mindis.id
Latest News
Monday, December 12, 2016

Sekali Lagi, Ibu Kota!

Baca Juga

Jakarta

Proses globalisasi yang berjalan cepat, membuat orang-orang mulai tidak betah berdiam diri di suatu tempat. Ada banyak alasan kenapa orang-orang mengepak barang, lalu keluar dari peraduannya. Biasanya ada tujuan yang umum, untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik. Seperti halnya kebiasaan yang dilakukan remaja tanggung setamat sekolah menengah atas (SMA). Banyak yang memilih berkuliah di daerah asal tetapi lebih banyak pula yang bergegas meninggalkan kampung halaman.

Tidak tahu kenapa, ibu kota menjadi magnet yang begitu luar biasa bagi kebanyakan perantau. Ada yang bergegas pergi karena memang di daerahnya sudah mengalir jiwa perantau, tak usah berdiam diri di kampung, atau memang harus berangkat saban hari karena memang kondisi ekonomi mengharuskan. Tidak ada yang tahu pastinya bagaimana, tapi ibu kota nyaris hampir meledak karena pendatang setiap tahunnya.

Tiba-tiba mereka yang tadi hanya berstatus siswa di daerah, di Jakarta sudah berganti status menjadi mahasiswa. Harus beradaptasi dengan kultur ibu kota yang keras dan pasrah. Keras karena hanya ada dua pilihan, jadi orang sukses atau merana, pasrah karena tak ada yang bisa melawan padat dan macetnya jalanan.

Seumpama orang mulai belajar, penyesuaian bahasa adalah hal terpenting. Tak jarang bahasa daerah yang memiliki dialek tertentu ikut-ikutan terselip ketika makan di warung. Orang-orang biasanya mudah, mengenali anak daerah yang belajar ke ibu kota. Akan tetapi itu bukan hal biasa lagi, hanya saja tak semua yang datang melanjutkan sekolah adalah mereka yang ber-”punya”. Tak jarang melihat mahasiswa untuk kuliah saja ia banting tulang mencari uang di ibu kota.

Sekali lagi, ini ibu kota! Adaptasi adalah salah satu cara bagaimana individu bertahan di lingkungannya. Tak semua berjalan sesuai pesan orang tua di kampung atau seperti target ketika akan berangkat. Semua tergantung pribadi dan orang-orang di sekitar. Satu-persatu, perantau tadi menuju ke arah yang berbeda. Ada yang bertahan untuk tetap berjalan lurus, lalu sebagian yang lain berbelok entah ke mana. Lagi-lagi, ibu kota selalu penuh dengan pilihan.

Di stasiun, pelabuhan, bandara, adalah tempat-tempat tertentu bisa menemukan beragam orang yang tinggal di ibu kota. Duduklah di salah satu bangkunya dan edarkan pandangan. Orang yang selama ini tak pernah dilihat di dalam hidup pun akan muncul

Semuanya berjalan dan di ibu kota semua lajur bergerak begitu cepat tanpa pernah peduli. Jakarta selalu menawarkan seribu satu kesempatan dan hanya Jakarta yang mampu. Tapi, tampaknya Jakarta bukanlah untuk segelintir orang. Ada yang menjadikannya sebagai tempat persinggahan sesaat saja. Agar nanti, gemerlap lampu mobil ketika macet, kereta yang sering gangguan, atau padatnya tetap menjadi kerinduan. Dan mereka, orang-orang yang bertahan di Jakarta, selamat! Tak semua raga bertahan sekuat itu. Bagaimana pun, ibu kota tetap penawar.

*Miftahur Rahmi
Mahasiswa Jurnalistik
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: infospesial.net
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Sekali Lagi, Ibu Kota! Rating: 5 Reviewed By: mindis.id