Latest News
Saturday, January 7, 2017

"Kado" Awal Tahun dari Pemerintah

Baca Juga

kado awal tahun dari pemerintah

Awal tahun memang penuh dengan kejutan-kejutan baru. Awal 2016 masyarakat Indonesia digeret ke dalam persoalan kenaikan tarif listrik dan pencabutan subsidi. Kini, di tahun 2017 yang belum lama berjalan ini, beragam perubahan skala kecil atau besar sudah mulai dicanangkan. Tak tanggung-tanggung, awal tahun ini saja rakyat Indonesia harus menerima "kado" kenaikan tarif STNK dan BPKB hingga 100%.

Pemerintah menerapkan penyaluran subsidi tepat sasaran ke pelanggan listrik 900 Volt Ampere (VA) dengan mencabut subsidi listrik pada 18,9 juta pengguna yang masuk dalam golongan Rumah Tangga Mampu (RTM) mulai Januari 2016. Pencabutan subsidi listrik yang dilakukan dalam tiga tahap tersebut tetap saja menimbulkan protes di mana-mana hingga saling adu argumen antara pemerintah dan rakyat. Tak pelak juga, kenaikan tarif STNK dan BPKB di 2017 ini juga menimbulkan persoalan dan protes dari berbagai pihak.

Tapi, bolehkah kita sedikit mengkaji pencabutan subsidi dan kenaikan tarif tersebut dengan sikap konsumtif rakyat Indonesia yang sudah merajalela? Indonesia dan orang-orangnya terkenal sebagai pemboros dalam menggunakan energi terutama listrik. Seberapa pun pasokan yang disediakan akan selalu kurang. Elastisitas penggunaan energi masyarakat masih cukup tinggi, yaitu 1,6% yang harusnya sudah menurun dari angka tersebut. Tak heran juga, subsidi tersebut malahan juga digunakan oleh sebagian besar oleh masyarakat yang mampu hingga sangat mampu.

Maka setidaknya, pencabutan subsidi listrik di awal 2016 disebut sebagai pembelajaran kalau rakyat Indonesia harus belajar berhemat perihal energi. Tak heran imbasnya menjadikan penyebaran listrik yang tidak merata hingga ke pelosok-pelosok karena elastisitas tadi yang tidak bergerak turun.

Begitu pula kenaikan tarif STNK dan BPKB hingga 100% ini. Meskipun pro dan kontra di mana-mana tapi bisa jadi ini sebagai bentuk usaha pemerintah dalam mengurangi jumlah kendaraan bermotor terutama di kota-kota besar yang jumlahnya mungkin hampir setara dengan jumlah penduduk. Terlebih berbagai program yang dicanangkan untuk mengurangi macet tak ada yang berjalan sukses, meski berhasil tapi tetap saja tak banyak membantu.

Sebut saja kenaikan tarif yang biasanya dicanangkan di awal tahun ini sebagai salah satu resolusi pemerintah agar satu tahunnya rakyat Indonesia merasakan perubahan ke arah yang lebih baik. 2016 agar terwujudnya Indonesia hemat energi dan 2017 tercapainya jalanan bebas hambatan. Akan tetapi, tetap saja pro kontra di awal ujung-ujungnya masyarakat justru akan tetap membayar juga dan akan tetap memakai kendaraan pribadi. Semoga saja uang-uang yang dinaikkan memang benar untuk Indonesia yang lebih sejahtera dan merata. Bukan untuk memperkaya pihak-pihak tertentu. Semoga. Ya, semoga, karena rakyat hanya bisa menyemogakan.

   
*Miftahur RahmiMahasiswa Jurnalistik
Politeknik Negeri Jakarta
 
Sumber gambar: moodymaria.blogspot.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: "Kado" Awal Tahun dari Pemerintah Rating: 5 Reviewed By: mindis.id