Latest News
Friday, November 3, 2017

Review Film: Up (2009)

Baca Juga



Pengisi Suara:

Edward Asner  sebagai Carl Fredricksen
Jeremy Leary  sebagai Carl (anak-anak)
Christopher Plummer sebagai Charles Muntz
Jordan Nagai  sebagai Russell
Bob Peterson  sebagai Dug dan Alpha
Delroy Lindo  sebagai Beta
Jerome Ranft  sebagai Gamma
John Ratzenberger  sebagai Pekerja Konstruksi Tom
David Kaye  sebagai Newsreel Announcer
Elie Docter  sebagai Ellie (anak-anak)
Mickie McGowan  sebagai Polisi Edith
Danny Mann  sebagai Pekerja Konstruksi Steve
Donald Fullilove  sebagai perawat George
Jess Harnell  sebagai perawat AJ
Josh Cooley  sebagai Omega

Data Film:

Judul         : Up
Genre : Animasi – Petualangan – Keluarga
Sutradara           : Pete Docter – Bob Peterson
Produser         : Jonas Rivera
Penulis Skenario : Bob Peterson
Studio Produksi : Walt Disney – Pixar
Distributor : Walt Disney
Bahasa         : Inggris
Negara         : Amerika Serikat
Durasi : 96 menit
Tahun Rilis : 29 Juni 2009 (Indonesia)

Penghargaan yang Diperoleh:

Academy Awards 2010:
Animated Feature Film (menang)
Music – Original Score (Michael Giacchino – menang)

Nominasi Oscar Academy Awards (5):

Best Animated Feature Film (Won)
Best Original Score (Won)
Best Picture
Best Original Screenplay
Best Sound Editing

Sinopsis:


Film ini dibuka dengan kisah masa kecil Carl Fredricksen dengan Ellie. Carl Fredrickson adalah anak lelaki yang pemalu, tapi kemudian dirinya berubah ketika bertemu dengan Ellie. Karena memiiki impian yang sama, mereka pun berteman. Setelah dewasa, mereka memutuskan untuk menikah. Namun sayangnya, dokter memvonis Ellie tidak dapat memiliki keturunan.

Walaupun tidak dikaruniai anak, mereka tetap hidup bahagia. Tuan Fredicksen selalu setia menemani Ellie. Istrinya memiliki impian untuk pergi ke Paradise Falls di Amerika Selatan. Nominal demi nominal mereka kumpulkan. Carl yang kesehariannya menjual balon, berusaha dengan keras agar dapat mewujudkan impian istrinya. Sayangnya, istri pergi terlebih dahulu meninggalkannya untuk selamanya setelah di rawat di rumah sakit. Hal inilah yang membuat film ini begitu menyentuh.

     http://www.cartoonbrew.com/


Di tengah-tengah kesedihannya pasca ditinggal pergi Ellie, muncullah seorang anak pramuka bernama Russel. Sebagai anggota Wilderness Explorer, Russel berusaha mendapatkan lencana ‘Helping the Elders’ dengan membantu Tn. Fredricksen menangkap Spike.

Di tengah keterpurukannya, ia berusaha untuk menggapai mimpi istrinya. Sepanjang malam ia mempersiapkan dirinya untuk perjalanan di hari berikutnya. Tuan Fredricksen memutuskan untuk menerbangkan rumahnya sendiri ke Amerika Selatan menggunakan ribuan balon yang diikatkan ke perapian. Tidak disangka, ternyata tanpa sengaja Russel ikut terbawa. Mereka berdua kemudian berpetualang di hutan Amerika Selatan untuk mencari Paradise Falls.

Di tengah hutan, mereka bertemu dengan seekor burung langka yang sangat menyukai coklat dan oleh Russel diberi nama Kevin. Mereka juga bertemu dengan Charles Muntz, seorang petualang berpengalaman dengan balon udaranya ‘The Spirit of Adventure’. Charles Muntz ini dulunya merupakan jagoan idola Mr.Fredricksen dan istrinya ketika mereka berdua masih kanak-kanak.

Review:

Walt Disney selalu menyuguhkan film yang patut diacungi jempol. Kisah demi kisah yang dihadirkan, tak pernah membuat penonton bosan bahkan kecewa. Salah satunya Up. Film yang mencampurkan drama dengan komedi ini menampilkan kisah yang cukup unik. Penonton tak akan pernah bosan menyaksikan film ini walau berulang-ulang kali ditonton. Yang menjadi daya tarik film ini ialah rumah terbang dan usaha Tuan Fredricksen menggapai cita sang istri yang telah tiada.

Secara sinopsis film ini memang terkesan agak aneh, karena menghadirkan tema yang mungkin tidak umum. Namun nyatanya film ini sangat bagus, dan banyak menghadirkan kelucuan. Perbedaan karakter Carl dan Russell sebagai sosok sentral dalam film juga menjadi daya tarik. Up juga menghadirkan opening scene yang menyedihkan. Bahkan banyak yang menilai jika adegan pembuka Up merupakan opening film terbaik yang pernah ada. Film ini sangat layak ditonton bagi semua penggemar film.

Menyangkut grafis, hasil karya Walt Disney tak perlu diragukan lagi. Hampir setiap film karyanya, masuk beberapa nominasi dan tak jarang memperoleh penghargaan. Penghargaan yang dicapai tak lepas dari kesuksesan ide si penulis, Bob Peterson. Selain menulis skenario “Up”, ia juga menulis skenario film “Finding Nemo”, “Finding Dory”, “Monster Inc”, serta “The Good Dinosaur”.

Nilai: 9 dari 10 


Kaspriliani 
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta 


Sumber gambar : http://www.dan-dare.org/
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Review Film: Up (2009) Rating: 5 Reviewed By: mindis.id