mindis.id
Latest News
Tuesday, February 7, 2017

Soeharto Dalam Ingatan

Baca Juga



Beberapa waktu lalu, saya banyak melihat meme dengan wajah Soeharto lalu bertuliskan "Masih Enak Jaman Ku Toh". Meme ini membuat saya kembali berpikir, "Apa benar masih enak zamannya Soeharto?". Keraguan ini membuat saya kembali membuka beberapa buku sejarah tentang presiden terlama republik Indonesia ini.   

Walaupun hebat sebagai seorang presiden, karier nya sebelum nomor satu di Indonesia ternyata tidak semulus kelihatannya. Eros Djarot (2006:41) dalam buku Siapa Sebenarnya Soeharto: Fakta dan Kesaksian Para Pelaku Sejarah G-30-S/PKI menyebut bahwa Soeharto nyaris dipecat karena menggunakan kuasa militernya sebagai Pangdam Diponegoro untuk memungut uang dari berbagai perusahaan di Jawa Tengah.    

Tidak hanya itu saja, catatan hitam Soeharto juga terjadu saat ia melakukan penyelewengan dengan menyelundupkan gula dan kapuk ilegal bersama Bob Hasan dan Liem Sioe Liong. Dua orang ini nantinya menjadi kongsi karib Soeharto selama Orde Baru berkuasa. 

Persekongkolan Soeharto dengan para juragan itu diungkapkan Studwell (2009:30) dalam buku Asian Godfathers: Menguak Tabir Perselingkuhan Pengusaha dan Penguasa. Itu bukan yang pertama dan terakhir. Kelak, Soeharto dan banyak pemuka militer Indonesia lainnya yang menjalin relasi mesra dengan kaum saudagar.

Perkara-perkara beraroma korupsi itu  memantik murka Menteri Keamanan dan Pertahanan A.H. Nasution. Nasution berniat memecat Soeharto. Namun, berkat campur-tangan Jenderal Gatot Soebroto, karier militer Soeharto terselamatkan. Soeharto batal dipecat dan hanya dicopot dari jabatan Pangdam Diponegoro. Tugasnya dihentikan untuk sementara dan dikirim sekolah lagi. 

Namun, cacat dalam kariernya itu tidak menghalangi jalan mulus Soeharto di ketentaraan. Buktinya, hanya butuh waktu kurang dari 10 tahun baginya untuk menduduki kursi kuasa tertinggi di negeri ini.
Berbagai kejadian di sepanjang tahun-tahun awal dekade 1960-an mendongkrak karier Soeharto yang berpuncak pada aksinya sebagai “pahlawan” dalam misi penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) usai Gerakan 30 September 1965. Dari situ, Soeharto sukses menggulingkan rezim Soekarno. 

Terlepas dari dosa-dosa Soeharto, baik sebelum dan setelah menjabat sebagai Presiden RI,  bukan berarti The Smiling General nihil jasa untuk Indonesia. Selama Orde Baru, Soeharto mencanangkan perbaikan untuk Indonesia. Lewat pembangunan terencana yang diaplikasikan melalui REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun), ia yakin Indonesia akan tinggal landas pergantian milenium, tahun 2000.

Perlu diingat, saat pertama kali Soeharto menjabat, kondisi ekonomi Indonesia hancur berantakan. Kurs Rupiah terus memburuk sehingga melambungkan harga bahan pokok. Rakyat menderita, sulit mendapatkan kebutuhan pokok. 

Melihat situasi ini, Soeharto mengajak beberapa temannya yang bermukin di Amerika untuk pulang ke Indonesia dan membangun perekonomian Indonesia. Mereka adalah para pakar ekonomi jebolan University of Berkeley atau yang nantinya akan disebut sebagai Mafia Berkeley. Segala pemikiran, taktik dan strategi Indonesia pada saat itu diatur oleh para mafia Berkeley ini. 

Hasilnya pun tidak dipungkiri sangat baik. Indonesia saat itu menjadi negara dengan progres perkembangan yang sangat baik jika dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara, Timur Tengah ataupun Afrika. Kunci mereka hanya satu, membuka keran investasi selebar - lebarnya untuk oembangunan infrastruktur di Indonesia. Mereka mencoba meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah pasar yang menjanjikan dengan jumlah penduduknya yang melimpah serta kekayaan alamnya yang tidak akan pernah habis, contohnya adalah Freeport yang masih eksis sampai hari ini.  

Tidak hanya itu saja, pada tahun 1984,  Indonesia meraih swasembada pangan yang membuat Soeharto mendapat kehormatan berpidato dalam Konferensi ke-23 Food and Agriculture Organization (FAO) di Roma, Italia, pada 14 November 1985. Soeharto juga memberikan bantuan 100.000 ton padi untuk korban kelaparan di Afrika. 

Program Keluarga Berencana (KB) juga menjadi salah satu prestasi Soeharto. Ia meyakini kenaikan produksi pangan yang besar tidak akan banyak artinya jika jumlah penduduk tak terkendali. Misi KB adalah tercapainya jumlah penduduk yang serasi dengan laju pembangunan.  Hasilnya, angka kematian bayi dapat ditekan, juga usia harapan hidup rata-rata orang Indonesia yang semula hanya  41 tahun pada 1965, meningkat menjadi 63 tahun pada 1994.

Pengakuan untuk Soeharto tidak hanya datang dari dalam negeri. Ia mengoleksi 37 tanda kehormatan dari berbagai negara di dunia (Dewi Ambar Sari & Lazuardi Adi Sage, Beribu Alasan Rakyat Mencintai Pak Harto, 2006: 29).

Namun, Krisis moneter yang menjangkiti Asia hingga ke Indonesia menjadi awal dari kejatuhan Soeharto. Ditambah sejumlah persoalan  politik di detik-detik akhir kekuasaannya yang makin tidak terbendungnya gelombang rakyat yang menuntut perubahan Akhirnya Soeharto menyerah. Ia mengumumkan berhenti sebagai presiden pada 21 Mei 1998, aksi yang ia sebut sebagai "lengser keprabon."

Sepuluh tahun kemudian, pada 27 Januari 2008, Soeharto meninggal dunia setelah 24 hari dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta.  

Annisa Fadhilah
Mahasiswi Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta


Sumber gambar : https://cdn.sindonews.net
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Soeharto Dalam Ingatan Rating: 5 Reviewed By: mindis.id