mindis.id
Latest News
Monday, November 27, 2017

Gadget, Revolusi Internet, dan Konsumtivisme

Baca Juga




MINDIS.ID - Di zaman yang serba modern ini, sudah tidak asing dan tidak perlu heran lagi apabila gadget menjadi kebutuhan pokok manusia. Konsep yang dahulu gadget berada pada kebutuhan tersier, kini berubah menjadi primer. Gadget menjadi sebuah kebutuhan penting bagi setiap orang di era modern ini.  

Gadget yang saat ini beredar dan merebak di masyarakat menimbulkan gejala sosial baru dimasyarakat kita. Orang kini menjadikan gadget bukan hanya fungsi sebagai gaya hidup (lifestyle) semata, tetapi juga kebutuhan pokok. Dengan pergeseran kebutuhan sekarang ini, pertukaran informasi dan pengiriman informasi yang cepat menuntut setiap orang untuk memiliki gadget.  

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang berarti sebuah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa Indonesia, gadget disebut sebagai “gawai”. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.

Kemajuan zaman sudah tidak bisa dihindari bahkan dicegah. Dengan gadget yang berukuran kecil ini, maka dunia terasa sudah dalam genggaman manusia. Gadget kecil nan imut sudah bisa digunakan sebagai alat untuk komunikasi, sharing, friendly, dan masih banyak lagi fungsi ajaib lainnya. 

Gadget diidentik dengan media hiburan gratis, yang di dalamnya terdapat berbagai macam dan jenis aplikasi yang dapat digunakan pada gadget, salah satu diantaranya adalah permainan secara gratis dan sepuasnya. Permainan di gadget ini banyak membuat orang lupa waktu saat memainkannya, terutama pelajar. Mereka hanya sibuk bermain game sehingga melalaikan kawajiban sebagai pelajar. 

Gadget dan Konsumtivisme 

Banyak pakar yang berpendapat revolusi Industri masih terjadi sampai hari ini. Revolusi Industri yang berangkat dari pembangunan industri secara cepat di Inggris membuat tenaga manusia berubah menjadi tenaga mesin. Dan tidak di pungkiri, hal ini masih terjadi sampai sekarang. 

Namun, menurut penulis, ada sisi lain yang tidak termasuk dalam revolusi industri, atau yang saya sebut sebagai "revolusi internet". Revolusi Industri hanya membuat perubahan pada tataran industri, sedangkan revolusi internet lebih pada perubahan gaya konsumtif, serta percepatan informasi dan komunikasi. 

Yang saya ingin tekankan pada pola konsumtif manusia sekarang ini. Misalnya, dengan adanya aplikasi -aplikasi belanja, atau e-commerce, manusia cenderung lebih konsumtif. Dalam di beberapa kesempatan, menteri keuangan, perekonomian, bahkan Presiden RI pun menjelaskan bahwa daya beli masyarakat meningkat dengan adanya internet of thing. 

Selain dari pada itu, untuk menunjang internet of thing, maka perangkat yang diperlukan juga harus serba canggih. Aplikasi yang terus update membuat perangkatnya pun terus berkembag. Akhirnya, memaksa manusia untuk merogoh koceknya lebih dalam lagi dalam upaya pemenuhan kebutuhan ini. 

Karena semakin tingginya barang, membuat sebagian orang tidak bisa membeli secara tunai. Oleh karena itu, guna mensiasatinya para perusahaan pun sering kali bekerja sama dengan pihak bank agar pembayaran dengan cara menyicil atau kredit. 

Jadi, pada intinya, kemajuan teknologi juga membuat pola konsumtif masyarakat berubah. Sering kali, masyarakat tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan teknologi yang dianggap sebagai kebutuhan pokok ini. Oleh karena itu, dengan berbagai macam cara, perusahaan mempermudah pembelian dengan menawarkan cicilan dengan bekerja sama dengan pihak bank.  


Yossy Yulanda Sari (Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta)
Ahmad Hidayah (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia)  


Sumber Gambar : http://update.ahloo.com/


  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Gadget, Revolusi Internet, dan Konsumtivisme Rating: 5 Reviewed By: mindis.id