mindis.id
Latest News
Sunday, January 15, 2017

Menelaah Gaya Komunikasi Calon DKI 1

Baca Juga



Dalam debat calon Gubernur DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta kemarin (14/1), banyak hal yang dapat ditelaah. Mulai dari visi misi, program kerja unggulan, gaya kepemimpinan, hingga gaya berkomunikasi. Gaya berkomunikasi sejatinya menjadi penting melihat bagaimana para calon pemimpin ini berusaha untuk mempromosikan dirinya agar dipercaya untuk memimpin DKI Jakarta 5 tahun kedepan. Berikut analisa gaya berkomunikasi dari masing - masing calon oy

1. Agus Harimuti Yudhoyono dan Sylviana Murni   

Berbeda dengan pesaingnya, Agus terkesan belum cakap dalam berbicara di depan umum. Gaya berbicaranya terlalu cepat dan juga sering menggunakan istilah yang sulit untuk dipahami masyarakat awam. Selain itu, Ia juga terlihat seperti menghafal dengan sering melihat kertas yang ia bawa. Dari gestur tubuh, Agus sering menggerakan tangannya saat ia sedang menjelaskan sesuatu. Hal ini memang sangat baik, namun terkesan mencontoh gaya orang tuanya yang memiliki gaya yang sama.  

Selain itu, ada satu blunder yang dilakukan oleh Sylvi, yaitu ketika ia ditanya oleh Anies Baswedan soal Bagaimana pemerintah DKI Jakarta memproteksi warganya dari para pendatang?. Sylvi malah menjawabnya dengan memberikan dana kepada RT/RW sebesar 50 juta per unit usaha. Lalu Anies pun menanggapinya dengan santai "jawaban Ibu Sylvi menarik, cuman tidak nyambung". 

2. Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat 

Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering disebut Ahok memulai pidatonya dengan cara merendah. Ia sadar diri bahwa sifatnya yang tempramental bisa mempengaruhi elektabilitasnya. Oleh karena itu ia berujar bahwa ia akan menjadi pribadi yang lebih baik jika nanti terpilih kembali. 

Selain itu, ia juga sering meninggikan Djarot dengan mengatakan ia belajar untuk menahan emosinya dari Djarot. Komunikasi ini mengisyaratkan bahwa Djarot juga memiliki peran penting dalam pemerintahan, salah satunya adalah dapat membentung tempramental Ahok dimana opini publik yang berkembang adalah Ahok One Man Show dan Djarot tidak membantu soal elektabilitas. 

Kesalahan dalam debat ini juga ada pada Djarot pada sesi kedua dimana seharusnya ia mengomentari soal program kerja unggulan lawannya, namun Djarot justru bertanya kepada calon nomor urut 3. Hal ini pun sontak di komentari oleh Agus dengan berkata " Setahu saya ini sesi mengomentari bukan bertanya" 

3. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno 

Anies Baswedan memang sudah profesional dalam public speaking. Sebagai mantan rektor, berbicara di depan umum sudah menjadi hal biasa. oleh karena itu, caranya berbicara lebih tertata rapih dibandingan dua pesaingnya. Namun, jiwanya sebagai dosen tidak bisa dipungkiri. Contohnya ketika ia bicara soal ikan, kail dan kolamnya. Analogi ini membuatnya hanya jago soal teori saja. 

Sandiaga Uno sebagai seorang yang baru dalam berpolitik juga terkesan tidak handal dalam public speaking. Namun berbeda dengan pasa ngan nomor urut satu, ia cukup menahan diri dengan tidak menyerang secara frontal lawan - lawannya. Hal ini memang telah menjadi branding Sandy yang tenang. 


Ahmad Hidayah 
Alumni Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 

Sumber gambar : http://dagelan.co/
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Menelaah Gaya Komunikasi Calon DKI 1 Rating: 5 Reviewed By: mindis.id