Latest News
Saturday, November 25, 2017

Review Series : The Legend of Korra

Baca Juga




Genre : Action-Adventure, Fantasi, Komedi-Drama
Rilis         : 27 Juni – 25 Juli 2014
Pembuat         : Michael Dante DiMartino, Bryan Konietzko
Studio : Studio Mir Co., Ltd
Sutradara         : Joaquim Dos Santos, Ki Hyun Ryu
Saluran         : Nickelodeon
Season : 3
Jumlah Episode         : 13

Pengisi Suara :
a. Janet Varney sebagai Korra
b. David Faustino sebagai Mako
c. P. J. Byrne sebagai Bolin
d. Seychelle Gabriel sebagai Ashami
e. J.K. Simmons sebagai Tenzin
f. Henry Rollins sebagai Zaheer
g. Peter Giles sebagai Ghazan
h. Grey DeLisle sebagai Minghua
i. Kristy Wu sebagai P’Li

Sinopsis:

Dua minggu setelah era “Konvergensi Harmonik”, kekacauan melanda Kota Republik. Arwah dari dunia roh bebas berkeliaran di dunia nyata. Di sisi lain, beberapa orang mendapat berkah berupa pengendalian baru – yakni pengendalian udara. Ketua kelompok Red Lotus, Zaheer, adalah salah satu orang yang mendapat berkah tersebut.

Akibat kekuatan barunya, Red Lotus kembali beraksi dan memperparah kekacauan yang sudah terjadi dan belum bisa ditangani Korra. Korra dan timnya pun harus berfokus menghentikan aksi Red Lotus yang sebenarnya sedang mengincar dirinya.

Review:

The Legend of Korra merupakan seri lanjutan dari animasi yang telah popular sebelumnya dan sempat tayang di televisi Indonesia, The Legend of Aang. Settingnya mengambil waktu 70 tahun setelah Aang meninggal. Korelasi antara seri ini dengan dunia Aang yang membuat cerita ini istimewa. Tokoh-tokoh utama yang dimunculkan kebanyakan adalah generasi penerus dari seri sebelumnya. Sebut saja Li Beifong (anak dari Toph Beifong) dan Tenzin (anak dari Katara).

Dari empat season, season “buku ketiga” adalah yang paling seru untuk diikuti. Di “buku” ini Korra dan teman-temannya – Mako, Bolin, dan Ashami, harus melawan kelompok antagonis bernama Red Lotus yang ingin menguasai dunia dan memperbaikinya dengan cara mereka yang tidak dapat diterima.

Red Lotus beranggotakan empat orang pengendali dengan kemampuan di atas rata-rata. Seorang pengendali angin, Zaheer, yang mampu meringankan berat tubuhnya; Seorang pengendali bumi, Ghazan, yang mampu mengendalikan lava dari inti bumi; Seorang pengendali air tanpa lengan, Minghua; dan seorang pengendali api lewat ledakan dari kepala, P’Li.

Red Lotus dulu pernah beraksi dan meresahkan, namun mereka telah berakhir di penjara. Selepas era “konvergensi harmonik” pada buku kedua, ketua kelompok Red Lotus, Zaheer, mendapat ilham untuk kembali mengumpulkan anggota kelompoknya dan menjalankan ambisinya yang belum tercapai.

Sepanjang episode, digambarkan bahwa Red Lotus adalah kelompok tak terkalahkan. Mulai dari cara mereka melarikan diri dari penjara khusus, hingga kesungguhan mereka menghancurkan kekuasaan yang bertahta. Kota Ba Sing Sei adalah kota besar yang jatuh karena kehadiran mereka. Bahkan, kota teraman di Kerajaan Bumi – Zaofu, hanya mampu menandingi kekuatan Red Lotus yang berakhir dengan kaburnya kelompok tersebut. Lawan yang tidak sebanding itulah yang menambah ketegangan dan tanda tanya bagaimana cara Korra mengalahkan kelompok antagonis tersebut.

Unsur aksi dalam season ini sangat kental. Hampir setiap episodenya menghadirkan pertarungan-pertarungan sengit. Grafis animasi yang ditampilkan Studio Mir untuk season ini pun memukau. Kemegahan Kota Zaofu hingga efek visual dalam setiap pertarungan semuanya disajikan dengan apik.

Pada episode terakhir Korra dan kelompoknya dipaksa menghadapi Red Lotus. Red Lotus berencana mengakhiri siklus Avatar dengan meracuni Korra dan membunuhnya dalam mode Avatar. Semua mengeluarkan kemampuannya hingga batas maksimal. Ikatan yang kuat antaranggota Red Lotus juga yang membuat adegan-adegan akhir begitu dramatis dan sayang untuk dilewatkan.

Nilai: 8 dari 10

Putu Raditya
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta  



sumber gambar : 7-themes.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Review Series : The Legend of Korra Rating: 5 Reviewed By: mindis.id