Latest News
Monday, January 23, 2017

Jangan Lakukan Hal Ini Saat Melamar Pekerjaan

Baca Juga




Jika kamu lulusan sarjana, hampir dipastikan kamu akan bergelut dengan urusan melamar pekerjaan. Ternyata, setelah lebih dari dua bulan kamu belum ada panggilan. Perasaan resah datang. Bisa jadi mungkin kamu telah melakukan beberapa kesalahan dalam menulis CV dan surat lamaran kerja.

Sebuah perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan akan menerima banyak lamaran baik dalam bentuk fisik maupun di kotak masuk email-nya. Bagian HRD atau Human Recources Department yang bertanggung jawab dalam perekrutan tentunya punya kriteria khusus untuk memilah lamaran mana yang akan direspon terlebih dahulu. 

Di samping soal kompetensi yang tidak memenuhi, ada hal-hal kecil yang membuat HRD ternyata tidak melirik CV-mu sama sekali.

Subjek pada email tidak dituliskan dengan jelas. Padahal HRD akan mendahulukan lamaran kerja dengan subjek yang jelas

Terburu-buru dan kurang teliti, banyak pelamar yang nggak jelas ketika menuliskan subjek email atau bahkan nggak membubuhkannya. Ini adalah kesalahan. HRD tidak akan membuka lamaran kerjamu, apalagi memanggilmu interview. Jika kamu mengirim lamaran pekerjaan via email, subjek harus kamu isi dengan jelas agar jadi perhatian HRD untuk segera membukanya.

Jangan sampai alamat email yang kamu gunakan untuk mengirim lamaran kerja adalah email alay, alias tidak pakai nama asli

Menyedihkan memang, masih banyak pelamar kerja yang menggunakan alamat email yang alay bahkan norak untuk mengirimkan lamaran kerjanya. Ketahuilah bahwa HRD akan merasa tidak nyaman saat mengetahuinya. Jangan harap kamu bakal dipanggil interview. Gunakan email dengan nama asli kamu saja. Boleh diutak-atik, dibalik, atau disingkat. 

Ukuran file yang terlalu besar membuat HRD kesulitan membuka berkas lamaran kamu, sesuaikan permintaan perusahaan jika ada, ya!

Akan lebih disukai jika seluruh berkas kamu ubah menjadi file PDF lalu jadikan 1 file dengan format zip/rar karena cenderung lebih rapi dan kecil ukurannya.

Nama attachment tidak sesuai dengan nama di file aslinya, 

ini membingungkan HRD juga. Coba lihat nama-nama berkas untuk lamaran kerja kamu. Pastikan nama di attachment sesuai dengan nama di file aslinya. Beberapa bagian HRD malas untuk mengunduh attachment jika nama file-nya tidak sesuai isinya.Cukup tuliskan dalam nama file maupun nama attachment seperti ini misalnya: CV_Meily, Ijazah_Meily, dan lainnya.

Tidak mencantumkan tanggal dalam surat lamaran atau sudah kadaluarsa karena HRD cukup perhatian soal ini

Kebetulan kamu melamar di banyak tempat lalu lupa mengedit surat lamaran yang sebelumnya kamu kirim juga ke perusahaan lain. Pantas saja kamu tidak kunjung dipanggil interview. Bisa jadi hanya karena kesalahan menulis tanggal ini, HRD menganggapmu kurang serius.

Surat lamaran sebaiknya kamu ketik langsung di badan email untuk menunjukkan keseriusanmu. Jadi HRD tidak asal menganggapmu copy-paste dari lamaran kerja sebelumnya. 

Ukuran huruf terlalu kecil atau terlalu besar bikin HRD kesulitan membacanya, belum lagi kalau jenis hurufnya yang aneh

Semakin simpel CV tetapi lengkap, akan semakin bagus. Tapi kalau CV-mu hanya terdiri dari satu halaman dengan ukuran huruf yang terlalu kecil, kamu tidak akan dianggap serius.  Buatlah CV dengan jenis dan ukuran huruf yang formal atau resmi. Gunakan huruf jenis Times New Romans dengan ukuran 12 dan buat CV menjadi 2 halaman. CV-mu sampai 4 halaman? HRD bakal langsung skip dan pilih CV lainnya. Mereka malas baca.

CV warna-warni seperti pelangi? Apa kabar ya?

Kamu ingin melamar pekerjaan atau sedang mengikuti pelajaran kesenian? Atau kamu malah menganggap CV dengan huruf berwarna merah kuning hijau akan menarik perhatian HRD? Tentu tidak. Memang terlihat eye catching tapi justru kamu akan dianggap tidak serius oleh HRD. Pilihlah huruf berwarna warna hitam dan jangan sesekali kamu memberikan sentuhan-sentuhan warna yang mencolok mata. Sewajarnya saja.

Ada banyak kesalahan atau typo dalam penulisan CV atau lamaran. 

Jika baru melihat CV-mu, HRD telah menemukan banyak typo, bukan tidakak mungkin jika kamu dinilai tidak cukup kompeten. Maka pastikan kamu telah mengecek CV dan cover letter di badan email dengan baik. Kesalahan penulisan bisa jadi indikasi bahwa kamu terburu-buru dalam menuliskannya atau bahkan kesan kamu tidak terlalu serius dalam melamar.

Kamu tidak menjelaskan deskripsi keahlian dan pengalaman kerja, singkat tapi kurang dimengerti

Setiap HRD punya penilaian masing-masing. Salah satu faktor yang membuat HRD malas memanggilmu untuk interview adalah pelamar hanya mencantumkan keahlian tanpa penjelasan atau yang sudah berpengalaman justru tidak menjelaskan job deskripsi di perusahan sebelumnya. Misalnya, Microsoft Excel: saya menguasai beberapa formula dan fungsi dasar Photoshop: meski tidak terlalu mahir, tetapi saya dapat melakukan editing foto Untuk pengalaman, misalnya: saya dahulu bekerja di bagian teknisi dan jelaskan bagaimana pekerjaan di perusahaan sebelumnya.

Kamu tidak mencantumkan kenalan ‘orang penting’ atau orang yang merekomendasikan kamu untuk lowongan pekerjaan baru

Punya pengalaman kerja bertahun-tahun di perusahaan besar bukan berarti dengan mudah masuk ke perusahaan yang kamu lamar jika kamu tidak punya koneksi yang bagus. Kalau kamu punya kenalan ‘orang penting’, cantumkan kontaknya, agar ia bisa merekomendasikan kamu kepada perusahaan yang kamu lamar.

Sayangnya masih banyak loh  job seeker yang melakukan ‘kesalahan sepele’ tersebut. Perbaiki dan jangan pernah menyerah. Hargai perusahaan yang kamu lamar dengan mengirimkan CV dengan baik. 

Annisa Fadhilah
Mahasiswi Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Jangan Lakukan Hal Ini Saat Melamar Pekerjaan Rating: 5 Reviewed By: mindis.id