mindis.id
Latest News
Sunday, December 17, 2017

Imunisasi sebagai Investasi

Baca Juga

imunisasi

Saat ini Indonesia tengah diserang bakteri Corynebacterium diphtheriae penyebab difteri. Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Dalam kasus yang parah, infeksi difteri bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Menurut Kemenkes, 66% penderita difteri saat ini belum pernah mendapat imunisasi.

Difteri banyak ditemui di negara-negara berkembang seperti Indonesia, di mana angka vaksinasi masih rendah. Bayi dan anak balita merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit menular. Kelompok usia yang rentan ini perlu perlindungan khusus dengan imunisasi, baik imunisasi aktif maupun pasif. Imunisasi memberikan kekebalan tubuh secara buatan dengan pembentukan antibodi sehingga melindungi anak dan mengurangi keparahan penyakit.

Vaksinasi atau pemberian vaksin diberikan untuk merangsang sistem imunologi tubuh untuk membentuk antibodi tertentu sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Ada beberapa jenis vaksin yang diberikan untuk anak. Namun, apa pun jenis vaksin yang diberikan tujuannya sama, yaitu menstimulasi reaksi kekebalan tanpa menimbulkan penyakit.

Dengan informasi yang kini dapat dengan mudahnya didapat, banyak orang tua yang khawatir dengan efek samping dari imunisasi, bahkan ada yang menentangnya. Sebagian kecil dari orang tua mungkin meragukan imunisasi. Beberapa cerita di luar sana menyebutkan bahwa imunisasi justru menyebabkan anak sakit. Namun, imunisasi dijamin aman dilakukan. Para ilmuwan terus bekerja untuk membuat vaksin lebih aman dari waktu ke waktu. Sebelum diedarkan, vaksin pasti melalui sejumlah pengujian untuk menjamin keamanannya.

Banyak ibu yang tidak ingin memberikan bayinya imunisasi karena bayi menangis terus menerus, rewel, dan demam setelah melakukan imunisasi. Ibu tidak ingin bayinya rewel dan demam sehabis imunisasi, alasan itulah yang menjadi alasan mengapa bayi tidak diberikan imunisasi. Sangat disayangkan karena masih ada pola pikir ibu yang seperti itu. Setiap imunisasi memang ada dampaknya, dampak yang sering terjadi setelah imunisasi adalah demam, bengkak dan bahkan bisa menimbulkan radang di bekas suntikan. Namun, efek samping imunisasi masih dapat ditangani dengan cukup mudah.

Jika anak tidak mendapatkan imunisasi sama sekali, anak akan berisiko terkena penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi seperti difteri. Sistem kekebalan tubuh pada anak yang tidak mendapat imunisasi tidak sekuat anak yang diberi imunisasi, tubuh tidak mengenali virus penyakit yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya, ini membuat anak rentan terhadap penyakit.

Jangan percaya pada isu-isu tidak jelas dan tidak ilmiah. Contohnya, vaksinasi MMR dapat menyebabkan autis. Padahal hasil penelitian lain yang lebih tersistem dan dengan metodologi yang benar, kasus autis itu ternyata banyak penyebabnya. Penyebab autis itu multifaktor (banyak faktor yang berpengaruh) dan penyebab utamanya masih diteliti.

Walaupun kekebalan tubuh sudah ada, tetapi kita hidup di negara berkembang yang notabene standar kesehatan lingkungan masih cukup rendah. Apalagi pola hidup di zaman modern ini kurang sehat. Maka untuk antisipasi terpapar penyakit infeksi, perlu dilakukan vaksinasi.Bahkan, negara maju yang memiliki standar kesehatan jauh lebih tinggi, memiliki lingkungan bersih, serta kesadaran dan pendidikan hidup sehatnya tinggi tetap mewajibkan vaksinasi bagi anak-anak sebelum masuk sekolah. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk mencegah menyebarnya wabah penyakit.

Kenyataannya, imunisasi memiliki manfaat yang sangat besar baik secara individu, sosial, maupun dalam menunjang sistem kesehatan nasional. Antara 80–95% anak yang mendapatkan imunisasi akan terhindar dari berbagai penyakit menular dengan begitu akan menurunkan angka pengobatan dan perawatan, serta kematian

Dengan melakukan imunisasi, kita tidak hanya menciptakan kekebalan individu tapi juga memutus mata rantai penularan penyakit dari anak ke anak yang lain atau orang dewasa. Imunisasi atau vaksin merupakan investasi masa depan bagi anak, karena dengan vaksin anak akan terhindar dari penyakit serta infeksi berbahaya. Anak-anak Anda akan memiliki kesempatan beraktivitas, bermain dan belajar tanpa terganggu oleh masalah kesehatan. Yang harus kita lakukan sekarang adalah memberi pengertian tentang pentingnya imunisasi/vaksinasi karena mencegah lebih baik daripada mengobati.


Nurimah Kurniasih
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: kumparan.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Imunisasi sebagai Investasi Rating: 5 Reviewed By: mindis.id