mindis.id
Latest News
Monday, December 5, 2016

Menjadi Olokan, Carvajal Tidak Sendiri

Baca Juga



Skor imbang mengakhiri laga Real Madrid kontra Barcelona, Sabtu (3/12). Gol hasil sundulan Sergio Ramos menggagalkan kekalahan Real Madrid dari sang rival yang sempat unggul berkat gol Luis Suarez. Menariknya, Daniel Carvajal merayakan selebrasi gol Sergio Ramos dengan memberikan salam jari tengah kepada salah satu tribun penonton. Hal itu dilakukannya lantaran ia terus dihujani cemooh publik Camp Nou selama pertandingan berlangsung. Akan tetapi tahukah Anda jika Daniel Carvajal bukanlah satu-satunya pemain yang pernah menjadi sasaran bully saat laga El Clasico? Berikut ini beberapa di antaranya yang paling menghebohkan.

Luis Figo
Sakit hati, mungkin itu yang menyebabkan legenda sepak bola Portugal ini menjadi sasaran cemooh Barcelonistas. Bagaimana tidak, ketika mereka memuja Figo berkat sumbangan tujuh gelarnya, ia justru menyeberang ke klub rival, Real Madrid.

Meskipun transfer penjualannya mampu menyegarkan keuangan Barcelona, dirinya tidak serta merta luput dari label "pengkhianat" yang diberikan para fans Blaugrana. Maka tidaklah mengherankan jika dirinya menjadi sasaran bully saat laga El Clasico digelar di Camp Nou.

Lontaran cemoohan atas dirinya tidak pernah sepi bahkan teramat bising sehingga membuat suara peluit wasit terdengar seperti berbisik. Tak hanya itu, para Barcelonistas pun pernah menyindir dirinya dengan melempar koin sampai kepala babi.

Michael Laudrup
Dapat dikatakan Michael Laudrup adalah salah satu aktor dalam kemenangan besar 5-0 Barcelona terhadap rival bebuyutan mereka, Real Madrid. Ia merupakan idola bagi Barcelonistas hingga kepindahan kontroversialnya ke Real Madrid pada musim 1994/1995 mengakhirinya. Keputusannya untuk menyeberang begitu menyengat hati para fans Blaugrana, tak ayal kebencian pun mengiringi kepindahannya.

Bersama Real Madrid, Laudrup kembali berhasil mendulang kemenangan besar 5-0 dalam Laga El Clasico. Hal tersebut seolah menegaskan jika dirinya pantas untuk menjadi sasaran kebisingan publik Camp Nou.

Bernd Schuster
Menjadi sasaran olok-olokan fans Blaugrana, itulah konsekuensi yang harus ditanggung Bernd Schuster setelah kepindahannya dari Barcelona. Walaupun saat memperkuat Barcelona pemain berjuluk der Engel Blonde sukses mempersembahkan delapan gelar bagi tim Catalan.

Hal itu dapat dipahami mengingat sumbangan gelar yang diberikan Schuster kepada Blaugrana tak akan mampu menyembuhkan kekecewaan para Barcelonistas pada dirinya. Terlebih lagi klub yang menjadi tujuannya adalah sang rival bebuyutan, Real Madrid.

Luis Enrique
Jika nama-nama yang disebutkan di atas datang dari kubu Barcelona yang membelot, nama Luis Enrique justru kebalikannya. Ya, Luis Enrique menyeberang dari Real Madrid ke Barcelona setelah lima musim (1991-1996) memperkuat Real Madrid. Keputusannya mengundang kemarahan dari Madridista, terlebih itu dilakukannya di saat dirinya menginjak usia emas. Tak heran bila cemoohan para Madridista munghujani dirinya ketika laga El Clasico berlangsung.

Sejarah mencatat bila Real Madrid dan Barcelona merupakan dua klub tersukses di Liga Spanyol, tingginya gengsi antara kedua klub adalah satu hal yang tidak dapat ditawar. Itulah sebabnya mengapa selalu saja ada sasaran bully saat laga El Clasico, baik berupa tekanan kepada para pemain yang dianggap penting atau pun cacian kepada pemain yang dicap sebagai "pengkhianat" dari para pemain ke-12 yang tak lain adalah para supporter.

*Yuga Andika Ramadhan
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan

(dari berbagai sumber)
Sumber gambar: http://a.fssta.com/


  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Menjadi Olokan, Carvajal Tidak Sendiri Rating: 5 Reviewed By: mindis.id