mindis.id
Latest News
Thursday, January 12, 2017

Memetik Pelajaran Berharga dari Fisikawan Stephen Hawking

Baca Juga



Bukan hanya soal konsep lubang hitam, gelombang gravitasi, ataupun big bang saja yang membuat nama Stephen Hawking dikenang hingga kini. Namun juga banyak pelajaran hidup dari pria yang mengidap Sklerosis Lateral Amiotrofik (ALS)  

Jangan Menyerah

Saat Usianya masih 21 tahun, Hawking divonis hanya mampu bertahan 2 tahun akibat penyakit ALS. Walaupun demikian,  nyatanya ia tetap mampu bertahan hingga kini dan bahkan menghasilkan karya yang berdampak besar bagi dunia.  

Dalam buku autobiografi singkat "Stephen Hawking: My Brief History", ia mengungkapkan bahwa ia tak langsung bisa menerima penyakitnya. Awalnya, ia merasa merasa bosan dengan hidupnya, merasa tak ada hal berguna yang bisa dia lakukan. Namun, sebuah pengalaman di rumah sakit lantas mengubahnya. 

"Saya melihat seorang anak laki-laki di ranjang sebelah mati karena leukemia. Itu bukan pengalaman yang baik. Jelas ada orang yang kondisinya lebih buruk dari saya. Kapan pun saya merasa tidak berharga, saya selalu mengingat anak laki-laki itu."

Hawking lantas mengabdikan hidupnya di bidang fisika teoretis. Ia melahirkan gagasan baru, diantaranya tentang lubang hitam. Menurutnya, lubang hitam tidak menyerap semua informasi. Ada radiasi yang luput, yang kemudian disebut radiasi Hawking.

"Saya punya hidup yang memuaskan. Saya percaya orang dengan keterbatasan seharusnya berkonsentrasi melakukan yang tetap bisa dikerjakan dengan kursi roda dan tidak menyesali hal lain yang tidak bisa dilakukan," katanya. Dalam bahasa religius, hidup Hawking mengajarkan untuk bersyukur dan pantang menyerah.

Terbuka dan Membumi

Hawking memang seorang ateis. Selain mengatakan bahwa alam semesta tidak membutuhkan pencipta, Hawking juga berkata, "Saya pikir kehidupan setelah mati secara konvensional adalah dongeng untuk orang-orang yang takut pada kegelapan."

Namun, Hawking tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan kalangan agamawan. November 2016 lalu, Hawking pergi ke konferensi sains di Vatikan, bertemu Paus Fransiskus. Bersama gereja, Hawking mengingatkan tentang ancaman perubahan iklim.

Sebelumnya, ia juga pernah bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II. Ia tetap mengapreasiasi walaupun sang Paus mengatakan, "Boleh saja mempelajari alam semesta dan dari mana asalnya. Tetapi kita seharusnya tidak menanyakan tentang permulaan itu sendiri sebab itu adalah momen penciptaan dan kerja Tuhan."


Menggeluti bidang mengawang-awang seperti kosmologi tak lantas membuat Hawking berada di menara gading. Ia juga prihatin dengan masalah kemanusiaan dan berbagi gagasannya. Pada 1 Desember 2016 lalu, Hawking menulis di The Guardian, "Ini adalah Saat Paling Berbahaya bagi Planet Kita". Dalam tulisan itu, Hawking mengutarakan bahwa dunia selayaknya bersatu untuk mengahadapi tantangan, bukan berkonflik dan menambah tantangan baru. Ia mengkritisi kebijakan Brexit, Donald Trump, pengembangan kecerdasan buatan, dan internet.

Bagilah Pengetahuan yang Kau Miliki 

Hawking bukan hanya ilmuwan yang pintar melahirkan gagasan besar, tetapi juga ilmuwan yang pandai berbagi pengetahuan dan memotivasi generasi muda. Buku ilmiah populernya seperti "A Brief History of Time" dan "The Universe in a Nutshell" adalah sejumlah contoh.

Proses menulis buku itu tak mudah. Hawking harus merevisi berkali-kali menuruti usulan editornya, Peter Guzzardi. Hawking mengatakan, ia puas dengan hasil editan buku tersebut. Ia puas mampu mengomunikasikan kosmos dengan minim rumus sebab pada dasarnya ia juga tak suka rumus. 

Sementara, salah satu keahlian Hawking dalam memotivasi generasi muda ditunjukkan saat hadir dalam bentuk hologram di Sydney Opera House. Ia menjawab pertanyaan gadis remaja yang mungkin terdengar konyol, "Apa dampak kosmologi keluarnya Zayn Malik dari One Direction yang diikuti oleh kekecewaan para gadis di seluruh dunia?" Hawking tak mengatakan pertanyaan itu bodoh tetapi malah mengajak sang gadis untuk menggeluti fisika untuk mencari tahu jawabannya. "Bukanlah sesuatu yang tidak mungkin bahwa di luar alam semesta kita terdapat alam semesta lain yang juga eksis, dan di alam semesta itu Zayn Malik masih menjadi anggota One Direction," imbuhnya. 



Diolah dari berbagai sumber 
Annisa Fadhilah
Mahasiswi Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar : http://www.rescuepost.com/

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Memetik Pelajaran Berharga dari Fisikawan Stephen Hawking Rating: 5 Reviewed By: mindis.id