mindis.id
Latest News
Tuesday, December 13, 2016

Hati-Hati Dalam Menggunakan Antibiotik

Baca Juga



Penggunaan antibiotik yang berlebihan, termasuk yang kurang atau di bawah dosis yang dianjurkan oleh dokter akan menciptakan bakteri yang resistan terhadap obat antibiotik, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Ditemukan pada sekitar tahun 1940, antibiotik adalah jenis obat yang kuat membunuh bakteri penyebab infeksi, termasuk tuberkulosis, radang tenggorokan dan infeksi saluran kemih. Meskipun sangat efektif untuk mengatasi infeksi tetapi antibiotik tidak berdaya dalam menghadapi virus dan penyakit yang disebabkan oleh virus, termasuk flu dan pilek.

Ketika meresepkan antibiotik, dokter akan mengingatkan pasien untuk menghabiskan obat yang diberikan sampai tidak ada lagi yang tersisa.

Bakteri Resisten

Sayangnya, antibiotik tidak selalu mampu membunuh semua bakteri jahat. Sama seperti genetik lainnya, bakteri juga bisa bermutasi dari waktu ke waktu. Bakteri buruk yang berhasil bertahan hidup dapat mengubah DNA mereka agar menjadi lebih kuat dari obat antibiotic disebut resistensi antiobiotik. Umumnya, mikroorganisme yang resisten ini disebut sebagai superbug.

Setiap kali kamu meminum antibiotik, kamu juga membunuh beberapa bakteri yang menguntungkan 
di dalam tubuh kamu karena ada kekosongan "ruang" yang ditinggalkan oleh bakteri baik, bakteri resisten akan cepat berkembang biak dan mentransfer resistensi obat kepada bakteri lain.

Jika bakteri dalam tubuh menjadi resistan terhadap obat, kamu bisa mendapat infeksi berulang yang akan lebih sulit untuk diobati karena jenis obat yang sama tidak akan bekerja sehingga dokter terpaksa meresepkan antibiotik baru yang lebih kuat dan berspektrum lebih luas. Ketika dokter menyarankan kamu untuk menghabiskan obat yang dia berikan, dokter berharap semua bakteri jahat dalam tubuh kamu akan hancur dan tidak ada yang tersisa nantinya menjadi resisten.

Sebuah artikel di New York Times juga menyebutkan, masing-masing dokter akan mengeluarkan standar yang berbeda untuk penggunaan antibiotik dan meresepkan durasi yang berbeda dari setiap pengobatan. Artikel ini juga melaporkan mengenai beberapa studi yang mengatakan bahwa dosis antibiotik yang lebih rendah akan lebih baik dan akan mengurangi kecenderungan terjadinya resistensi.

Sebagai pasien, tentu saja sebaiknya Anda mematuhi nasehat dari dokter tetapi Anda juga berhak untuk mendiskusikan keinginan dan kekhawatiran Anda mengenai kemungkinan terjadinya resistensi bakteri akibat antibiotik.


Annisa Fadhilah
Mahasiswi Jurnalistik, Politeknik Negeri  Jakarta

Diolah dari berbagai sumber 

Sumber gambar : http://www.doktercewek.com/

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Hati-Hati Dalam Menggunakan Antibiotik Rating: 5 Reviewed By: mindis.id