Latest News
Thursday, December 1, 2016

Bohemian Style; Abad Ke-19 yang Kekinian

Baca Juga

Bohemian Style

Perkembangan style berbusana memang tidak pernah ada habisnya. Serupa roda, mereka terus berputar menjauh lalu kembali ke titik awal. Gaya-gaya yang terkenal di era 1700-an kini kembali mencuat, tentu dengan ornamen-ornamen dan sentuhan kekinian.

Baru-baru ini, pernahkah kamu melihat orang-orang mulai memakai baju kedodoran dengan rok atau celana panjang dan syal di lehernya? Ditambah turban sebagai salah satu penutup kepala. Nah, mungkin saja mereka adalah penikmat Bohemian Style. Akan tetapi, bukankah Bohemian terdengar seperti nama sebuah daerah di Eropa Tengah?

Sebenarnya Bohemian Style merupakan perpaduan dari gaya hippie, ethnic, gypsy, dan vintage. Karena perpaduan tersebut, Bohemian Style biasanya menampilkan aura damai, bebas, dan dekat dengan alam.

Bohemian Style mulai berkembang dengan nama “boho” atau “boho chic” yang sebagian besar terinspirasi dari gerakan hippie pada tahun 1700-an. Istilah Bohmeian dikenal pada abad ke-19 di Eropa untuk suatu kelompok yang tertarik mengenai seni.

Gaya ini berasal dari seniman dan kaum nomaden yang memiliki sedikit uang. Untuk itu mereka lebih memilih pakai yang tua dan ketinggalan zaman.

Kebebasan bergerak adalah dasar utama Bohemian Style. Daripada potongan ketat, Bohemian memilih gaya baggy, pakaian nyaman yang dibuat dari serat alami. Ini seperti pakaian berleher lebar, gaun maxi, kaftan, atau rok boho yang dikenal dengan istilah rok gypsy. Sedangkan untuk bawahannya akan lebih baik menggunakan sepatu teplek bergaya gladiator atau boots.

Bohemian Style memang terlihat unik dan menarik. Namun kalau tidak pandai dalam padu padannya, gaya ini akan terkesan berlebihan dan cenderung eksentrik.

*Miftahur Rahmi
Mahasiswa Jurnalistik
Politeknik Negeri Jakarta

(dari berbagai sumber)
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Bohemian Style; Abad Ke-19 yang Kekinian Rating: 5 Reviewed By: mindis.id