mindis.id
Latest News
Wednesday, November 8, 2017

Plato dan Teori Gua

Baca Juga



MINDIS.ID - Sebelum masuk dalam era Socrates, para filsuf biasanya lebih sering membahas tentang alam, misalnya mengapa ada petir, mengapa bisa turun hujan, mengapa ada bulan, bintang ataupun matahari. Namun, pada zaman Socrates, ada sebuah pergeseran pemikiran di mana alam tidak lagi menjadi objek penelitian melainkan manusia. Oleh karena itu, filsuf di era ini seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles lebih fokus pada bagaimana manusia bisa hidup, apa hakikat dasar manusia, dan apa yang diperlukan seorang manusia untuk dapat bertahan hidup.  

Plato adalah seorang filsuf asal Athena dari abad Yunani Kuno yang merupakan murid dari Socrates. Ia adalah seorang filsuf terkenal di abadnya. Pemikirannya yang berdasarkan sesuatu yang ideal berhasil membuat Plato menjadi ilmuwan yang dikutip pemikirannya oleh para filsuf-filsuf setelahnya. 

Meneliti tentang manusia, Plato berpendapat bahwa kebajikan (virtue) adalah sebuah komponen terpenting yang harus dimiliki oleh manusia. Untuk memiliki ini, Plato berpendapat bahwa satu-satunya cara adalah dengan ilmu pengetahuan. Plato begitu menekankan akan pentingnya orang yang berilmu. Demi mewujudkan apa yang dipikirkannya ini, ia membangun sebuah lembaga pendidikan yang diberi nama Academia. 

Ada sebuah teori Plato tentang ilmu pengetahuan yang sangat terkenal yaitu teori Gua. Menurut Plato, orang tanpa ilmu pengetahuan layaknya orang-orang yang tinggal di dalam gua. Di dalam gua itu, mereka hidup hanya dengan dua cahaya, yaitu cahaya besar dari api dan cahaya kecil dari matahari di ujung gua. Orang-orang tanpa pengetahuan duduk membelakangi api tersebut dan melihat bayangan mereka yang besar di dinding-dinding gua serta mendengarkan suara besar mereka yang menggema di dalam gua. 

Orang-orang inilah yang menurut Plato, tidak berilmu pengetahuan. Mereka menganggap diri mereka sudah cukup tahu, dan paling tahu. Padahal yang mereka lihat hanyalah suara besar akibat gema dan bayangan mereka sendiri, ini hanyalah ilusi bukan kenyataan. 

Lalu Plato menceritakan bahwa akan ada orang-orang yang menyadari bahwa ini semua hanyalah ilusi dan berusaha untuk keluar dari gua untuk melihat sumber cahaya sebenarnya. Orang yang keluar gua inilah yang ia sebut sebagai orang yang berilmu dan tergolong dalam filsuf. Lalu mereka kembali ke dalam gua dan menceritakan tentang apa yang mereka lihat di luar gua, namun mereka malah ditertawakan dan dianggap gila. 

Inti dari pemikiran Plato ialah, orang tanpa pengetahuan adalah orang-orang yang hidup dalam kegelapan dan penuh dengan ilusi. Mereka harus keluar dari kegelapan dan melihat cahaya sebenarnya. Cahaya inilah yang ia sebut sebagai ilmu pengetahuan. 


Ahmad Hidayah 
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia 


Sumber gambar : https://classicalstudies.org



  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Plato dan Teori Gua Rating: 5 Reviewed By: mindis.id