Latest News
Saturday, December 16, 2017

16 Hari Antikekerasan pada Perempuan

Baca Juga

antikekerasan terhadap perempuan


Akhir-akhir ini publik tengah diramaikan dengan banyaknya kasus yang menimpa perempuan. Salah satunya, di media sosial, tengah dihebohkan oleh video viral seorang pria yang diusir dari KRL karena tertangkap tengah melakukan pelecehan seksual.

Kasus-kasus seperti pemerkosaan, penganiayaan, serta pembunuhan terhadap perempuan terus bermunculan di berita. Dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan, muncullah sebuah kampanye bertajuk 16 Days of Activism Against Gender Violenceatau 16 Hari Antikekerasan pada Perempuan.

Kampanye ini merupakan gerakan internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Kampanye ini digagasi oleh Women’s Global Leadership Institute pada 1991.  Di Indonesia sendiri, Komnas Perempuan yang menjadi inisiator dari kegiatan ini sejak 2003. Tiap tahunnya, kampanye ini berlangsung selama 16 hari mulai dari 25 November, yang merupakan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan, hingga 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia Internasional. Rentang waktu tersebut dipilih dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

Dalam 16 hari, para aktivis HAM Perempuan akan bergerak secara serentak untuk menggalang gerakan solidaritas. Hal itu untuk meningkatkan kesadaran, bahwa kekerasan pada perempuan termasuk pelanggaran HAM, serta mengajak semua orang untuk turut terlibat aktif dalam upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Tidak hanya itu, mereka juga mendorong kegiatan bersama untuk menjamin perlindungan yang lebih baik bagi para korban yang sudah mampu melampaui pengalaman kekerasan.

25 November: Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap PerempuanTanggal ini dipilih sebagai penghormatan atas meninggalnya Mirabal bersaudara (Patria, Minerva & Maria Teresa) pada tanggal yang sama di tahun 1960 akibat pembunuhan keji yang dilakukan oleh kaki tangan penguasa diktator Republik Dominika pada waktu itu, yaitu Rafael Trujillo. Mirabal bersaudara merupakan aktivis politik yang tak henti memperjuangkan demokrasi dan keadilan, serta menjadi simbol perlawanan terhadap kediktatoran peguasa Republik Dominika pada waktu itu. Berkali-kali mereka mendapat tekanan dan penganiayaan dari penguasa yang berakhir pada pembunuhan keji tersebut. Tanggal ini sekaligus juga menandai ada dan diakuinya kekerasan berbasis gender. Tanggal ini dideklarasikan pertama kalinya sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan pada tahun 1981 dalam Kongres Perempuan Amerika Latin yang pertama.

1 Desember: Hari AIDS SeduniaPertama kali dicanangkan dalam konferensi internasional tingkat menteri kesehatan seluruh dunia pada 1988.

2 Desember: Hari Internasional untuk Penghapusan PerbudakanHari ini merupakan hari diadopsinya Konvensi PBB mengenai Penindasan terhadap Orang-orang yang diperdagangkan dan eksploitasi terhadap orang lain (UN Convention for the Suppression of the traffic in persons and the Exploitation of other) dalam resolusi Majelis Umum PBB No 317(IV) pada 1949.

3 Desember: Hari Internasional bagi Penyandang CacatHari ini merupakan peringatan lahirnya Program Aksi Sedunia bagi Penyandang Cacat (The World Programme of Action Concerning Disabled Persons) sebagai program yang diadopsi Majelis Umum PBB sejak 1982.

5 Desember: Hari Internasional bagi SukarelawanPada hari ini, di tahun 1985, PBB mengajak organisasi-organisasi dan negara-negara di dunia untuk menyelenggarakan aktivitas bersama sebagai wujud rasa terima kasih dan sekaligus penghargaan kepada orang-orang yang telah memberikan kontribusi amat berarti bagi masyarakat dengan cara mengabdikan hidupnya sebagai sukarelawan.

6 Desember: Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap PerempuanPada hari ini, di tahun 1989, terjadi pembunuhan massal di Universitas Montreal Kanada yang menewaskan 14 mahasiswi dan melukai 13 lainnya (13 di antaranya perempuan). Pelaku melakukan tindakan tersebut karena percaya bahwa kehadiran para mahasiswi itulah yang menyebabkan dirinya tidak diterima di universitas tersebut. Sebelum pada akhirnya bunuh diri, lelaki ini meninggalkan sepucuk surat yang berisikan kemarahan amat sangat pada para feminis juga daftar 19 perempuan terkemuka yang sangat dibencinya.

10 Desember: Hari HAM InternasionalBagi organisasi-organisasi di dunia hari ini merupakan perayaan akan ditetapkannya dokumen bersejarah, yaitu Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) oleh PBB di tahun 1948, dan sekaligus merupakan momen untuk menyebarluaskan prinsip-prinsip HAM yang secara detil terkandung di dalam deklarasi tersebut.


Nurimah Kurniasih
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: feminisgaul.wordpress.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: 16 Hari Antikekerasan pada Perempuan Rating: 5 Reviewed By: mindis.id