mindis.id
Latest News
Thursday, December 7, 2017

Endometriosis dan Fibroid, Penyakit yang Mengintai Kaum Hawa

Baca Juga

endometriosis dan fibroid


Duka dalam kehidupan rumah tangga sedang dialami oleh artis sekaligus desainer Zaskia Sungkar yang beberapa waktu lalu menjalani operasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia mengungkapkan bahwa tindakan operasi ini dilalui di bagian organ reproduksi, yakni karena endometriosis dan fibroid. Operasi tersebut dilakukan untuk melancarkan program hamil Zaskia dan Irwansyah.

Sebenarnya apa itu endometriosis dan fibroid, juga bagaimana gejala dan apa saja faktor dari penyakit yang mengintai para wanita tersebut?

Endometriosis merupakan suatu penyakit pada sistem reproduksi wanita di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rongga rahim. Endometriosis terjadi saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Pada pengidap endometriosis, jaringan tersebut mengalami proses penebalan dan luruh, sama dengan siklus menstruasi. Tetapi, darah tersebut berakhir dengan mengendap dan tidak dapat keluar karena terletak di luar rahim. Endapan tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya. Lama-kelamaan, jaringan parut atau bekas iritasi pun terbentuk.

Ciri yang paling sering terasa ialah sakit perut hebat ketika masa menstruasi datang, bahkan banyak yang tidak bisa beraktivitas sedikit pun dan terpaksa harus mengonsumsi obat penghilang rasa sakit. Selain itu, beberapa penderita endometriosis juga merasakan sakit saat buang air besar dan kecil ataupun saat berhubungan badan.

Cirinya bisa berbeda pada setiap wanita, terkadang ada yang sama sekali tidak merasakan gejala apa-apa. Karena itu, sangat penting untuk tidak meremehkan rasa sakit yang mendadak muncul atau melebihi dari biasanya pada saat menstruasi.

Dunia pengobatan modern belum tahu pasti faktor jaringan endometrium bisa tumbuh di luar rahim. Akan tetapi beberapa teorinya menyebutkan bahwa faktor-faktor penyebab endometriosis ialah:
  • Keturunan dan juga kemungkinan beberapa sel endometrium mungkin hadir sejak seorang wanita dilahirkan.
  • Sel bisa berpindah ke bagian panggul selama periode menstruasi berlangsung.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah sehingga tubuh tidak mampu mengeliminasi kehadiran sel-sel asing seperti endometrium.
  • Pengaruh dari bentuk dan struktur saluran tuba yang dimiliki seorang wanita.

Endometriosis lebih sering dialami oleh wanita usia 30 hingga 40 tahun, tidak memiliki anak, menstruasi berlangsung lebih dari tujuh hari, siklus menstruasi lebih pendek dari 28 hari, menstruasi pertama di usia 12 tahun, dan anggota keluarga seperti ibu atau saudara perempuan menderita endrometriosis.

Sedangkan, fibroid merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal pada rahim (uterus). Fibroid juga dikenal dengan nama fibroid uterus, miom, fibromiom, fibro leiomiom, atau leiomiom uteri. Penyakit ini cukup umum terjadi, dengan potensi tiga dari empat wanita dapat menderita penyakit ini.

Fibroid dapat berukuran sangat kecil hingga sulit untuk dilihat oleh mata telanjang, atau ada yang berukuran sangat besar hingga dapat merusak bentuk uterus. Sudah merupakan hal yang wajar bagi fibroid untuk berubah ukuran. Beberapa fibroid juga dapat membesar dan mengecil dengan cepat. Bahkan, ada yang menghilang tanpa bantuan medis sekalipun.

Bukan kondisi yang berpotensi kanker, fibroid juga mempunyai kemungkinan yang kecil untuk berujung pada kanker (leiomiosarkoma). Namun, kondisi ini dapat menimbulkan banyak masalah seperti pembengkakan perut, nyeri pada saat menstruasi, masalah kemih, bahkan dapat mencegah kelahiran normal.

Gejala yang paling umum ditemukan ialah sembelit, seringnya buang air kecil, terasa nyeri pada saat menstruasi yang berlangsung selama tujuh hari atau lebih, pendarahan yang hebat saat menstruasi, terasa nyeri pada tulang pinggang, rasa nyeri pada kaki dan punggung, perut kembung, dan terasa nyeri pada saat berhubungan badan.

Fibroid biasanya baru bisa diketahui pada pemeriksaan bagian dalam vagina, setelah pemeriksaan menggunakan gelombang suara ultrasonik atau pengambilan gambar memastikan keberadaan fibroid.

Sebetulnya belum diketahui secara jelas mengapa fibroid bisa berkembang dan menjadi penyakit, namun ada beberapa faktor yang memang dicurigai mampu memengaruhi naiknya risiko fibroid:
  • Perkembangan fibroid dan pertumbuhannya dapat terjadi secara cepat ketika tengah hamil, karena produksi hormon estrogen dan progesteron meningkat.
  • Faktor genetik atau riwayat kesehatan keluarga dapat memengaruhi memiliki risiko fibroid atau tidak.
  • Protein yang memengaruhi tingkat sel dalam berkembang biak.
  • Reaksi sejumlah jaringan terhadap luka atau cedera.
  • Sistem pembuluh darah atau vaskular memiliki kejanggalan.

Fibroid lebih sering dialami oleh wanita yang sedang hamil, wanita dengan keluarga yang memiliki riwayat penyakit fibroid, wanita yang mempunyai bobot tubuh yang berlebih, keturunan Afrika-Amerika, dan yang berusia 30 tahun ke atas.


Syifa Hoirunnisa
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: blogkesehatandian.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Endometriosis dan Fibroid, Penyakit yang Mengintai Kaum Hawa Rating: 5 Reviewed By: mindis.id