Latest News
Friday, November 24, 2017

Review Film : Imitation Game

Baca Juga



Genre : Drama, Thriller
Rilis    : 21 November 2014
Durasi : 113 menit
Sutradara   : Morten Tyldum
Produser         : Nora Grossman, Ido Ostrowsk, Teddy Schwarzman
Penulis : Graham Moore

Pemeran :

• Benedict Cumberbatch
• Keira Knightley
• Matthew Goode
• Mark Strong
• Charles Dance
• Allen Leech
• Matthew Beard
• Rory Kinnear

Sinopsis:

Film ini mengisahkan mengenai pekerjaan melawan waktu yang dilakukan oleh Alan Turing (Benedict Cumberbatch) dan tim pemecah kode Britania Raya di Government Code and Cypher School, Bletchley Park, pada masa-masa terkelam Perang Dunia II. Kelompok yang terdiri dari berbagai pakar, matematikawan, linguis, juara catur, dan pegawai-pegawai intelijen yang berhubungan dekat dengan Perdana Menteri Winston Churchill ikut terlibat dalam proyek ini. 

Kisah film ini berkisar pada kehidupan Turing; masa remaja yang tidak bahagia di sekolah asrama; keberhasilannya dalam mengembangkan bombe elektromekanis yang mampu memecahkan 3.000 kode Enigma dalam sehari pada masa perang; dan kemerosotan kariernya pada pascaperang.

Review:

Siapa sangka film berkonsep “permainan” ini adalah sebuah dokumenter. Tadinya, saya menonton film ini dengan harapan menemukan konsep permainan – serupa The Hunger Games. Meski jauh berbeda, film ini memang memiliki aturan main tersendiri.

Alan Turing dan timnya dihadapkan dengan mesin enkripsi “Enigma” milik Jerman. Mereka yang berasal dari latar belakang berbeda, ditantang untuk memecahkan kode enkripsi yang dikatakan memiliki 159 triliun kemungkinan itu. Waktu yang dimiliki hanya 18 jam dalam sehari sebelum waktu menunjukkan tengah malam. Bila sudah tengah malam, kode tersebut akan mereset ulang dan kemajuan apapun yang mereka kerjaan seharian itu akan sia-sia.

     https://a.ltrbxd.com


Sayangnya, tak ada taruhan besar bagi tokoh utama. Film thriller seharusnya memilikinya. Sebanyak apapun malam terlewati tanpa hasil, tak membuat Alan Turing menghadapi situasi hidup lebih buruk bagi hidupnya. Namun konsekuensi besar secara tidak langsung harus mereka tanggung dan tekanan orang-orang di sekitar pula yang memaksa mereka untuk terus bekerja.

Sisi baiknya, film ini bisa “merampok” perhatian penonton pada dialog pertama. Suara seorang narator yang entah siapa, mengisi adegan awal film ini. Apa yang diucapkan narator itu secara tegas namun tenang, sudah bisa membuat penonton penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada adegan awal.

Alur ceritanya juga begitu mengalir dan bisa dinikmati. Kehadiran Alan Turing sebagai tokoh utama yang menjengkelkan membuat ceritanya berisi. Digambarkan, sedikit sekali orang-orang yang menyukai kehadiran Alan Turing. Namun, sikap Turing yang begitu individualis, ambisius, bahkan cenderung arogan, entah mengapa punya dorongan kuat untuk memecahkan kode dari mesin enkripsi enigma.

Meski Turing digambarkan sebagai karakter yang menyukai bermain teka-teki, penonton tidak dilibatkan langsung dalam dunianya. Mungkin itulah mengapa film ini tidak dikategorikan ke dalam genre misteri seperti The Da Vinci Code. Padahal akan sangat menyenangkan bila penonton diberi ruang untuk berpikir ala Alan Turing dan memecahkan teka-teki yang sedang dihadapinya.

Film ini adalah cara menyenangkan untuk mempelajari sejarah pada perang dunia kedua. Sekaligus, memberi pesan bahwa setiap orang bisa mengabdi dan memberikan sesuatu untuk negaranya. Baik dengan mengorbankan darah dan nyawa, maupun mengorbankan waktu dan tenaga.

Nilai: 7.5 dari 10


Putu Raditya 
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta 

Sumber Gambar : https://travis.pflanz.me
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Review Film : Imitation Game Rating: 5 Reviewed By: mindis.id