mindis.id
Latest News
Monday, January 30, 2017

Review Film: Arrival (2016)

Baca Juga




Rilis 2016

Genre: Sci-Fiction dan Drama

Pemain: 
• Jeremy Renner sebagai Ian Donnelly
• Amy Adams sebagai Dr. Louise Banks
• Forest Whitaker sebagai kolonel di militer AS

Sinopsis

Dalam adegan yang mirip kilas balik, ahli bahasa Louise Banks merawat putrinya yang kemudian meninggal dunia akibat kanker. Di era modern, ketika Louise sedang mengajar di sebuah universitas, dua belas pesawat asing muncul di beberapa tempat di Bumi. 

Kolonel Weber dari Angkatan Darat A.S. meminta Banks dan fisikawan Ian Donnelly bergabung dengan timnya untuk memecahkan bahasa makhluk asing tersebut dan mengetahui sebab kedatangan mereka ke Bumi. Mereka dibawa ke kamp militer A.S. di Montana, dekat salah satu pesawat, dan memulai kontak dengan dua alien berkaki tujuh di dalamnya. Kedua alien ini dijuluki "heptapod", sedangkan Ian memanggil mereka Abbott dan Costello.

Louise menemukan bahwa mereka memiliki bahasa tertulis dengan simbol melingkar yang rumit. Ia perlahan mempelajari simbol-simbol yang sesuai dengan kosa kata dasar. Ketika Louise semakin fasih berbahasa alien, ia mulai melihat dan bermimpi dirinya bersama putrinya.

Louise menanyakan tujuan kedatangan alien tersebut. Mereka menjawab, "tawarkan senjata". Terjemahan serupa, "gunakan senjata", diterima di tempat pendaratan lainnya. Karena ini dipandang sebagai ancaman, sejumlah negara menarik diri dari proyek ini, beberapa di antaranya mempersiapkan militernya untuk melancarkan serangan. Namun demikian, Louise berpendapat bahwa simbol yang ditafsirkan sebagai "senjata" bisa jadi berarti "alat" atau "teknologi".

Beberapa tentara yang tidak sejalan pemikirannya memasang bom di pesawat tersebut. Tanpa 
sepengetahuan mereka, Louise dan Ian kembali berkomunikasi dengan Abbott dan Costello. Kedua alien tersebut memberi pesan yang lebih besar dan rumit. Abbott "menendang" Louise dan Ian keluar dari pesawat tepat sebelum bomnya meledak. Keduanya mulai sadar saat militer bersiap-siap evakuasi dan pesawatnya melayang lebih tinggi.

Ian menemukan bahwa simbol-simbol tersebut berkaitan dengan konsep waktu dan kumpulan simbol tersebut merupakan seperduabelas dari "hadiah" yang hendak diberikan. Louise dan Ian menyimpulkan bahwa alien-alien ini ingin semua negara bekerja sama.

Sementara itu, pihak Tiongkok memberitahu bahwa militernya berencana menyerang pesawat di lepas pantai Shanghai. Louise bergegas kembali ke pesawat alien tersebut menggunakan pesawat kecil yang disediakan untuk dirinya. 

Costello memberitahu Louise bahwa Abbott sekarat. Louise menanyakan Costello soal impiannya. Costello menjelaskan bahwa Louise sedang melihat masa depan, artinya impiannya selama ini bukan kilas balik, melainkan kilas maju. 

Costello juga memberitahu bahwa mereka datang untuk membantu umat manusia dengan berbagi bahasanya. Bahasa mereka adalah "senjata" atau "alat" yang dimaksudkan sebelumnya karena mampu mengubah persepsi manusia terhadap waktu. Para alien ini tahu bahwa dalam kurun 3.000 tahun dari seakrang, giliran merekalah yang membutuhkan bantuan manusia. Mereka meminta Louise menggunakan "senjata"-nya, kemampuannya untuk melihat masa depan.

Louise dipulangkan ke kamp militer yang sedang dievakuasi. Ia melihat dirinya di acara Perserikatan Bangsa-Bangsa dan disalami Jenderal Shang dari Tiongkok karena berhasil meyakinkan Shang untuk membatalkan serangan. Ia menjelaskan bahwa Louise menelepon nomor pribadinya. Ia menunjukkan nomornya dan mengaku paham maksud Louise tanpa perlu tahu sebabnya. 

Di masa kini, Louise mencuri telepon satelit dan menelepon Shang, tetapi tidak tahu harus berkata apa. Ia melihat Shang menjelaskan bahwa Louise mengulang-ulang kata-kata terakhir istrinya dalam bahasa Mandarin dan Shang memberitahu Louise. Tiongkok membatalkan serangannya dan negara-negara lain kembali melanjutkan proyek ini bersama-sama. Pesawat alien perlahan menghilang dari Bumi. 

Review

Meskipun mengusung tema alien tetapi Arrival bukanlah film yang menyuguhkan interaksi dengan banyak orang dan kehancuran yang masif di tengah keramaian kota oleh para alien. Film ini lebih menonjolkan kemurahan hati manusia terhadap kehadiran para alien yang mendarat di bumi.
Ketegangan menjelang pertemuan dengan alien yang melibatkan Louise dan Ian di awal film, mengingatkan pecinta film sains fiksi terhadap film 2001: A Space Odyssey, lengkap dengan musiknya yang hampir mirip. Namun, di sini adegan tersebut terasa sangat dramatis dan lebih jelas maksud serta tujuannya. 

Selain itu, sinematografi terhadap panorama yang ditampilkanluar biasa.
Banyak adegan berbau fiksi ilmiah yang belum pernah kita temui di film-film sejenis lainnya. 
Barangkali, desain pesawat alien serta momen ketika Louise dan rekan-rekannya berjalan di dalamnya menjadi salah satu hal yang benar-benar segar untuk ditonton.

Film ini juga berfokus pada orang-orang yang berada di kelas militer maupun politik tingkat atas hingga kita bisa membayangkan bagaimana jadinya andaikan alien yang bersedia diajak berkomunikasi oleh manusia, tiba-tiba mendarat di bumi.

Banyak juga bahan renungan yang disampaikan dalam film ini. Termasuk salah satunya adalah bagaimana caranya menyikapi hal-hal di luar keinginan kita yang menimpa orang-orang tercinta di keluarga kita.

Banyak pujian yang dituangkan kepada Arrival bukan berarti film ini sama sekali tidak menyisakan keluhan. Beberapa penonton mungkin akan menilai film ini sangat membosankan. Bahkan, mungkin ada yang menilai bahwa beberapa hal penting dalam film ini terkesan dibuat-buat.

Bahkan, bagi yang sekadar berharap menemukan wujud alien dengan desain mengerikan, pastinya akan kecewa. Dikarenakan, ketegangan selama bersama alien dalam film ini hanya digambarkan oleh iringan musik serta sudut pandang kamera.

Nilai : 8 dari 10

Annisa Fadhilah
Mahasiswi Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta




  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Review Film: Arrival (2016) Rating: 5 Reviewed By: mindis.id