mindis.id
Latest News
Monday, December 26, 2016

Review Film: Batas (2011)

Baca Juga



Genre: Drama

Rilis: 2011

Pemain: 
• Marcella Zalianty sebagai Jaleswari
• Marcell Domits sebagai Adeus
• Otig Pakis sebagai Otig
• Tetty Liz Indriati sebagai Ibu dari Jaleswari

Sinopsis

Ketika Jaleswari (diperankan oleh Marcella Zalianty) ditugaskan oleh pimpinan perusahaannya untuk menyelidiki mengapa kegiatan Corporate Social Responsibility dalam bidang pendidikan perusahaan mereka tidak berjalan dengan lancar pada sebuah perkampungan di wilayah Entikong, Kabupaten Sangau, Kalimantan Barat. Jaleswari tentu saja tidak akan mengharapkan bahwa ia akan tertahan lama di wilayah tersebut. 

Jaleswari, seorang wanita yang terbiasa hidup dengan gaya hidup modern dan baru saja kehilangan suaminya sekaligus menyadari bahwa ia sedang hamil, hanya ingin agar masalah tersebut cepat selesai. Karenanya, walau sang ibu (diperankan oleh Tetty Liz Indriati) dengan tegas meminta agar Jaleswari menolak penugasan tersebut. 

Jaleswari tetap bersikukuh untuk pergi ke wilayah terpencil itu selama dua minggu. Jauh dari peradaban dan keluarganya di Jakarta, Jaleswari akan segera mengenal sejauh mana batas ketahanan dirinya dalam mengenal dan bertahan dalam sebuah lingkungan baru.

Sesampainya di wilayah tersebut, Jaleswari kemudian dikenalkan dengan Adeus (diperankan oleh Marcell Domits). Adeus, yang merupakan satu-satunya guru di wilayah tersebut, mengira Jaleswari adalah seorang guru yang ditugaskan untuk menggantikan guru-guru kiriman sebelumnya yang tidak pernah mampu bertahan lama mengajar di wilayah tersebut. 

Walau awalnya berusaha menjelaskan mengenai apa tugas yang sebenarnya, Jaleswari kemudian merasa tidak tega melihat anak-anak perkampungan tersebut. Dengan bantuan Adeus, Jaleswari akhirnya mulai mengajar dan dekat dengan anak-anak kampung tersebut. 

Di saat yang sama, kedatangan Jaleswari ternyata menimbulkan rasa ketidaksenangan pada beberapa orang, khususnya pada Otig (diperankna oleh Otig Pakis), seorang pria yang menganggap bahwa kedatangan Jaleswari hanya akan merusak tatanan adat dan struktur masyarakat di kampung tersebut. 

‘Perang dingin’ antara Jaleswari dan Otig-lah yang kemudian mengisi struktur cerita Batas sekaligus menumbuhkan beberapa plot cerita tambahan yang sekaligus akan mengarahkan Jaleswari kepada jawaban dari pertanyaan mengapa ia harus dikirimkan ke wilayah tersebut.

Review

Dengan durasi yang hampir mencapai dua jam, Batas mencoba menceritakan mengenai banyak hal. Walau jalur utama kisah film ini menceritakan mengenai bagaimana usaha karakter Jaleswari untuk menyelesaikan tugasnya, Batas masih diisi dengan banyak konflik yang timbul dari setiap permasalahan pribadi para karakter yang dihadirkan di film, untuk menceritakan rentetan konflik tersebut dengan lancar bukanlah sebuah tugas yang mudah. Beberapa kali, Batas terlihat kehilangan fokus dalam penceritaannya serta gagal dalam memberikan penjelasan yang pasti mengenai beberapa konflik yang sebelumnya telah dimunculkan.

Harus diakui, Batas adalah sebuah film yang memiliki kandungan filosofi yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan film-film lain yang beredar di layar lebar Indonesia saat ini. Batas menggambarkan lokasi dimana jalan cerita ini terjadi, yakni di Entikong, sebuah wilayah Kalimantan Barat yang populer karena berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia.

Batas sama sekali tidak memfokuskan dirinya pada kisah tersebut. Kisah mengenai masyarakat dari dua negara yang masih berasal dari satu rumpun dan suku yang sama tetapi terpisah karena ideologi politik dua negara hanya menjadi latar belakang sementara bagi Batas.

Nilai : 7 dari 10

Annisa Fadhilah
Mahasiswi Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Review Film: Batas (2011) Rating: 5 Reviewed By: mindis.id