka sesuai dengan imajinasinya terhadap tokoh di dalam novel tersebut. Tapi, ada beberapa aktris/aktor yang dianggap kurang menjiwai. Namun, sebenarnya hal ini sesuai selera dan bagaimana imajinasi karakter masing-masing orang.

Saat  membaca novel, pastinya muncul imajinasi yang tak ada batasnya, mengenai penokohan, jalan cerita, ataupun situasi yang tergambarkan. Ketika divisualisasikan ke dalam film, adanya pengembangan dan pengurangan cerita dianggap membuat film menjadi tidak semenarik novelnya.

Durasi juga mempengaruhi, karena waktu menonton selama satu sampai dua jam dianggap tidak bisa menjelaskan secara detil bagaimana kerumitan konflik cerita dalam novel.

Di samping semua hal di atas, film adaptasi memang banyak yang belum sesuai dengan ekspektasi dari pembaca novelnya, karena bergantung pada imajinasi dan selera masing-masing. Selain itu juga perlu diketahui bahwa novel dan film adalah objek yang berbeda, jadi untuk menjadikan film adaptasi persis dengan novelnya merupakan hal yang sulit.


Syifa Hoirunnisa
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: efunnyimages.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Ketika Film Adaptasi Tak Semenarik Novelnya Rating: 5 Reviewed By: mindis.id