Latest News
Friday, August 18, 2017

Cara Mengkonversi Suara Sah Partai Politik Menjadi Kursi di Parlemen

Baca Juga



Beberapa waktu belakangan ini, pemerintah di Parlemen sedang membahas Rancangan Undang – Undang (RUU) Pemilu. Salah satu pokok pembahasannya adalah sistem atau metode mengkonversi suara sah partai politik menjadi kursi.

Sebenarnya, ada 2 sistem besar dalam metode merubah jumlah suara sah partai politik menjadi kursi, yaitu Devisor dan Kuota. Devisor sendiri terdiri dari 2 metode, yaitu Devisor D’Hondt dan Devisor Sainte Lague. Inti dari sistem ini adalah menggunakan bilangan pembagi. Penulis akan membatasi masalah dengan hanya memberikan contoh penulisan menggunakan sistem Devisor Sainte Lague karena sistem ini yang masuk dalam paket pembahasan. 

Sedangkan Kuota, terdiri dari 3, yaitu Kuota Hare, Kuota Droop, dan Kuota Imperiali. Ketiga metode ini pada intinya melakukan pembagian suara denga jumlah total kursi yang telah disiapkan untuk satu dapil.  Penulis akan membatasi masalah dengan menjelaskan Kuota Hare karena metode ini masuk dalam paket RUU Pemilu.

Metode Devisor Sainte Lague 

Metode Sainte Lague menggunakan bilangan pembagi ganjil 1,3,5,7 dst. Jika jumlah kursi ditetapkan 8, maka bilangan pembagi berhenti di 7. Karena jumlah pembagu tidak boleh lebih dari jumlah kursi. Berikut di paparkan tahapan menghitung jumlah kursi yang diperoleh menggunakan metode Sainte Lague : 

1. Buat Kolom nama seluruh partai politik beserta jumlah suara sah yang diperoleh (Suara yang mencoblos partai politik + perseorangan/Caleg) 

2. Kolom diatasnya sebagai bilangan pembagi dalam angka ganjil (1,3,5,7 dst) 

3. Bagi jumlah suara sah partai politik dengan bilangan pembagi ganjil tersebut 

4. Tandai suara terbesar sampai terkecil sesuai dengan jumlah kursi di dapil tersebut 

5. Total dibagian kolom paling kanan jumlah kursi yang didapat dari setiap partai politik. 
Untuk lebih mudah membayangkannya, mari kita coba mengkonversi suara menjadi kursi dalam pemilihan DPRD kota Tangerang Selatan Dapil 6 (12 kursi) :

Nama Partai
V
V1
V3
V5
V7
V9
V11
TOTAL
GOLKAR
31,134
31,134
10,378
6,227
4,448
3,459
2,830
2
PDI Perjuangan
23,225
23,225
7,742
4,645
3,318
2,581
2,111
2
Partai Gerindra
22,299
22,299
7,433
4,460
3,186
2,478
2,027
2
Partai Keadilan Sejahtera
12,125
12,125
4,042
2,425
1,732
1,347
1,102
1
Partai Amanat Nasional
11,706
11,706
3,902
2,341
1,672
1,301
1,064
1
Partai Kebangkitan Bangsa
8,929
8,929
2,976
1,786
1,276
992
812
1
Partai Persatuan Pembangunan
8,789
8,789
2,930
1,758
1,256
977
799
1
Partai Hati Nurani Rakyat
8,727
8,727
2,909
1,745
1,247
970
793
1
Partai Demokrat
7,311
7,311
2,437
1,462
1,044
812
665
1
NASDEM
5,490
5,490
1,830
1,098
784
610
499
0
PKPI 
2,977
2,977
992
595
425
331
271
0
Partai Bulan Bintang
2,957
2,957
986
591
422
329
269
0
 Sumber Data : KPUD Tangerang Selatan 

Metode Kuota Hare 

Kuota Hare adalah sebuah metodologi dihitung berdasarkan jumlah total suara yang sah (v) dibagi dengan jumlah kursi yang disediakan dalam suatu dapil. Berikut tahapannya : 

1. Buat Kolom nama seluruh partai politik beserta jumlah suara sah yang diperoleh (Suara yang mencoblos partai politik + perseorangan/Caleg) 

2. Buat Kolom dibawah Tabel jumlah kursi dalam dapil dan jumlah suara sah seluruh partai politik 

3. Tentukan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Caranya adalah Total Suara sah parpol dibagi jumlah kursi dalam satu dapil (Jumlah Suara sah : jumlah kursi dapil) 

4. Buat kolom KUOTA I. Artinya adalah partai politik yang dapat kursi dalam KUOTA I. beri tanda I dalam kolom jika suara sah melebihi BPP. Beri tanda 0 jika suara sah tidak lebih dari BPP 

5. Selanjutnya buat kolom SISA I. Artinya adalah sisa suara sah dikurangi BPP (Suara sah parpol – BPP). 

6. Selanjutnya buat kolom KUOTA II. beri tanda I dalam kolom jika SISA I melebihi BPP. Beri tanda 0 jika SISA I tidak lebih dari BPP

7. Selanjutnya buat kolom SISA II. Artinya adalah sisa SISA I dikurangi BPP (SISA I – BPP). 

8. Tentukan berapa sisa kursi yang diperlukan {(Total jumlah kursi dalam dapil-(KUOTA I + KUOTA II) 

9. Selanjutnya buat kolom KUOTA III. Beri tanda I sesuai dengan urutan dari yang terbesar sejumlah kuota sisa kursi. 

10. Total dibagian kolom paling kanan jumlah kursi yang didapat dari setiap partai politik.

V
Kuota I
Sisa I
Kuota II
Sisa II
Kuota III
Total Kursi
GOLKAR
31,134
1
18,977
1
6,819
0
2
PDI Perjuangan
23,225
1
11,068
0
11,068
1
2
Partai Gerindra
22,299
1
10,142
0
10,142
1
2
Partai Keadilan Sejahtera
12,125
1
32
0
32
0
1
Partai Amanat Nasional
11,706
0
11,706
0
11,706
1
1
Partai Kebangkitan Bangsa
8,929
0
8,929
0
8,929
1
1
Partai Persatuan Pembangunan
8,789
0
8,789
0
8,789
1
1
Partai Hati Nurani Rakyat
8,727
0
8,727
0
8,727
1
1
Partai Demokrat
7,311
0
7,311
0
7,311
1
1
NASDEM
5,490
0
5,490
0
5,490
0
0
PKPI
2,977
0
2,977
0
2,977
0
0
Partai Bulan Bintang
2,957
0
2,957
0
2,957
0
0
4
1
7
12

Sumber Data : KPUD Tangerang Selatan 

Menurut hemat penulis, tidak ada perbedaan yang signifikan dari 3 simulasi diatas. Kuota HARE ataupun Sainte Lague dapat berbeda hasilnya jika terjadi GAP yang begitu besar antara satu partai politik dengan partai politik lainnya. Perlu diketahui bahwa perang awal adalah antar partai (jumlah suara yang mencoblos partai + yang mencoblos caleg) untuk mendapatkan jatah kursi partai politik. Setelah itu barulah persaingan antar suara sah yang mencoblos caleg. 

Ahmad Hidayah 
Mahasiswa Pascasarjana UI 

Sumber gambar : http://pemilu-news.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Cara Mengkonversi Suara Sah Partai Politik Menjadi Kursi di Parlemen Rating: 5 Reviewed By: mindis.id