Latest News
Tuesday, January 17, 2017

“Surga Dunia” yang Terancam

Baca Juga

surga dunia

Skandal prostitusi di Indonesia memang tak ada habisnya. Jika berbicara tempat-tempat hiburan malam yang sudah berangsur ditutup, sebenarnya itu adalah sepersekian dari semua tempat prostitusi yang belum tersentuh saja. Tidak tahu kenapa, kasus prostitusi di Indonesia kerap melanda berbagai elemen masyarakat. Mulai dari politikus hingga pelaku dunia hiburan, bohong jika tak pernah tersandung kasus prostitusi di dalamnya. 

Baru-baru ini, beberapa tokoh termasuk cawagub DKI Jakarta, sempat menyinggung-nyinggung soal Alexis, sebuah hotel dan tempat hiburan yang menurut dugaan beberapa kalangan memiliki “surga dunia” di lantai tujuhnya. Meskipun dugaan ini belum bisa dibantah karena bukti yang belum cukup dan konkret. 

Berawal dari prostitusi, perdagangan manusia untuk kepuasan pihak-pihak tertentu sepertinya mulai tak terbendung lagi. Bahkan menurut UNICEF, 30% dari penajaja kegiatan prostitusi Indonesia ini adalah anak-anak perempuan berusia di bawah 18 tahun. Kegiatan prostusi ini dibedakan beberapa jenis, mulai dari perempuan berparas cantik yang memilih profesi menjajakan diri, grup PSK yang memilih menjajakan diri melalui mucikari, dan mereka yang benar-benar menjadi PSK karena tuntutan ekonomi. 

Di Indonesia sendiri, prostitusi disebut-sebut sebuah kejahatan moral meski tak jarang jika diselidiki, penikmat kejahatan moral ini bisa jadi mereka yang berkoar-koar tentang moral. Lagi pula, prostitusi menjadi pemenuhan kebutuhan ekonomi dan sosial bagi beberapa orang. Maka tak heran, pemberantasan prostusi di Indonesia, jika benar-benar digalakkan, hal pertama yang harus dilakukan adalah pemerataan status ekonomi dan sosial bagi seluruh penduduk Indonesia. 

Kedua, prostusi yang sempat terbongkar dilakukan oleh artis atau selebriti tersebut, bolehkah dibilang sebagai eksistensi mempertahankan gaya hidup? Karena jika dikategorikan, mereka termasuk golongan pertama, perempuan yang menjajakan diri karena cantik. Lalu siapakah yang bisa mengontrol gaya hidup dan gengsi ini? 

Terakhir, jika prostitusi adalah kejahatan moral, tentunya harus ada pendidikan moral yang mendalam. Tidak bagi pelaku prostitusi namun bagi seluruh penduduk harus dibekali perihal pendidikan moral ini. Dari semua upaya itu, prostitusi tetaplah “surga dunia” dan selalu ada orang-orang yang berkelit juga membutuhkannya.  


*Miftahur Rahmi
Mahasiswa Jurnalistik
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: klikkabar.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: “Surga Dunia” yang Terancam Rating: 5 Reviewed By: mindis.id