Latest News
Friday, January 13, 2017

Galaknya Indonesia dan Tak Mau Disalahkan

Baca Juga



Usai kasus Dora yang memaki-maki seorang polisi lantaran ditilang karena melanggar aturan lalu lintas, kini muncul anggota DPRD Jambi yang memaki-maki seorang petugas bandara yang menegurnya karena berhenti terlalu lama di drop zone yang sama. Lalu muncul lagi pengacara, yang memaki-maki pengendara padahal anaknya sendiri yang menabrak si pengendara motor tersebut.

Ujung-ujungnya sama, pelaku memaki-maki orang yang dianggap tidak “sederajat” dengan iming-iming menyebutkan jabatan. Pengacaralah, anggota dewanlah, atau pegawailah, semuanya sama-sama mengatasnamakan jabatan. Meskipun ujung-ujungnya si pemaki meminta maaf kepada korban tapi tak sedikit masyarakat atau netizen yang simpati terhadap kejadian tersebut.

Sebenarnya ini anjuran saja bahwa pendidikan karakter sebenarnya bukan untuk anak sekolah saja. Lebih baik para birokrat atau aparat tersebut juga diberi pembekalan moral dan karakter agar jabatan tak sekadar pembelaan terhadap kesalahan. Atau lebih baik, daripada urusan partai politik saja, perlindungan bagi mereka, orang-orang yang bertugas bagaimana kalau diperkuat perlindungannya? 

Selain itu, sudah sewajarnya si pelaku juga diberi konsekuensi terhadap perbuatan yang telah dilakukan. Meski alasan darah tinggi atau terburu-buru, sikap tetaplah sikap. Bagaimana memperlakukan orang lain yang mungkin tidak seberuntung mereka adalah perihal kemanusiaan dan hidup bermasyarakat. Bapak galak, Ibu galak, hingga pengacara galak, semua sama-sama tak mau disalahkan. 

Miftahur Rahmi 
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta 

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Galaknya Indonesia dan Tak Mau Disalahkan Rating: 5 Reviewed By: mindis.id