mindis.id
Latest News
Friday, October 13, 2017

Revolusi Manusia Dalam Sejarah

Baca Juga



Berbicara mengenai revolusi manusia, maka yang akan dibenak kita adalah teori Darwin. Darwin mengatakan bahwa manusia berasal dari simpanse dan berubah menjadi seorang manusia sempurna karena mutasi gen. Namun, tulisan ini bukan melihat revolusi manusia pada sudut pandang bentuk manusia itu sendiri melainkan perkembangan hidup manusia.

Mengutip dari buku Yoval Noah Harari yang berjudul Sapiens, dijelaskan bahwa manusia pertama atau yang disebut sebagai homo sapiens sudah ada sejak 2 juta tahun silam. Peristiwa adanya manusia ini ia sebut sebagai revolusi kognitif, terlepas itu berasal dari kera ataupun manusia yang turun dari langit seperti yang digambarkan oleh banyak agama. Homo sapiens sendiri terdiri dari berbagai macam bentuk, seperti homo erectus yang berada di Asia timur, homo rudolfensis di Afrika Timur, ataupun homo neadethalensis di Eropa dan Asia Barat. Di Indonesia sendiri terdapat spesies manusia purba yaitu homo soloensis dan homo florensis.     

                             Homo Neaderthalensis (Sumber : http://news.nationalgeographic.com/)


Dalam sejarah manusia, manusia bertahan hidup dengan cara berburu atau yang biasa disebut dengan human gathering. Yang diburu manusia untuk mendapatkan makanan adalah hewan – hewan seperti rusa, kijang, kelinci dan lain – lain. Perlu diketahui bahwa pada saat itu manusia hidup di dalam hutan dan belum berada pada rantai makanan paling atas. Posisi manusia yang berada di tengah rantai makanan ini membuat peran laki – laki lebih menonjol yaitu berburu makanan dan menjaga koloninya dan perempuan hanya sebagai penjaga anak – anak serta penerus keturunan agar tidak punah. 

Pola hidup manusia pada saat human gathering adalah nomaden atau tidak menetap dalam satu wilayah. Jika wilayah tersebut dirasa sudah tidak aman dan tidak ada lagi hewan yang dapat diburu, maka manusia dengan kelompoknya berpindah ke tempat lain.    

Inti dari perkembangan hidup manusia adalah bertahan hidup. Manusia selama beratus ribu tahun mencoba mencari cara untuk tetap tinggal dalam satu wilayah yang aman tanpa harus berpindah – pindah dan berburu. Manusia mulai menemukan ilmu untuk bercocok tanam sehingga manusia tidak perlu lagi pergi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Peristiwa ini disebut dengan revolusi agrikultur.

Setelah revolusi agrikultur terjadi, perkembangan manusia mulai signifikan. Manusia menetap dan membangun tempat tinggal sesuai dengan habitat mereka masing – masing. Lambat laun manusia mulai membuat sistem pembagian kerja, ada yang menjadi petani, ada yang berburu ada pula yang menyediakan jasa. Pembagian kerja ini membuat manusia awalnya menggunakan sistem barter atau tukar barang hingga akhirnya berubah menggunakan uang sebagai alat tukar yang sah. 

Beratus ribu tahun pada masa agrikultur yang menempatkan manusia sebagai alat produksi utama membuat manusia terus berpikir bagaimana caranya agar produksi bisa terus ditingkatkan dengan efektif dan efisien. Sampai akhirnya James Watt menemukan mesin uap pada tahun 1781. Penemuan mesin uap James Watt yang efisien ini mendorong terjadinya revolusi industri dimana mesin menjadi alat produksi utama. 

Revolusi Industri terus terjadi hingga sekarang dimana peran manusia terus dihilangkan. Manusia dianggap tidak efisien dan efektif dalam memproduksi sesuatu sehingga perlu adanya mesin yang menggantikannya. Namun, peran manusia tidak hilang 100%, melainkan hanya sebagai pengoperasi mesin – mesin tersebut. 

Ahmad Hidayah 
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia 

Sumber gambar : Medium.com 
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Revolusi Manusia Dalam Sejarah Rating: 5 Reviewed By: mindis.id