mindis.id
Latest News
Sunday, December 4, 2016

Eka Kurniawan, si “Lelaki Harimau”

Baca Juga


eka kurniawan

“Hidup adalah perkara makan atau dimakan…kau harus memakan yang lain, sebab jika tidak, kau akan dimakan.”

Itulah sepotong kalimat Eka Kurniawan di dalam novel O (halaman 59) yang cetakan pertamanya terbit pada Mei 2016 lalu. Mendengar judulnya saja, kita dibuat heran. Tidak sekalimat, sekata, karena hanya satu huruf saja. Tentang seekor monyet berwatak polos, O.

Itu merupakan sepintas tentang karya Eka Kurniawa, penulis lulusan Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ini sebelumnya sudah menelurkan karya sastra yang tak kalah menariknya. Seperti Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (1999), Cantik itu Luka (2002), Lelaki Harimau (2004), dan sebaginya.

Eka Kurniawan terus mengharumkan nama Indonesia di ranah literasi nasional ataupun dunia. Beberapa novelnya bahkan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Di tahun 2015, ia dinobatkan sebagai salah satu 100 pemikir paling berpengaruh di dunia oleh Jurnal Foreign Policy.

Karya-karya Eka Kurniawan dianggap mampu menyuarakan kreativitas secara universal. Pada 26 September lalu, Eka, panggilannya, menerima penghargaan FT/OppenheimerFunds Emerging Voices kategori fiksi di gedung perpustakaan New York.

Selain itu, Eka juga pernah mendapatkan World Reader’s Award 2016 dan menempatkan daftar panjang Man Booker International Prize 2016 bersama penulis dunia lainnya. Bebicara mengenai kesastraan di Indonesia, Eka yakin bahwa sastra Indonesia mampu menembus batas kultural yang sebelumnya ada.


*Miftahur Rahmi
Mahasiswa Jurnalistik
Politeknik Negeri Jakarta

(dari berbagai sumber)
Sumber gambar: beritamusi.co.id
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Eka Kurniawan, si “Lelaki Harimau” Rating: 5 Reviewed By: mindis.id