Latest News
Monday, November 20, 2017

Stop Kekerasan terhadap Hewan!

Baca Juga

Kekerasan terhadap Hewan


MINDIS.ID - Hewan merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki hak untuk hidup, membutuhkan makan dan minum, serta berjuang demi kelangsungan hidupnya. Sama seperti manusia, bedanya, hewan tidak mempunyai akal pikiran. Oleh karena itu, manusialah yang seharusnya memperjuangkan dan melindungi hewan.

Ada dua kasus kekerasan terhadap hewan terjadi pada November 2017 yang membuat perlindungan terhadap hewan dipertanyakan. Ironisnya, pelaku seolah bangga dengan apa yang dilakukannya.

Kasus pertama ialah diunggahnya foto kucing yang dibakar hidup-hidup di akun Facebook Info Kemalangan. Dalam unggahan tersebut dikatakan kucing itu dibakar karena telah mencuri ikan. Namun, tidak disebutkan lokasi kejadian dan siapa pelakunya. Melihat kejadian itu, banyak warganet yang geram.

Ada yang berkomentar, “Zalimnya pelaku ini”. Ada juga yang menambahkan, “Semacam binatang juga yang membakar”.

Kasus kedua ialah diunggahnya video dua pengunjung Taman Safari yang mencekoki anggur merah kepada rusa dan kuda nil. Saat melewati kuda nil yang membuka mulutnya, pelaku segera mencekoki anggur merah dan tertawa sambil berkata “Jackpot!”. Berbeda dengan saat mereka melewati rusa, ada beberapa rusa yang mereka pancing menggunakan wortel agar mendekat. Ketika mendekat, mereka menarik wortelnya dan mencekoki salah satu rusa dengan anggur merah, hingga rusa itu lari.

Video tersebut diunggah oleh pemilik akun Instagram @alyccaaa dan @philipbiondi ke Instastory. Ketua Aktivis Animal Defender Indonesia, Danu Herdaru, mengecam hal ini. Danu memberikan komentar di akun Instagram-nya, “Sepertinya mereka ke Taman Safari, dan melakukan hal yang sangat tidak pantas.”

Unggahan ini pun menjadi viral dan mendapatkan komentar pedas dari warganet. Hingga akhirnya, kedua akun yang mengunggah video tersebut di-private

Sadar Akan Pentingnya Perlindungan Hewan
Jika melihat undang-undang perlindungan terhadap hewan, rasanya sudah cukup jelas dan tegas. Namun, banyak orang yang belum sadar dan mungkin tidak takut terhadap hukum yang berlaku. Kekerasan terhadap hewan, termasuk pemukulan, penusukan, pencekikan, dan pembuangan hewan, sudah diatur dalam KUHP Pasal 302, 406, 335, 170, 540. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Melihat ancaman hukuman yang berat, seharusnya banyak orang yang sadar akan pentingnya melindungi dan tidak menyiksa hewan. Memang seharusnya kesadaran akan hal ini ditanamkan pada diri, karena hewan juga makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai hak untuk hidup. Ditambah dengan manusia yang mempunyai etika dan moral.

Akibat mencuri ikan, seekor kucing akhirnya dibakar hidup-hidup. Di manakah moral si pelaku? Tidak sepatutnya melakukan hal yang keji hanya karena hal yang sepele. Kucing mencuri ikan karena mereka tak memiliki akal seperti manusia. Meski menjengkelkan, tapi tanpa disadari, itu cara mereka bertahan hidup. Jika kesal, berikan hukuman yang sewajarnya, seperti mengusirnya dan mengunci pintu rumah.

Kuda nil dan rusa yang sengaja dicekoki anggur merah. Mirisnya, dua pelaku ini melakukannya tanpa rasa bersalah. Mereka menganggap hal tersebut lucu, terlihat jelas dari cara mereka tertawa. Lagi-lagi, etika dan moral dipertanyakan. Membawa minuman keras ke kebun binatang saja sudah jelas melanggar aturan, ditambah mencekoki hewan yang dilindungi di sana. Apalagi alkohol yang diberikan pada hewan akan memberikan efek negatif bagi saluran pencernaan. Bahkan, jika diberikan dalam jumlah banyak, alkohol yang terserap akan merusak saraf yang dapat berlanjut ke kondisi koma, dan bisa berakhir dengan kematian.

Dari kasus ini juga dapat disarankan bahwa seharusnya pengawasan petugas lebih diperketat. Pemeriksaan barang-barang bawaan harus dilakukan, agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi.

Sudah sepatutnya orang-orang yang melakukan kekerasan terhadap hewan dihukum dengan hukuman yang pantas. Pemerintah seharusnya lebih tegas lagi dalam menerapkan undang-undang yang telah dibuat, agar pelaku jera dan kejadian seperti ini tidak terulang. Mulai saat ini, berhenti melakukan kekerasan terhadap hewan dan mulailah melindungi hewan!


Syifa Hoirunnisa
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: monicarum20.wordpress.com


  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Stop Kekerasan terhadap Hewan! Rating: 5 Reviewed By: mindis.id