mindis.id
Latest News
Monday, December 4, 2017

Festival Budaya UI: Wadah untuk Pengenalan Budaya

Baca Juga

fesbudui

Festival Budaya UI (Fesbud UI) merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Acara ini sering disebut dengan “lebaran” anak FIB, karena di sini 15 jurusan di FIB menunjukkan eksistensinya dengan mengembangkan kreativitas ke dalam suatu pagelaran festival seni yang tentunya mengemas berbagai kebudayaan yang ada di dunia.

Pada awalnya, nama Festival Budaya ini ialah Pentas Seni Merdeka. Pentas seni ini dibuat pada tahun 1985 saat Fakultas Sastra UI (FS UI) masih ada di Salemba. Tujuan awal diadakannya hanya untuk jadi acara tahunan FS UI pada masa itu. Pentas seni ini berlangsung hanya dua kali, setelah itu namanya diubah menjadi Pentas Seni Antar Bangsa.

Pada tahun 1987, FS UI dipindahkan ke Depok. Pada saat itu di Depok belum memiliki fasilitas gedung untuk melaksanakan acara seperti sebelumnya. Akhirnya, dibuatlah teater kolam untuk melanjutkan acara Pentas Seni Antar Bangsa. Teater kolam beserta acara di dalamnya terinspirasi dari salah satu taman di London yang bernama High Park. Orang-orang di sana bebas berekspresi, berpidato, membaca puisi, dan lainnya.

 
sumber: istimewa

Lalu di tahun 1989, muncullah acara Petang Kreatif. Seperti namanya, acara ini dimulai sekitar pukul 4 sore. Acara yang bertujuan mengenalkan mahasiswa baru ke lingkungan FIB ini menampilkan banyak kegiatan yang tentunya bernafaskan budaya. Kegiatan yang ditampilkan bebas, seperti pembacaan puisi, teater, pementasan musik, dan lainnya. Petang Kreatif ini awalnya diadakan setiap bulan, tapi diubah menjadi acara tahunan.

Antusiasme mahasiswa UI terhadap Petang Kreatif sangat tinggi. Namun, tempat acara ini, yaitu Teater Kolam dianggap mengganggu kegiatan pembelajaran karena berdekatan dengan gedung 2. Maka dibuatlah Teater Daun untuk menggantikan Teater Kolam.

Pentas Seni Antar Bangsa berubah nama menjadi Festival Sastra. Petang Kreatif dan lomba menghias stand masuk ke dalam rangkaian acara Festival Sastra. Acara ini masih menjadi acara tahunan menyambut dies natalis FS UI. Setelah itu, pada 2001 semua rangkaian acara Festival Sastra diambil alih oleh BEM FS UI dan merupakan tanggung jawab mahasiswa sepenuhnya.

Sejak FS UI berganti menjadi FIB UI pada 2002, Festival Sastra berubah nama menjadi Festival Budaya. Fesbud tahun ini merupakan Fesbud ke-32 yang sudah diadakan oleh FIB UI. Dengan mengangkat tema “Inspirasi Budaya Negeri”, Fesbud ke-32 ini menggunakan maskot bernama Jala, Bara, dan Jalu. Sesuai dengan tema yang diangkat,  maskot ini merupakan representatif dari wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia. Jala adalah gambaran dari burung elang yang berasal dari bagian barat Indonesia. Bara adalah barong yang berasal dari bagian tengah Indonesia. Sementara itu, Jalu adalah burung cendrawasih yang berasal dari bagian timur Indonesia.
sumber: istimewa

Fesbud tahun ini diadakan pada 29–30 November, dibagi ke dalam dua rangkaian acara. Pada hari pertama, diadakan Karnaval Budaya dan Battle Dangdut. Pada hari kedua, diadakan Gelar Sastra Raya dan Konser Musik. Seharusnya, acara Fesbud ini digelar selama tiga hari. Namun, sejak tahun 2016 Petang Kreatif dihapuskan dari rangkaian acara Fesbud.

Acara ini dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya, sekaligus bertujuan untuk mengenalkan lingkungan FIB UI yang penuh dengan kreativitas dalam bidang seni dan budaya.

Karnaval Budaya diikuti oleh 15 jurusan yang konvoi keliling kawasan UI menaiki mobil pick up, sekaligus menunjukkan aksinya dengan berdandan sesuai tema tentang kebudayaan Indonesia. Tentunya, anak-anak FIB yang mengikuti karnaval ini akan turun ke jalan dan menunjukkan bakatnya kepada penonton.

Battle Dangdut diadakan pada malam harinya di Teater Daun. Acara ini ialah acara wajib setiap tahunnya. Setiap jurusan mengirimkan wakilnya untuk menampilkan aksinya dalam bernyanyi dan menari dangdut.

sumber: istimewa

Gelar Sastra Raya (GSR) merupakan kumpulan stand dari masing-masing jurusan yang mengenalkan beragam budaya. Stand yang ada pun wajib dihias sedemikian rupa sehingga pengunjung bisa merasakan berada di belahan dunia yang berbeda. Biasanya di dalam stand instalasi budaya, beragam kuliner, hingga cenderamata.

Konser Musik ini diadakan pada malam, dari setelah magrib hingga tengah malam. Konser musik tahun ini menampilkan berbagai macam penampilan dari mahasiswa FIB UI hingga bintang tamu dari luar kampus. Pengisi acara tahun ialah Orkes Moral Pengantar Minum Racun, Sudhobool, Hamba Allah, Lebre, Samu Aditya, Skastra, Ghoss, Morche, dan CSH. Di sela-sela acara konser musik, diumumkan juga pemenang lomba karnaval, Battle Dangdut, dan stand GSR terbaik.

Selain menghibur dan mengenalkan budaya pada pengunjung, Fesbud ke-32 ini berhasil mengenalkan pengunjung tentang esensi seni dan bagaimana cara manusia mengekspresikan diri melalui seni itu.



Syifa Hoirunnisa
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: instagram.com/fesbudui
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Festival Budaya UI: Wadah untuk Pengenalan Budaya Rating: 5 Reviewed By: mindis.id