mindis.id
Latest News
Thursday, December 22, 2016

Review Film : Hot Fuzz (2007)

Baca Juga



Rilis: 2007

Genre: Komedi dan Aksi

Pemain: 

Simon Pegg sebagai Nicholas Angel
Nick Frost sebagai PC Danny Butterman
Jim Broadbent sebagai Inspektur Frank Butterman

Sinopsis

Hidup Nicholas Angel (diperankan oleh Simon Pegg) sebagai seorang polisi rasanya sangatlah sempurna. Unggul latihan medan  dalam hal keamanan kota dan kontrol kerusuhan, unggul pula dalam bidang akademis, mendapat 9 penghargaan khusus dalam 12 bulan terakhir, jago dalam mengendarai mobil dan sepeda, pemegang rekor lari 100m dan yang terpenting dia mendaptkan rekor penangkapan penjahat tertinggi, 400% diatas petugas lainnya. Sayangnya, kehidupan percintaannya tidaklah sesempurna kehidupan profesinya.

Di Standford, ia bekerja dengan rekan-rekan kerja baru, seperti PC Danny Butterman (diperankan oleh Nick Frost), polisi berbadan subur yang nantinya akan menjadi partner Nicholas. Selain Danny, juga ada ayah Danny, Inspektur Frank Butterman ( diperankan oleh Jim Broadbent). 
Keadaan antara London dengan Standford tentulah sangat berbeda. Ini lah yang dirasakan oleh Nicholas. Tak ada kasus-kasus besar seperi biasanya, paling-paling hanya kasus kehilangan, dan yang hilang pun bukan manusia, melainkan seekor angsa. Sampai suatu hari, pengacara kondang Martin Blower dan selingkuhannya Eve Draper yang merupakan seorang pekerja di dewan lokal, ditemukan terpenggal kepalanya. 

Nicholas meyakininya sebagai pembunuhan daripada kecelakaan, apalagi setelahnya banyak lagi kasus 'kecelakaan' bermunculan, tapi sayangnya, polisi lain malah menganggap ini hanyalah sebuah kecelakaan.

Review

Hot Fuzz mungkin salah satu film komedi yang tak hanya menjual kekonyolan, tapi juga mengajak penontonnya berpikir, layaknya film komedi lawas sejenis tahun 1985, Clue. 

Awalnya, Hot Fuzz memang terlihat film tentang polisi yang paling manusiawi, tak ada penjahat besar, kejar-kejaran dengan buronan, maupun baku tembak antar polisi dengan pelaku kriminal. 
Namun perlahan, Hot Fuzz mulai menampakkan batang hidungnya. Jika diibaratkan, Hot Fuzz bagaikan sebuah bom waktu, yang dapat meledak sesuai dengan waktu yang ditentukan dan ketika waktunya tiba akan mengeluarkan segalanya, sekaligus action seru dan layaknya film detektif-detektifan lainnya.

Frost, sebagai penyumbang porsi komedi terbanyak terbilang berhasil dalam membuat penontonnya untuk tak menahan tawanya. Tak hanya Frost tentunya, aksi-aksi konyol karakter lain juga cukup membuat tawa membludak, tak terkecuali para rekan Danny dan Nicholas. 

Tampaknya action yang dibawakan Hot Fuzz juga efektif untuk membuat anda tertawa. Dalam hal komedi, Hot Fuzz tidaklah menawarkan komedi yang kasar, kotor, dan brengsek tetapi lebih menawarkan komedi yang lebih sopan yang berhasil mengundang tawa. 


Nilai untuk film ini 9 dari 10

Annisa Fadhilah
Mahasiswi Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Review Film : Hot Fuzz (2007) Rating: 5 Reviewed By: mindis.id